Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label SOSOK INSPIRATIF

Happy Graduation September 2016

Keluarga Besar KSI FP UNS mengucapkan Selamat Wisuda kepada : Nur Alitasari, S.P. Juli Purnomo, S.P. Nanik Puji Lestariningsih, S.P. Rahmadhani Rizky Arika Putri, S.P . Laila Sedyawati, S.P. Selamat atas gelar baru yang kalian sandang, kakak-kakak terhebatku.. Wisuda bukan berarti akhir dari pencariaan, tapi menjadi awal untuk kembali menapaki perjalanan hidup yang sesungguhnya.. terima kasih untuk kontribusi kalian, terkhusus untuk keluarga besar KSI FP UNS selama ini.. semoga ilmu yang kalian miliki dapat menjadi harapan, doakan kami selalu agar dapat mengikuti jejak kakak-kakak semua.. Aamiin :) Surakarta, 3 September 2016 Salam Hangat,  Keluarga Besar KSI 2016

Happy Graduation

Keluarga Besar KSI FP UNS mengucapkan selamat kepada : Ita Rhoyani, S.P. Mas’ud, S.Pt Wahyu Sejati, S.Pt Selamat atas gelar baru yang kalian sandang, kakak-kakak terhebatku.. Wisuda bukan berarti akhir dari pencariaan, tapi menjadi awal untuk kembali menapaki perjalanan hidup yang sesungguhnya.. Terima kasih untuk kontribusi kalian, terkhusus untuk keluarga besar KSI FP UNS selama ini.. Semoga ilmu yang kalian miliki dapat menjadi harapan, Doakan kami selalu agar dapat mengikuti jejak kakak-kakak semua.. Aamiin :) Surakarta, 4 Junit 2016 Salam Hangat,  Keluarga Besar KSI 2016

Bob Sadino Pengusaha Berdinas Celana Pendek

Pria berpakaian ''dinas'' celana pendek jin dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket), ini mantan sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses. Titik balik yang getir menimpa keluarga Bob Sadino. Bob rindu pulang kampung setelah merantau sembilan tahun di Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman, sejak tahun 1958. Ia membawa pulang istrinya, mengajaknya hidup serba kekurangan. Padahal mereka tadinya hidup mapan dengan gaji yang cukup besar. Sekembalinya di tanah air, Bob bertekad tidak ingin lagi jadi karyawan yang diperintah atasan. Karena itu ia harus kerja apa saja untuk menghidupi diri sendiri dan istrinya. Ia pernah jadi sopir taksi. Mobilnya tabrakan dan hancur. Lantas beralih jadi kuli bangunan dengan upah harian Rp 100.

Sosok: Prof. Dr.Bungaran Saragih Mendorong Pertanian Jadi Lokomotif Kesejahteraan

Anak Siantar, guru besar IPB lulusan doktor bidang ekonomi dari North Carolina State University, AS (1980), ini terkenal dengan berbagai tulisan dan pandangannya tentang masalah pertanian. Maka ketika ia diangkat menjadi Menteri Pertanian (Kabinet Persatuan dan Kabinet Gotong-Royong) disambut banyak pihak sebagai pilihan yang tepat. Diharapkan ia bisa mendorong sektor pertanian menjadi lokomotif kesejahteraan rakyat, khususnya petani. Pertama-tama yang ia lakukan setelah menjabat Menteri Pertanian adalah merumuskan visi dan misi serta program dan kebijakan. Setelah itu masuk pada tahap implementasi. Dalam hal ini, ia melakukan tiga hal: Pertama "memadamkan kebakaran" yaitu persoalan yang mendesak kalau tidak akan berdampak jelek; Kedua meletakkan fondasi untuk bisa melakukan pekerjaan yang lain, Ketiga adalah belajar terus dan berbuat lebih baik.