Monday, March 28, 2011

Lika Liku Kehidupan Dewa Fluida

Assalam WR WB.. Karena baru saja kita merayakan hari air dunia tanggal 22 maret kemarin, disini kami akan membahas tentang lika liku kehidupan air. Selamat membaca.. 

Banyak orang menyebut air dengan sebutan dewa fluida. Mengapa ? Karena air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit.

Air memberikan pengaruh besar bagi kehidupan makhluk di bumi. Air memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh, mengurangi resiko terhadap beberapa macam penyakit. Bagi dunia pertanian air tidak kalah pentingnnya karena sabagai sarana untuk meningkatkan produksi pertanian. Sumber dari segala sumber kehidupan bergantung pada air. Bila kekurangan air akan berdampak negatif terhadap semua sektor, termasuk dunia pertanian.
Jika air terkontaminasi oleh logam-logam berat, bakteri yang merugikan seperti E.colie, kuman-kuman akan mempengaruhi hasil produksi pertanian tersebut. Dan itupun akan berdampak bagi kelangsungan kehidupan manusia karena hasil-hasil produksi pertanian tersebut telah terkontaminasi oleh air sungai yang digunakan untuk irigasi. Diperkirakan 60% sungai di Indonesia telah tercemar oleh bakteri  terutama di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.  Bakteri pencemar  tersebut seperti Coliform dan Fecal coli yang bisa menyebabkan diare. Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2002 terjadi 5.789 kasus diare yang menyebabkan 94 orang meninggal.

Indonesia memiliki potensi air yang luar biasa. Menurut Ditjen Pengairan PU (1994), potensi air permukaan Indonesia lebih kurang 1.789 milyar m3/tahun. Tetapi Indonesia sepertinya kurang mengoptimalkan potensi tersebut contohnya saja dalam dunia pertanian, kita masih menemui lahan-lahan persawahan mengalami krisis kekeringan di berbagai wilayah di Indonesia. Kekeringan tersebut banyak membuat rugi para petani. Contohnya saja, tidak banyak dari lahan pertanian yang ada mengalami gagal panen dengan gagal panen tersebut dapat membuat produksi padi pun terganggu. Dengan tingkat konsumsi beras yang tinggi di Indonesia, ini dapat berakibat fatal. Harga beras di pasaran dapat melonjak naik. Masalah kekeringan lahan pertanian tersebut di akibatkan oleh banyaknya kawasan resapan air yang semakin berkurang. Padahal fungsi kawasan resapan air tersebut untuk membantu para petani untuk menampung air ujan.

Dalam sektor pertanian, beberapa petani menggunakan air tanah untuk mengaliri air ke  sawahnya. Air tanah merupakan air yang tersimpan di dalam lapisan tanah jenuh/akifer. Akifer ini dibedakan menjadi dua keadaan berdasarkan perbedaan sifat permeabilitas lapisan tanah/batuannya baik ke arah vertikal maupun mendatar menjadi akifer bebas dan akifer tertekan/terkekang.

Dengan adanya hari air dunia yang diperingati tanggal 22 maret di setiap tahunnya, seharusnya kita sebagai penikmat air tergerak untuk menjaga dan melindungi sumber daya air.  Banyak sekali kegiatan konservasi atau perlindungan dan pelestarian sumber daya air yang dapat kita lakukan, diantaranyacsebagai berikut:

  1. Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air.
  2. Pengendalian pemanfaat sumber air.
  3. Pengisian air pada sumber.
  4. Pengaturan prasarana dan sarana sanitasi.
  5. Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air.
  6. Pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu.
  7. Pengaturan daerah sempadan sumber air.
  8. Rehabilitasi hutan dan lahan, dan atau.
  9. Pelestarian hutan lindung, kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam.

Semoga Bermanfaat .. Wassalam..

Sumber :
Tim Liputan 6 SCTV
artikel Ir. Amien Widodo, MSi


(PII'S Crew)

Reactions:

0 comments:

Post a Comment