PPKO KSI FP UNS Perkuat Tata Kelola Usaha Masyarakat melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pembukuan Digital di Desa Wonorejo
SUKOHARJO
– Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO)
Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS)
Tahun 2026 kembali melanjutkan rangkaian implementasi Program Mina Wiradaya
melalui Pelatihan dan Pendampingan
Manajemen Keuangan dan Pembukuan yang diselenggarakan pada
Kamis (9/7/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten
Sukoharjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Tim PPKO KSI FP UNS dalam
memperkuat kapasitas mitra agar mampu mengelola keuangan usaha secara lebih
terstruktur, akuntabel, dan berkelanjutan sebagai fondasi pengembangan usaha
berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian
implementasi Program Mina Wiradaya yang tidak hanya berfokus pada peningkatan
kemampuan masyarakat dalam menghasilkan produk olahan lele bioflok yang
bernilai tambah, tetapi juga memperkuat kapasitas mitra dalam mengelola aspek
administrasi dan keuangan usaha. Pengelolaan keuangan yang tertib dipandang
sebagai fondasi penting dalam membangun usaha yang sehat, profesional, dan
berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Pelatihan dihadiri oleh Direktur Direktorat
Kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret, Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P., Dosen
Pendamping PPKO KSI FP UNS 2026 Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D., Ketua Tim
Penggerak PKK Desa Wonorejo Hasna, Ketua Kelompok Mina Ampuh Abdullah Majid,
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev), Tim Pelaksana PPKO KSI FP UNS 2026, para
volunteer, serta anggota Kelompok Mina Ampuh dan TP PKK Desa Wonorejo yang
tergabung sebagai mitra Program Mina Wiradaya.
Memasuki sesi utama, peserta memperoleh materi
mengenai manajemen keuangan usaha
yang disampaikan oleh Mahendra Dany
Pratama, S.Pd., M.Si. bersama Ester Kristina Dewi. Materi difokuskan pada pentingnya
perencanaan keuangan, pengelolaan arus kas, pengendalian biaya operasional,
perhitungan laba usaha, hingga strategi menyusun anggaran sebagai dasar
pengembangan usaha. Peserta juga diajak memahami bahwa keberhasilan suatu usaha
tidak hanya ditentukan oleh tingginya penjualan, tetapi juga oleh kemampuan
pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara disiplin dan terencana.
Suasana pelatihan berlangsung komunikatif dan
penuh antusiasme. Peserta aktif menyampaikan pengalaman mereka selama
menjalankan usaha, seperti kesulitan memisahkan keuangan usaha dengan kebutuhan
rumah tangga, menentukan harga jual produk, hingga menghitung keuntungan yang
sebenarnya diperoleh setiap periode produksi. Berbagai pengalaman tersebut
menjadi bahan diskusi bersama antara pemateri dan peserta sehingga solusi yang
diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi riil usaha masyarakat.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Raden Kunto Adi, S.P., M.P. yang
membahas teknik pembukuan keuangan
sederhana bagi pelaku usaha mikro. Dalam pemaparannya, peserta
dikenalkan pada pentingnya pencatatan setiap transaksi sebagai dasar evaluasi
usaha. Mulai dari pencatatan modal, pembelian bahan baku, biaya operasional,
penjualan produk, hingga penyusunan laporan pemasukan dan pengeluaran
dijelaskan secara sistematis melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan
aktivitas usaha peserta sehari-hari.
Diskusi berlangsung semakin interaktif ketika
peserta mulai mengajukan pertanyaan mengenai bentuk pembukuan yang paling mudah
diterapkan, cara mencatat transaksi yang dilakukan secara tunai maupun kredit,
serta langkah-langkah mengatasi kebiasaan tidak melakukan pencatatan keuangan.
Melalui sesi tanya jawab tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa pembukuan
bukan sekadar administrasi, melainkan alat untuk mengetahui perkembangan usaha
dan menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis,
peserta juga mengikuti sesi praktik dan pendampingan yang difasilitasi oleh Tim
PPKO KSI FP UNS 2026. Pada sesi ini, peserta didampingi untuk mempraktikkan
penyusunan pembukuan keuangan menggunakan Aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi
Keuangan) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai solusi
digital bagi pelaku UMKM. Tim PPKO KSI FP UNS 2026 bersama para volunteer
membantu peserta mulai dari proses instalasi aplikasi, pengenalan fitur-fitur
utama, hingga simulasi pencatatan transaksi berdasarkan kondisi usaha
masing-masing.
Melalui pendampingan tersebut, peserta belajar
menginput transaksi harian, mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengelompokkan jenis
transaksi, serta menghasilkan laporan keuangan sederhana secara digital.
Suasana praktik berlangsung hidup karena peserta secara langsung mencoba setiap
tahapan penggunaan aplikasi melalui telepon genggam masing-masing. Ketika
menemui kendala, peserta berdiskusi dengan mahasiswa pendamping dan volunteer
yang dengan sigap memberikan arahan serta solusi. Interaksi yang terjalin
membuat proses pembelajaran berlangsung lebih efektif karena peserta tidak
hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya
pertanyaan yang muncul selama praktik berlangsung. Beberapa peserta bahkan
mencoba memasukkan data transaksi usaha yang selama ini masih dicatat secara
manual ke dalam aplikasi SIAPIK. Langkah tersebut menjadi pengalaman baru bagi
sebagian besar peserta dan membuka wawasan bahwa digitalisasi pembukuan dapat
mempermudah proses pengelolaan keuangan usaha secara lebih praktis, akurat, dan
efisien.
Melalui pelatihan dan pendampingan ini, mitra
Program Mina Wiradaya diharapkan mampu menerapkan manajemen keuangan dan
pembukuan secara lebih sistematis, baik melalui pencatatan manual maupun
digital menggunakan Aplikasi SIAPIK. Pengelolaan keuangan yang baik diharapkan
mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pengambilan keputusan
usaha, memudahkan evaluasi perkembangan usaha, serta menjadi bekal bagi
masyarakat dalam mengembangkan usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.
Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,
kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa Kelompok Studi Ilmiah (KSI)
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret dalam menghadirkan inovasi yang
tidak hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga mendampingi
proses pengembangan usaha agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Program Mina Wiradaya juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui
peningkatan kesejahteraan masyarakat, SDGs
2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
melalui pengembangan kapasitas usaha masyarakat, SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung
Jawab) melalui penerapan tata kelola usaha yang berkelanjutan,
serta SDGs 17 (Kemitraan untuk
Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi,
pemerintah, dan masyarakat.
Dengan mengusung tagline "Mengolah
Potensi, Berdaya dengan Inovasi," Tim PPKO KSI FP UNS 2026
terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang mampu mengoptimalkan
potensi lokal sekaligus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi
masyarakat Desa Wonorejo.
SUKOHARJO
– Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO)
Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS)
Tahun 2026 kembali melanjutkan rangkaian implementasi Program Mina Wiradaya
melalui Pelatihan dan Pendampingan
Manajemen Keuangan dan Pembukuan yang diselenggarakan pada
Kamis (9/7/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten
Sukoharjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Tim PPKO KSI FP UNS dalam
memperkuat kapasitas mitra agar mampu mengelola keuangan usaha secara lebih
terstruktur, akuntabel, dan berkelanjutan sebagai fondasi pengembangan usaha
berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian
implementasi Program Mina Wiradaya yang tidak hanya berfokus pada peningkatan
kemampuan masyarakat dalam menghasilkan produk olahan lele bioflok yang
bernilai tambah, tetapi juga memperkuat kapasitas mitra dalam mengelola aspek
administrasi dan keuangan usaha. Pengelolaan keuangan yang tertib dipandang
sebagai fondasi penting dalam membangun usaha yang sehat, profesional, dan
berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Memasuki sesi utama, peserta memperoleh materi
mengenai manajemen keuangan usaha
yang disampaikan oleh Mahendra Dany
Pratama, S.Pd., M.Si. bersama Ester Kristina Dewi. Materi difokuskan pada pentingnya
perencanaan keuangan, pengelolaan arus kas, pengendalian biaya operasional,
perhitungan laba usaha, hingga strategi menyusun anggaran sebagai dasar
pengembangan usaha. Peserta juga diajak memahami bahwa keberhasilan suatu usaha
tidak hanya ditentukan oleh tingginya penjualan, tetapi juga oleh kemampuan
pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara disiplin dan terencana.
Suasana pelatihan berlangsung komunikatif dan
penuh antusiasme. Peserta aktif menyampaikan pengalaman mereka selama
menjalankan usaha, seperti kesulitan memisahkan keuangan usaha dengan kebutuhan
rumah tangga, menentukan harga jual produk, hingga menghitung keuntungan yang
sebenarnya diperoleh setiap periode produksi. Berbagai pengalaman tersebut
menjadi bahan diskusi bersama antara pemateri dan peserta sehingga solusi yang
diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi riil usaha masyarakat.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Raden Kunto Adi, S.P., M.P. yang membahas teknik pembukuan keuangan sederhana bagi pelaku usaha mikro. Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan pada pentingnya pencatatan setiap transaksi sebagai dasar evaluasi usaha. Mulai dari pencatatan modal, pembelian bahan baku, biaya operasional, penjualan produk, hingga penyusunan laporan pemasukan dan pengeluaran dijelaskan secara sistematis melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan aktivitas usaha peserta sehari-hari.
Diskusi berlangsung semakin interaktif ketika
peserta mulai mengajukan pertanyaan mengenai bentuk pembukuan yang paling mudah
diterapkan, cara mencatat transaksi yang dilakukan secara tunai maupun kredit,
serta langkah-langkah mengatasi kebiasaan tidak melakukan pencatatan keuangan.
Melalui sesi tanya jawab tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa pembukuan
bukan sekadar administrasi, melainkan alat untuk mengetahui perkembangan usaha
dan menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis,
peserta juga mengikuti sesi praktik dan pendampingan yang difasilitasi oleh Tim
PPKO KSI FP UNS 2026. Pada sesi ini, peserta didampingi untuk mempraktikkan
penyusunan pembukuan keuangan menggunakan Aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi
Keuangan) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai solusi
digital bagi pelaku UMKM. Tim PPKO KSI FP UNS 2026 bersama para volunteer
membantu peserta mulai dari proses instalasi aplikasi, pengenalan fitur-fitur
utama, hingga simulasi pencatatan transaksi berdasarkan kondisi usaha
masing-masing.
Melalui pendampingan tersebut, peserta belajar
menginput transaksi harian, mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengelompokkan jenis
transaksi, serta menghasilkan laporan keuangan sederhana secara digital.
Suasana praktik berlangsung hidup karena peserta secara langsung mencoba setiap
tahapan penggunaan aplikasi melalui telepon genggam masing-masing. Ketika
menemui kendala, peserta berdiskusi dengan mahasiswa pendamping dan volunteer
yang dengan sigap memberikan arahan serta solusi. Interaksi yang terjalin
membuat proses pembelajaran berlangsung lebih efektif karena peserta tidak
hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya
pertanyaan yang muncul selama praktik berlangsung. Beberapa peserta bahkan
mencoba memasukkan data transaksi usaha yang selama ini masih dicatat secara
manual ke dalam aplikasi SIAPIK. Langkah tersebut menjadi pengalaman baru bagi
sebagian besar peserta dan membuka wawasan bahwa digitalisasi pembukuan dapat
mempermudah proses pengelolaan keuangan usaha secara lebih praktis, akurat, dan
efisien.
Melalui pelatihan dan pendampingan ini, mitra
Program Mina Wiradaya diharapkan mampu menerapkan manajemen keuangan dan
pembukuan secara lebih sistematis, baik melalui pencatatan manual maupun
digital menggunakan Aplikasi SIAPIK. Pengelolaan keuangan yang baik diharapkan
mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pengambilan keputusan
usaha, memudahkan evaluasi perkembangan usaha, serta menjadi bekal bagi
masyarakat dalam mengembangkan usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.
Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,
kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa Kelompok Studi Ilmiah (KSI)
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret dalam menghadirkan inovasi yang
tidak hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga mendampingi
proses pengembangan usaha agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Program Mina Wiradaya juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui
peningkatan kesejahteraan masyarakat, SDGs
2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
melalui pengembangan kapasitas usaha masyarakat, SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung
Jawab) melalui penerapan tata kelola usaha yang berkelanjutan,
serta SDGs 17 (Kemitraan untuk
Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi,
pemerintah, dan masyarakat.
Dengan mengusung tagline "Mengolah Potensi, Berdaya dengan Inovasi," Tim PPKO KSI FP UNS 2026 terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonorejo.
Komentar
Posting Komentar