Langsung ke konten utama

Kesempatan Magang Penelitian di CIFOR

CIFOR (Center for International Forestry Research) adalah sebuah organisasi nirlaba internasional di bawah naungan CGIAR (Consultative Group for Agricultural Research). CIFOR beroperasi di Indonesia berdasarkan surat Keputusan Presiden No. 71 tahun 1993 dan surat perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada tanggal 15 Mei 1993. CIFOR berkantor pusat di Bogor, Indonesia. Salah satu kegiatan penelitian CIFOR adalah “studi komparatif global mengenai REDD+ (reducing emissions from deforestation and forest degradation)”. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyerap pelajaran yang didapat dari berbagai negara, untuk menyediakan informasi bagi para pembuat kebijakan, praktisi dan penyandang dana terkait.


Kami sedang mencari tiga mahasiswa berbakat untuk bergabung dalam kegiatan penelitian kami di dalam suatu proyek REDD di lahan gambut eks-PLG di Kalimantan Tengah. Penelitian multidisipliner ini bertujuan untuk memahami fenomena kebakaran gambut dan penyebabnya dari sisi budaya, sosial ekonomi dan biofisika/ekologi. Mahasiswa yang terpilih akan mengadakan penelitian lapangan dengan tim kami selama ± 2 bulan di musim kemarau 2011 (sekitar bulan Agustus – Oktober).

Mahasiswa yang terpilih akan menerima
  • Anggaran penelitian lapangan. Jumlah anggaran berdasarkan kebutuhan penelitian masing-masing
  • Biaya hidup di lapangan (akomodasi + makan di rumah penduduk, transportasi PP dari/ke kota asal universitas masing-masing , uang saku Rp 700,000/bulan dan asuransi kesehatan)
  • Masukan untuk penulisan proposal penelitian dan skripsi, beserta bimbingan di lapangan dari peneliti CIFOR
  • Bimbingan untuk menghasilkan artikel jurnal dan presentasi ilmiah
  • Pengalaman kerja di lembaga riset internasional
  • Presentasi ilmiah di kantor pusat CIFOR di Bogor yang dibiayai oleh CIFOR

Prasyarat utama
  • Mahasiswa S1/S2 yang sudah memenuhi prasyarat kuliah untuk memulai penelitian untuk skripsi/tesisnya pada saat kegiatan
  • Bersedia memulai  penelitian di lapangan pada waktu yang ditentukan (sekitar Agustus atau September)
  • Mempunyai IPK minimal 2.75
  • Mempunyai minat  yang kuat untuk melakukan  penelitian berkaitan dengan kebakaran gambut, dan menghasilkan skripsi/tesis yang berkualitas tinggi
  • Siap bekerja di lapangan terus-menerus selama minimal 2 bulan dalam kondisi minim dan tempat bekerja yang tidak nyaman.
  • Mempunyai etos kerja tinggi, bisa bekerja mandiri, dan berpikir kritis

Nilai tambah
  • Mengerti adat-istiadat dan bahasa Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah
  • Mempunyai pengalaman kerja lapangan, baik untuk penelitian atau dalam kapasitas kerja lainnya
  • Lancar berbahasa Inggris

Tanggung jawab
  • Pada saat di lapangan, bersedia menghormati adat-istiadat masyarakat lokal dan bisa menyesuaikan diri dengan norma sosial masyarakat setempat
  • Menulis rencana kerja penelitian yang disepakati peneliti CIFOR, mahasiswa dan dosen pembimbingnya sebelum penelitian dilakukan
  • Melaksanakan penelitian di lapangan sesuai dengan rencana kerja di atas
  • Memberikan laporan kegiatan dan keuangan seusai kerja lapangan dalam waktu 1 bulan setelah penelitian lapangan
  • Memberikan presentasi ilmiah di kampus CIFOR di Bogor dalam waktu 6 bulan setelah penelitian lapangan

Mahasiswa yang berminat harus mengirimkan dokumen-dokumen berikut:

    * Surat pengantar dari mahasiswa yang menyatakan minat, bakat dan kemampuan penelitian
    * CV
    * Ringkasan proposal penelitian, yang terdiri dari 3 bagian:
          o Deskripsi penelitian dan motivasi (kenapa penelitian ini penting dan menarik?) – 1 atau 2 halaman
          o Perkiraan timeline/jadwal kerja selama di lapangan
          o Anggaran penelitian (alat-alat, jasa guide, transportasi, dll)

Deadline pengiriman: 29 Mei 2011
Dikirim melalui email kepada:
Stibniati S. Atmadja, PhD,
Email: s.atmadja@cgiar.org
Subject email: CIFOR student search

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium , Vanda , Arachnis , dan Renanthera , maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum . Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$.  Sementara   potensi   perdagangan   dunia  150 juta US$ per   tahun  (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta pena...

GEJALA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA

Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani A. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro 1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N ) Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya, warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya s...

Agri Feature : Pohon Fast Growing Layak Dikembangkan di Indonesia

Tanaman Fast Growing Species (FGS) merupakan tanaman cepat tumbuh dan mempunyai masak tebang maksimal 15 tahun. FGS yang dikembangkan di Perum Perhutani diutamakan jenis-jenis valuable hardwoods . Kelebihan dari valuable hardwoods adalah : mempunyai nilai keuangan yang tinggi, harga yang baik, mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu, serta kegunaan yang luas mempunyai nilai produk akhir yang tinggi bisa diolah untuk kayu gergajian, plywood atau veneer