Langsung ke konten utama

Kemin Memperkenalkan Ekstrak Teh Hijau untuk Menstabilkan Frying Oil

Kemin memperkenalkan GT-FORT™ - yang dapat menjadi alternatif sebagai pengganti  antioksidan sintetik dan tokoferol yang biasa digunakan dalam minyak goreng.  GT-FORT merupakan ekstrak teh hijau yang larut minyak dan efektif memperlambat kerusakan minyak goring dan mengurangi ketengikan oksidatif- bahkan pada suhu tinggi.

Panas simultan dan perpindahan massa minyak, bahan pangan dan udara selama deep fat frying menciptakan karakteristik unik dari makanan yang digoreng.  Proses ini juga menciptakan reaksi kimia yang mengubah sifat fisik dan kimia minyak goreng, yang dapat berdampak negatif pada stabilitas rasa, tekstur dan kualitas gizi produk yang digoreng.

Produk tersebut diekstraks dari teh hijau melalui beberapa tahapan, tujuannya adalah memaksimalkan polifenol yang memiliki daya antioksidan untuk mencegah terjadinya oksidasi dalam berbagai aplikasi produk pangan goreng.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa GT-FORT memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan antioksidan sintetis yang biasa digunakan untuk menstabilkan minyak goreng," kata Dr Will Schroeder, Direktur penelitian dan pengembangan untuk divisi Teknologi Pangan Kemin.  "Saat diuji dalam minyak sawit yang digunakan untuk membuat mi instan dan kentang goreng, GT-FORT bekerja seefektif antioksidan sintetik untuk menunda penurunan mutu minyak, tanpa mengubah profil rasa."  

sumber:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium , Vanda , Arachnis , dan Renanthera , maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum . Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$.  Sementara   potensi   perdagangan   dunia  150 juta US$ per   tahun  (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta pena...

GEJALA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA

Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani A. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro 1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N ) Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya, warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya s...

Agri Feature : Pohon Fast Growing Layak Dikembangkan di Indonesia

Tanaman Fast Growing Species (FGS) merupakan tanaman cepat tumbuh dan mempunyai masak tebang maksimal 15 tahun. FGS yang dikembangkan di Perum Perhutani diutamakan jenis-jenis valuable hardwoods . Kelebihan dari valuable hardwoods adalah : mempunyai nilai keuangan yang tinggi, harga yang baik, mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu, serta kegunaan yang luas mempunyai nilai produk akhir yang tinggi bisa diolah untuk kayu gergajian, plywood atau veneer