Langsung ke konten utama

Beasiswa S-2 CGI-ASEAN Foundation

KOMPAS.com - The Chulabhorn Graduate Institute (CGI) Thailand bersama ASEAN Foundation (AF) menyediakan beasiswa bagi kandidat asal negara ASEAN, kecuali Thailand. Kesempatan diberikan untuk mengejar gelar Master (S-2) dalam program beasiswa pasca sarjana Sains dan Teknologi di CGI, Thailand.

Beasiswa ini akan memberikan biaya penuh untuk kuliah dan keperluan akademis lainnya, tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi tunjangan, gaji bulanan, tunjangan buku, asuransi kesehatan dan lain-lain. Selain itu, ada juga bentuk penghargaan prestasi yaitu bila dalam kurun waktu 2 tahun mampu mempertahankan prestasi dan tunduk pada kajian tahunan kemajuan yang memuaskan, para sarjana berhak meraihya.

Untuk tahun ini, CGI menawarkan program S-2 dan S-3 dalam bidang terapan Ilmu Biologi: Kesehatan Lingkungan, Toksikologi Lingkungan, Biologi dan Kimia. Ada 7 (tujuh) beasiswa yang tersedia untuk warga negara ASEAN (kecuali negara Thailand).

Persyaratan yang harus dipenuhi:
- Warga negara ASEAN, selain Thailand;
- IPK kumulatif minimal 3,00;
- Memiliki pengalaman kerja di bidang terkait minimal 2 tahun (pengalaman dapat berupa penelitian laboratorium yang menguntungkan dan dapat dipertimbangkan);
- Menunjukkan hasil tes kemampuan berbahasa Inggris, TOEFL atau IELTS;
- Menyertakan surat motivasi dan pernyataan tujuan yang menjelaskan kepentingan mereka dalam studi.

Bagi Anda yang berminat, dapat melengkapi (mengisi) berkas tersebut ke Chulabhorn Graduate Institute-Yayasan ASEAN Post  atau mengunduh formulir aplikasi Program Beasiswa CGI-AF melaluiwww.aseanfoundation.org. Formulir beserta dokumen-dokumen pendukung lainnya dapat dilayangkan ke:

The Graduate Institute Chulabhorn
(CGI-AF Program Beasiswa Bersama)
54 Kamphangphet 6 Road, Laksi, Bangkok 10210
THAILAND

atau melalui e-mail: cgi_academic@cgi.ac.th 

Pendaftaran beasiswa ditunggu hingga 30 Oktober 2012. Pra-sesi program orientasi akan dimulai pada bulan April 2013, sedangkan program akademik akan dimulai pada bulan Juni 2013.

Selamat mencoba!

Sumber: Kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium , Vanda , Arachnis , dan Renanthera , maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum . Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$.  Sementara   potensi   perdagangan   dunia  150 juta US$ per   tahun  (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta pena...

GEJALA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA

Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani A. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro 1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N ) Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya, warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya s...

Agri Feature : Pohon Fast Growing Layak Dikembangkan di Indonesia

Tanaman Fast Growing Species (FGS) merupakan tanaman cepat tumbuh dan mempunyai masak tebang maksimal 15 tahun. FGS yang dikembangkan di Perum Perhutani diutamakan jenis-jenis valuable hardwoods . Kelebihan dari valuable hardwoods adalah : mempunyai nilai keuangan yang tinggi, harga yang baik, mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu, serta kegunaan yang luas mempunyai nilai produk akhir yang tinggi bisa diolah untuk kayu gergajian, plywood atau veneer