Langsung ke konten utama

Indonesia Swasembada Sapi Pejantan Unggul Tahun 2013


Cipelang – Pemerintah optimis mulai tahun depan dapat memproduksi sapi pejantan unggul sendiri dan tidak tergantung pada impor. "Kita tak perlu tergantung lagi dari impor sapi pejantan karena hal itu akan menghemat triliunan rupiah,karena itu ketergantungan impor pejantan unggul perlu dihentikan,” kata Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Suswono, MMA saat berkunjung ke Balai Embrio Ternak Cipelang, Bogor (1/9/2012).

Berdasarkan data yang ada, saat ini populasi sapi pejantan unggul di Balai Inseminasi  Buatan (BIB) mencapai 531 ekor, melampaui kebutuhan nasional 426 ekor. Hanya saja, sapi pejantan tersebut didominasi varian eksotik, bukan peranakan lokal. Pada saat yang bersamaan, BIB nasional dan daerah masih melakukan impor sapi pejantan dalam rangka produksi semen beku yang mencapai 6. 800.000 dosis per tahun. Sekitar 94% produksi semen beku diperoleh dari BIB nasional di Bogor, Singosari, dan Lembang. “Populasi total berlebih, tetapi masih ada ketimpangan karena untuk beberapa jenis sapi pejantan belum memenuhi kebutuhan, seperti peranakan ongole (PO) baru 16 dari 38 ekor yang dibutuhkan,” jelas Mentan.

Lebih lanjut dikatakan Mentan, selama ini persilangan sapi eksotik dengan lokal masih kerap dilakukan karena permintaan pasar yang terus meningkat, terutama untuk jenis Limousine dan Simental. Meski begitu, optimalisasi unit pelaksana teknis (UPT) diharapkan mampu menggantikan sapi pejantan impor serta mempercepat usaha pembibitan ternak sapi potong. Apalagi, kesehatan sapi eksotik tidak dapat dijamin meskipun pembibitan pada dua tahun pertama berjalan tanpa masalah.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Syukur Iwantoro mengatakan bahwa saat ini terdapat 9 UPT yang berfungsi menghasilkan ternak bibit baik sapi pejantan maupun betina, terdiri dari 6 UPT sentra pembibitan ternak, serta 3 UPT merupakan pusat penghasil semen beku dan embrio ternak. "Pada tahun ini kita telah menghentikan impor sapi pejantan unggul dari luar. Target pada 2013 semua sudah bisa terpenuhi dari dalam negeri sehingga tak perlu impor lagi," katanya

Menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk mencapai target swasembada sapi pejantan unggul 2013 akan dihasilkan dari Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang Bogor, Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden, Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Padang Mangatas, BPTU Sapi Dwiguna Sembawa, BPTU Sapi Bali Pulukan dan BPTU Sapi Aceh Indrapuri. “Saat ini sapi pejantan unggul yang siap disebarkan sebanyak 44 ekor pada 2012, kemudian 78 ekor pada 2013 dan sekitar 166 ekor pada 2014,” jelasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium , Vanda , Arachnis , dan Renanthera , maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum . Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$.  Sementara   potensi   perdagangan   dunia  150 juta US$ per   tahun  (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta pena...

GEJALA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA

Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani A. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro 1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N ) Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya, warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya s...

Agri Feature : Pohon Fast Growing Layak Dikembangkan di Indonesia

Tanaman Fast Growing Species (FGS) merupakan tanaman cepat tumbuh dan mempunyai masak tebang maksimal 15 tahun. FGS yang dikembangkan di Perum Perhutani diutamakan jenis-jenis valuable hardwoods . Kelebihan dari valuable hardwoods adalah : mempunyai nilai keuangan yang tinggi, harga yang baik, mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu, serta kegunaan yang luas mempunyai nilai produk akhir yang tinggi bisa diolah untuk kayu gergajian, plywood atau veneer