PPK Ormawa KSI FP UNS Wujudkan Nilai Tambah Lele Bioflok melalui Program Mina Wiradaya di Desa Wonorejo
Bukan sekadar membudidayakan ikan lele, kini
masyarakat Desa Wonorejo mulai belajar bagaimana mengubah hasil panen menjadi
produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Melalui Pelatihan Pengolahan
Lele Bioflok, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK
Ormawa) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas
Maret (UNS) resmi memulai perjalanan MINA WIRADAYA, sebuah kelompok kolaboratif
yang menghubungkan Kelompok Mina Ampuh dan Tim Penggerak PKK Desa Wonorejo
dalam membangun usaha pengolahan hasil perikanan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) di
Rumah Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo ini
merupakan bagian dari Program PPK Ormawa yang didukung oleh Direktorat
Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan
Teknologi (Kemendiktisaintek). Program dilaksanakan oleh Tim PPK Ormawa KSI FP
UNS Tahun 2026 yang terdiri atas 14 mahasiswa dan 3 volunteer, dipimpin oleh
Habib Masruri dengan pendampingan Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D.
Sebanyak 37 peserta mengikuti pelatihan yang
terdiri atas anggota Kelompok Mina Ampuh, Tim Penggerak PKK Desa Wonorejo,
mahasiswa, dan volunteer. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo,
S.P., M.Si., Kepala Desa Wonorejo H. Yusuf Aziz Rahma, S.Pd., M.M., dosen
pendamping, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, para
tamu undangan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi,
pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal melalui
inovasi pengolahan hasil perikanan. Program ini dinilai menjadi salah satu
bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian
kepada masyarakat.
Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam
memperkenalkan konsep hilirisasi hasil perikanan kepada masyarakat. Selama ini,
ikan lele umumnya dipasarkan dalam bentuk segar sehingga nilai tambah yang
diperoleh pembudidaya masih terbatas. Melalui proses pengolahan, hasil budidaya
diharapkan mampu berkembang menjadi produk siap konsumsi yang memiliki nilai
jual lebih tinggi sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.
Selain menghasilkan berbagai produk inovatif,
pelatihan ini juga memperkenalkan konsep zero waste dengan memanfaatkan
hampir seluruh bagian ikan lele menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Pendekatan tersebut tidak hanya mengurangi limbah produksi, tetapi juga
meningkatkan efisiensi pemanfaatan bahan baku sehingga memberikan keuntungan
yang lebih optimal bagi masyarakat.
Ibu Nia, anggota Tim Penggerak PKK Desa Wonorejo,
mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan motivasi baru bagi ibu-ibu untuk
lebih produktif. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh
membuka peluang untuk menghasilkan produk olahan yang dapat dipasarkan sehingga
mampu menambah pendapatan keluarga.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Arfan, anggota
Kelompok Mina Ampuh. Ia berharap kolaborasi bersama Tim PPK Ormawa KSI FP UNS
dapat terus berlanjut hingga tahap pendampingan pemasaran produk. Dengan
demikian, ekosistem usaha yang telah dibangun mampu berkembang secara
berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar
menjadi kegiatan seremonial.
Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa KSI FP UNS
membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus berawal dari teknologi yang rumit,
tetapi dapat lahir dari pengolahan potensi lokal yang sederhana namun memiliki
nilai tambah tinggi. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya usaha
pengolahan lele bioflok di Desa Wonorejo yang mampu meningkatkan pendapatan
masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 4 (Pendidikan
Berkualitas), Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Poin 9
(Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang
Bertanggung Jawab), serta Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Sebagai
bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini menjadi
bukti nyata komitmen mahasiswa KSI FP UNS dalam menghadirkan inovasi yang
berdampak langsung bagi masyarakat.
PPKO KSI FP UNS 2026 mengusung tagline "Mengolah
Potensi, Berdaya dengan Inovasi" sebagai wujud komitmen mahasiswa
dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui inovasi yang memberikan manfaat
berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonorejo.
Komentar
Posting Komentar