Kelompok Studi Ilmiah

Kelompok Studi Ilmiah adalah unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Pertanian UNS yang bergerak di bidang keilmiahan.

Diskusi Ilmiah KSI 2017

Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang PIKMA ini bertujuan untuk memberikan pandangan, mengarahkan dan memotivasi sehingga mahasiswa dapat merencanakan tujuan kuliah khususnya bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, diskusi ilmiah ini mengusung tema “Rencanakan Tujuan Kuliahmu yang Sebenarnya Mulai dari Sekarang”

Sosialisasi PIM UNS dan PKM 2017

Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh bidang III Fakultas Pertanian UNS berkerjasama dengan KSI (Kelompok Studi Ilmiah) FP UNS bertempat di Aula Gedung B FP UNS. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan PKM khususnya bagi mahasiswa baru dan memberikan tips-tips dalam penulisan program kretivias mahasiswa yang baik dan benar sehingga diharapkan dapat lolos seleksi.

Pelantikan Pengurus KSI FP UNS 2017

KSI (Kelompok Studi Ilmiah) adalah salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki anggota-anggota sebagai pengurus yang siap melanjutkan perjuangan serta berkemauan tinggi dalam berkontribusi bagi almamater, bangsa dan negara. Pelantikan kepengurusan KSI FP UNS 2017 periode tahun 2017-2018 dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2017 dan bertempat di aula FP UNS yang tepatnya di gedung B lantai 2.

FAST 2017 (Festival Of Agri-Science and Technology)

National Essay Competition merupakan salah satu rangkaian acara FAST 2017 (Festival Of Agri-Science and Technology) yang diselenggarakan oleh KSI (Kelompok Studi Ilmiah) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ditujukan untuk semua mahasiswa, baik yang di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia.

Wednesday, March 30, 2011

Mahasiswa Pertanian Harus Berdaya Juang Tinggi

Kamis, 30/09/2010 09:00 WIB - heu

SOLO—Sebagai agen perubahan, mahasiswa harus memiliki daya juang tinggi dan tidak cengeng menghadapi dinamika kehidupan baik kehidupan kampus ataupun kehidupan di lingkungan sekitarnya. Demikian disampaikan staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), Agung Wibowo MSi dalam dialog publik bertema Be The Agent of Change in Agricultural Development yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ilmiah (KSI) FP UNS di kampus setempat, Rabu (29/9).

Agung memaparkan sebagai agen perubahan mahasiswa harus mengambil peran besar  dalam pembangunan pertanian Indonesia. Dia memaparkan setidaknya ada tujuh peran yang bisa dilakukan mahasiswa pertanian dalam pembangunan pertanian di Tanah Air. Peran itu di antaranya membantu petani untuk berubah ke arah yang lebih baik. “Misalnya membantu petani untuk mengubah kebiasaan kaitannya dengan pola tanam, pemupukan dan pemberantasan hama. Kemudian membantu petani menunjukkan masalah-masalah yang sebenarnya dihadapi sehingga petani berkeinginan kuat untuk mengatasinya,” tandas dosen Jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian tersebut.

Peran lain yakni membina hubungan dengan petani dalam rangka melakukan perubahan, mendiagnosis permasalahan petani, membantu petani menciptakan kehendak untuk berubah, mengarahkan kehendak ke tindakan nyata, memantapkan adopsi dan mencapai hubungan yang terminal atau tuntas. “Di sini mahasiswa harus  bisa membantu mengembangkan kemampuan  petani untuk menjadi agen pembaharu bagi diri mereka sendiri. Mahasiswa juga harus bisa mengubah petani dari posisi bergantung menjadi mandiri,” lanjut Agung.

Selain Agung Wibowo, tampil sebagai narasumber dalam diskusi itu Ir Lilik Puji Hastuti dari Dinas Pertanian Kota Solo dan Heru Ismantoro dari Harian Joglosemar. Acara dialog publik ini merupakan rangkaian dari perhelatan Big Event KSI, di mana kegiatan akan dilanjutkan dengan Demo Inaugurasi Jurusan, Kamis (30/9) hari ini. (heu)

*** salinan dari portal Harian Joglo Semar edisi Selasa, 03/05/2011

Monday, March 28, 2011

Lika Liku Kehidupan Dewa Fluida

Assalam WR WB.. Karena baru saja kita merayakan hari air dunia tanggal 22 maret kemarin, disini kami akan membahas tentang lika liku kehidupan air. Selamat membaca.. 

Banyak orang menyebut air dengan sebutan dewa fluida. Mengapa ? Karena air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit.

Air memberikan pengaruh besar bagi kehidupan makhluk di bumi. Air memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh, mengurangi resiko terhadap beberapa macam penyakit. Bagi dunia pertanian air tidak kalah pentingnnya karena sabagai sarana untuk meningkatkan produksi pertanian. Sumber dari segala sumber kehidupan bergantung pada air. Bila kekurangan air akan berdampak negatif terhadap semua sektor, termasuk dunia pertanian.
Jika air terkontaminasi oleh logam-logam berat, bakteri yang merugikan seperti E.colie, kuman-kuman akan mempengaruhi hasil produksi pertanian tersebut. Dan itupun akan berdampak bagi kelangsungan kehidupan manusia karena hasil-hasil produksi pertanian tersebut telah terkontaminasi oleh air sungai yang digunakan untuk irigasi. Diperkirakan 60% sungai di Indonesia telah tercemar oleh bakteri  terutama di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.  Bakteri pencemar  tersebut seperti Coliform dan Fecal coli yang bisa menyebabkan diare. Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2002 terjadi 5.789 kasus diare yang menyebabkan 94 orang meninggal.

Indonesia memiliki potensi air yang luar biasa. Menurut Ditjen Pengairan PU (1994), potensi air permukaan Indonesia lebih kurang 1.789 milyar m3/tahun. Tetapi Indonesia sepertinya kurang mengoptimalkan potensi tersebut contohnya saja dalam dunia pertanian, kita masih menemui lahan-lahan persawahan mengalami krisis kekeringan di berbagai wilayah di Indonesia. Kekeringan tersebut banyak membuat rugi para petani. Contohnya saja, tidak banyak dari lahan pertanian yang ada mengalami gagal panen dengan gagal panen tersebut dapat membuat produksi padi pun terganggu. Dengan tingkat konsumsi beras yang tinggi di Indonesia, ini dapat berakibat fatal. Harga beras di pasaran dapat melonjak naik. Masalah kekeringan lahan pertanian tersebut di akibatkan oleh banyaknya kawasan resapan air yang semakin berkurang. Padahal fungsi kawasan resapan air tersebut untuk membantu para petani untuk menampung air ujan.

Dalam sektor pertanian, beberapa petani menggunakan air tanah untuk mengaliri air ke  sawahnya. Air tanah merupakan air yang tersimpan di dalam lapisan tanah jenuh/akifer. Akifer ini dibedakan menjadi dua keadaan berdasarkan perbedaan sifat permeabilitas lapisan tanah/batuannya baik ke arah vertikal maupun mendatar menjadi akifer bebas dan akifer tertekan/terkekang.

Dengan adanya hari air dunia yang diperingati tanggal 22 maret di setiap tahunnya, seharusnya kita sebagai penikmat air tergerak untuk menjaga dan melindungi sumber daya air.  Banyak sekali kegiatan konservasi atau perlindungan dan pelestarian sumber daya air yang dapat kita lakukan, diantaranyacsebagai berikut:

  1. Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air.
  2. Pengendalian pemanfaat sumber air.
  3. Pengisian air pada sumber.
  4. Pengaturan prasarana dan sarana sanitasi.
  5. Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air.
  6. Pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu.
  7. Pengaturan daerah sempadan sumber air.
  8. Rehabilitasi hutan dan lahan, dan atau.
  9. Pelestarian hutan lindung, kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam.

Semoga Bermanfaat .. Wassalam..

Sumber :
Tim Liputan 6 SCTV
artikel Ir. Amien Widodo, MSi


(PII'S Crew)

Copas (Copy Paste) Menjadi Budaya Mahasiswa

MAHASISWA termasuk kaum intelektual. Untuk memenuhi standar intelektualitas, mahasiswa diberi tugas berupa penulisan makalah, penelitian, resume buku, atau presentasi. Karena tugas intelektualitas itulah yang membedakan mahasiswa dari pelajar. Mereka semestinya bukan hanya mampu menghafal setiap mata pelajaran, melainkan juga dituntut mampu mengembangkan dan menyikapi secara kritis.

Sayang, kemajuan teknologi sekarang berupa internet, hp, Ipod, laptop, atau kamputer tak menjadikan mahasiwa makin mengembangkan intelektualitas. Teknologi justru mereka manfaatkan sebagai cara praktis untuk menyelesaikan tugas intelektualitas. Mahasiswa tinggal melakukan copy paste untuk menyelesaikan tugas.

Banyak tugas dari dosen membuat mereka memilih hal-hal praktis atau instan untuk menyelesaikan permasalahan. Tak ayal, copy paste merupakan solusi termudah untuk menunaikan tanggung jawab intelektualitas. Mereka tinggal dua kali mengeklik, permasalahan dan tugas pun terselesaikan. Semua telah tersedia. Tak ada lagi batas ruang dan waktu dalam ilmu dan informasi. Semua akses ada dan tersedia dengan cepat.


Copy paste menjadi solusi praktis dan lazim bagi mahasiswa. Ironisnya, mahasiswa tak pernah memikirkan bahaya copy paste, yaitu memampatkan budaya kritis dan pola pikir. Itu sama berbahaya dengan mengonsumsi narkoba atau minuman keras karena menjadikan mahasiswa tanpa pemikiran. Mereka cenderung mengambil sikap dan hal-hal praktis atau instan, tanpa disertai pertimbangan rasional-intelektual. Lantas, di manakah peran mahasiswa sebagai kaum intelektual di masyarakat, jika hanya copy paste apa pun?
 

Krisis Jati Diri Taylor menyatakan, salah satu aspek kebudayaan adalah norma atau perilaku terpilih yang dianut sebagian besar masyarakat. Copy paste dipilih dan dianut oleh sebagian besar mahasiswa, sehingga lama-kelamaan menjadi kebiasaan dan membudaya. Budaya copy paste dilatarbelakangi oleh kemalasan belajar dan belajar malas di kalangan mahasiswa. Akibatnya, tergeruslah jati diri mahasiswa. Mereka tak lagi percaya diri dengan potensi dan kemampuan berpikir.

Proses copy paste tak hanya menjadikan mahasiswa sebagai pemikir praktis atau instan, tetapi juga sebagai peniru pasif yang hanya menjadi pengikut, pembebek, dari berbagai macam yang menjadi kecenderungan saat ini. Mereka mudah sekali terjebak dan terbawa arus hedonisme dan materialisme, tanpa filterisasi dalam diri. Jadilah mereka kaum konsumtif, tanpa pernah berpikir dan bertindak produktif, apalagi turut  berperan di masyarakat.


Mahasiswa sebagai kaum intelektual di masyarakat memiliki tiga peran utama. Pertama, sebagai pentransfer ilmu, teknologi, dan nilai. Mahasiswa memiliki peran untuk menyebarkan ilmu, turut serta dalam memberantas kebodohan. Sebagai pengguna terdekat teknologi, mahasiswa berperan menggunakan dan menciptakan teknologi yang tepat guna untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sebagai pentransfer nilai, diharapkan mahasiswa menjadi tuntunan moral intelektual bagi masyarakat.


Kedua, mahasiswa sebagai agent of change, agen perubahan, turut serta dalam proses pembangunan dan pergerakan. Dalam pembangunan masyarakat dan bangsa, mahasiswa merupakan sumber daya manusia yang potensial karena terdidik dan terpelajar.


Dalam pergerakan, mahasiswa diharapkan mampu menyuarakan aspirasi masyarakat sehingga terciptalah perubahan di masyarakat dan bangsa. Ketiga, mahasiswa sebagai kaum intelektual semestinya mampu mempertanggungjawabkan intelektualitasnya pada diri sendiri dan masyarakat. 


Budaya copy paste membuat ruang kritis mahasiswa menyempit. Itu terlihat dari makin minim budaya membaca, budaya diskusi, dan budaya beprestasi. Padahal, budaya-budaya itu merupakan penumbuh budaya intelektual. Jika budaya-budaya itu tergusur oleh budaya copy paste, tergusurlah ranah intelektualitas yang seharusnya dimiliki kalangan mahasiswa.


Sebenarnya copy paste boleh-boleh saja, asal tidak meninggalkan unsur kekritisan. Karena kekritisan akan memunculkan budaya baru, yaitu budaya kreatif dan produktif. Tanpa kekritisan akan mengakibatkan kematian dalam berpikir. Kematian berpikir tentu mengakibatkan kematian bertindak.

- Desi Wulandari, mahasiswi Sosiologi UGM Yogyakarta  

Saturday, March 26, 2011

BANTUAN BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011

1. Kriteria
Kriteria penerima beasiswa adalah sebagai berikut :
  • Mahasiswa yang sedang studi di Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah yang terdaftar di Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah.
  • Berasal dari keluarga kurang mampu, yang ditunjukkan dengan Surat Keterangan Lurah atau Kepala Desa 
  • Pada saat ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak sedang menerima beasiswa lain.
  • Saat mengajukan sekurang-kurangnya telah menyelesaikan semester 1
2. Persyaratan Penerima (Perguruan Tinggi )
Persyaratan yang harus dipenuhi (dibuat rangkap 6):
  • Mengajukan surat permohonan bantuan beasiswa kepada Kepala Dinas pendidikan Provinsi Jawa Tengah
  • Membuat Surat Pernyataan Laporan Penggunaan Dana Bantuan Gubernur (asli bermeterai Rp. 6.000). 
  • Membuat Kwitansi sebanyak 6 lembar (asli bermeterai Rp. 6.000) 
  • Melampirkan Surat Keterangan tidak mampu dari Kelurahan setempat. 
  • Melampirkan Surat Keterangan masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di Perguruan Tinggi yang bersangkutan. 
  • Melampirkan fotocopy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku 
  • Melampirkan fotocopy Kartu Hasil Studi 
  • Melampirkan fotocopy nomor rekening Bank Jateng atas nama lembaga penerima 
Dana bantuan kegiatan pemberian beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu tiap mahasiswa sebesar Rp. 1.500.000,- / tahun.



Tata Kerja Pelaksana Teknis
  1. Usulan calon penerima beasiswa diajukan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah C.Q. Bidang PNF-PT Jl. Pemuda no 134 Semarang. 
  2. Usulan dilampiri persyaratan yang telah ditentukan,
  3. Proposal dilampiri nomor rekening atas nama lembaga / Perguruan Tinggi pada Bank Jateng.  
  4.  Proposal sudah diterima di Seksi PT Bidang PNF-PT paling lambat bulan Juni 2011. 
Jangka waktu penerimaan dana beasiswa diatur sebagai berikut :
  1. Beasiswa diberikan kepada mahasiswa mulai semester 2,
  2. Beasiswa diberikan atas usulan perorangan dan atau usulan  perguruan tinggi.
  3. Beasiswa diberikan selama  12  bulan.
  4. Mahasiswa diberikan bantuan pemberian beasiswa hanya 1 tahun, tidak secara otomatis tahun depan mendapat. Untuk Pengajuan tahun berikutnya harus menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik.
** sumber: DIKNAS JATENG
Info lengkap dan Panduan bisa didapatkan di SEKRE KSI.,

Salam Akademis!!!
 

Friday, March 25, 2011

Lomba Karya Tulis Communication Student Summit

Deadline: 3 April 2011
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Departemen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Airlangga (Unair) yang ke 23 panitia peringatan akan mengadakan acara Communication Student Summit (CS2) tingkat nasional di Universitas Airlangga.
Untuk menyongsong acara tersebut, panitia mengadakan lomba karya tulis (call for paper) dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Tema: Internet: Dinamika dan Problematika Dalam Masyarakat Indonesia
  2. Peserta: Mahasiswa aktif S1/Diploma (berkelompok max. 3 orang/team) dari segala program studi
  3. Mengirimkan abstrak paper ke commstudentsummit@yahoo.com
  4. 20 abstrak yang terpilih melajutkan pengiriman abstrak dan full paper (hardcopy & cd) ke Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unair Kampus B Jalan Dharmawangsa Dalam Surabaya 60286 yang akan dipresentasikan pada CS2 tanggal 14 Mei 2011
  5. Abstrak max. 500 kata, full paper min. 20 Halaman (MS. Word 2003, A4, Times New Roman 12, Spasi 1.5, Line spacing after 6pt.)
  6. Karya Orisinil, tidak pernah dipublikasikan dimanapun, termasuk blog
  7. Pengumpulan:
    1. Pengumpulan abstrak: 21 Maret – 3 April 2011
    2. Pengumpulan abstrak dan full paper: 11 April – 22 April 2011 (cap pos)
  8. Pengumuman abstrak yang lolos: 9 April – 10 April 2011
  9. Tidak dipungut biaya (gratis)
Hadiah:
Juara 1: Rp. 2.500.000
Juara 2: Rp. 2.000.000
Juara 3: Rp. 1.500.000
Acara di atas diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Airlangga
CP:  0852 3262 2291 (Orrinda)
0856  4943 2517 (Paramita)
Popularity: 20%

Thursday, March 24, 2011

Lomba Karya Ilmiah Remaja ke-43 Tahun 2011 oleh LIPI

Deadline: 16 Mei 2011
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-43 Tahun 2011. LKIR adalah ajang kompetisi ilmiah bagi remaja Indonesia usia 12-19 tahun yang memiliki ketertarikan di dunia penelitian, guna meningkatkan kesadaran dan kemampuan mereka dalam menganalisa permasalahan dan mencari solusi yang tepat melalui penelitian dan aplikasi iptek. Setiap peserta harus mengikuti semua persyaratan yang tercantum pada informasi di bawah ini sebelum membuat scientific paper/karya tulis ilmiah. Rangkaian pelaksanaan lomba berupa:
  1. Peserta mengirimkan proposal penelitian kepada panitia lomba : 16 Mei 2011
  2. Proposal yang lolos seleksi akan dilakukan pembimbingan minimal 3 (tiga) bulan oleh pembimbing (yang ditentukan LIPI) melalui komunikasi jarak jauh seperti via electronic mail dan telepon : Juni-September 2011
  3. Hasil akhir penelitian berupa karya tulis ilmiah akan diseleksi kembali untuk diundang mengikuti presentasi/expose sebagai Finalis di Jakarta : 23 September 2011
  4. Finalis melakukan presentasi hasil penelitian mereka dihadapan Dewan Juri berupa paparan Power Point dan Poster hasil penelitian : 3 Oktober 2011
  5. Pemenang akan diumumkan pada malam penganugerahan : 4 Oktober 2011
Pemenang akan mendapatkan uang tunai dari AJB Bumiputera 1912 dan Piala serta Piagam Penghargaan dari LIPI
  1. Pemenang I : Rp 12.000.000,- (Dua belas juta rupiah)
  2. Pemenang II : Rp 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)
  3. Pemenang III : Rp 8.000.000,- (Delapan juta rupiah)
Panitia Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-43 Tahun 2011
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711, ext. 273, 274, 276
Fax. (021) 52920839, 5251834

KONTAK
Panitia Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-43 Tahun 2011
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711, ext. 273, 274, 276

Wednesday, March 23, 2011

Spirit of Sciences KSI 2011

New Generation, Stop Dreaming, Start Actions!!!

Bersama KSI Tunjukkan Kalau Kita Punya Aksi!!

Sambutan Perdana Ketua Umum KSI Periode 2011

 
Yuan Harnawan Pamungkas
Bismillah...
Assalamu’alaikum Wr Wb…………….

Puji syukur Allah yang masih memberikan kenikmatan dan kesempatan pada kita, yang dapat kita gunakan untuk tetap berfikir, bernafas, dan melangkah untuk berkarya. Sebuah langkah kebaikan teriring dengan sebuah cita2 dan harapan baru demi sebuah langkah perubahan yang lebih baik…, Dan Syukur Alhamdulillah saya diberikan salah satu nikmatNya untuk dapat berdiri disini sebagai seorang Ketua Umum KSI Periode 2011.
Saya berdiri disini bukan berarti saya adalah orang paling ilmiah se-Fakultas Pertanian. Atau katakanlah saya yang paling hebat dari kaum akademika FP UNS. Mengingat sejenak bahwa motivasi saya masuk UNS hanya sebatas pilihan kedua dan semester kedua saya juga punya niatan untuk keluar kemudian bekerja. Namun, tak terasa ternyata saya mengalami banyak perubahan... dan salah satu yang menjadi alasan saya tetap disini adalah keluarga. Dimana KSI juga merupakan tempat dimana saya memperoleh keluarga. Luar biasa saya dikelilingi orang-orang hebat yang berada di sekitar saya.
Membuka sebuah lembaran baru, bukan berarti meninggalkan semua jejak yang telah  dilalui… Kelompok Studi Ilmiah tetaplah merupakan sebuah Organisasi Keilmiahan di Fakultas Pertanian yang tidak terlepas dari peran serta seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian. Besar harapan kami dengan meneruskan usaha dan cita-cita dari kepengurusan periode sbelumnya Kelompok Studi Ilmiah periode ini dan selanjutnya akan lebih optimal berusaha mewujudkan budaya keilmiahan, spirit of Science yang sekaligus adalah wadah dalam pengembangan ide dan gagasan seputar keilmiahan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian UNS.
            Dengan beberapa misi yang akan kami usung, untuk mewujudkan harapan tersebut antara lain:
1.      Sounding of KSI
Mengokohkan KSI sebagai Sudi Ilmiah yang mampu membentuk karakter pribadi mahasiswa yang kritis, solutif, dan berwawasan dalam mengkaji serta menelaah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.      Menegakkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Menegakkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui upaya pencapaian pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
3.      Mewujudkan budaya keilmiahan
Melakukan upaya penanaman budaya keilmiahan untuk civitas mahasiswa Fakultas Pertanian UNS dengan memfasilitasi kegiatan-kegiatan ilmiah yang bersifat positif.
4.      KSI karyatif dan aksi
Melaksanakan program yang dapat melibatkan mahasiswa FP dalam menghasilkan karya/ kreativitas/ gagasan mengenai pengembangan multi disiplin ilmu pengetahuan khususnya terkait bidang pertanian secara luas.
5.      Kekeluargaan dan kesolidan pengurus
Mensolidkan pengurus KSI dalam rangka membangun efektivitas kerja dan kualitas kerja yang baik dengan usaha penjagaan dan pengkaryaan secara kekeluargaan serta profesionalisme di setiap kegiatan dan kepengurusan KSI.
Dengan sebuah semangat dan keyakinan bahwasanya keilmiahan memang merupakan satu dari kekayaan yang beranekaragam milik Fakultas Pertanian, yang memiliki ciri khusus sama halnya dengan Unit Kegiatan Kemahasiswaan yang lain, sehingga sepatutnya antar UKKHM saling sinergi dimana kesolidan, kerjasama, kebersamaan dan bantuan dari seluruh teman-teman sangat kami harapkan.
            Serta untuk teman-teman yang akan memasuki Periode Kepengurusan 2011 ini, besar harapan kita bisa senantiasa bersama, saling menjaga, dan menguatkan, memberikan semangat dan motivasi membawa KSI ke depan menjadi lebih bermakna dan lebih baik untuk Fakultas Pertanian kita. Stop Dreaming, Start Action. Jangan Pernah Takut Bermimpi, Tapi Jangan Hanya Bermimpi...
            Mungkin itu, sebelum saya tutup, sebagai penyemangat lahirnya kembali iklim keilmiahan di Fakultas ini, SALAM ILMIAH……..!!!!, BERSAMA KSI………!!!!!!!!! Tunjukkan Kalau Kita Punya Aksi!!
Mohon maaf atas segala kekurangan, terimakasih...
wassalamu’alaikum wr.wb………..
- Yuan Harnawan P

Visi Misi KSI 2011


Visi:
“Mewujudkan KSI sebagai UKK Keilmiahan Fakultas Pertanian UNS yang mampu mewadahi pengembangan diri mahasiswa melalui budaya keilmiahan berbasis pengembangan multi disiplin ilmu pengetahuan

Penjelasan:
KSI mampu bertindak sebagai Unit Kegiatan Kemahasiswaan yang bergerak dalam dunia keilmiahan yang ada di Fakultas Pertanian UNS yang mampu mewadahi, memfasilitasi, menyelenggarakan, dan menanamkan budaya keilmiahan melalui program yang dapat melibatkan mahasiswa FP sehingga membentuk karakter pribadi mahasiswa yang kritis, solutif, dan berwawasan dalam mengkaji serta menelaah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya terkait bidang pertanian secara luas.

Misi:
1.      Sounding of KSI
> Mengokohkan KSI sebagai Sudi Ilmiah yang mampu membentuk karakter pribadi mahasiswa yang kritis, solutif, dan berwawasan dalam mengkaji serta menelaah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.      Menegakkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
> Menegakkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui upaya pencapaian pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
3.      Mewujudkan budaya keilmiahan
> Melakukan upaya penanaman budaya keilmiahan untuk civitas mahasiswa Fakultas Pertanian UNS dengan memfasilitasi kegiatan-kegiatan ilmiah yang bersifat positif.
4.      KSI karyatif dan aksi
> Melaksanakan program yang dapat melibatkan mahasiswa FP dalam menghasilkan karya/ kreativitas/ gagasan mengenai pengembangan multi disiplin ilmu pengetahuan khususnya terkait bidang pertanian secara luas.
5.      Kekeluargaan dan kesolidan pengurus
> Mensolidkan pengurus KSI dalam rangka membangun efektivitas kerja dan kualitas kerja yang baik dengan usaha penjagaan dan pengkaryaan secara kekeluargaan serta profesionalisme di setiap kegiatan dan kepengurusan KSI.

Saturday, March 19, 2011

Kompos sebagai alternatif atasi pupuk mahal...

Masih tidak asing lagi ketika tanaman membutuhkan pupuk untuk menunjang pertumbuhannya. Semuanya sudah tahu, baik praktisi pertanian, mahasiswa, petani bahkan orang diluar pertanian tahu juga hal itu. Pupuk menjadi sangat urgen ketika petani mulai menanam padi atau palawija saat musim penghujan datang. Pupuk yang digunakan adalah pupuk buatan yang terkadang pendistribusiannya tidak merata.

Berita akhir-akhir ini, menyoroti tentang kelangkaan pupuk terutama urea yang dibutuhkan petani. Kenapa bisa terjadi kelangkaan pupuk yang demikian hebat di kalangan petani?. Ditambah pula harga pupuk bersubsidi melonjak diatas harga yang ditetapkan pemerintah. Rakyat (dalam hal ini petani) semakin menjerit dengan kelangkaan ini, apalagi produk pertanian yang mereka jual juga sangat rendah harganya. Pupuk dimana engkau berada, kami mencarimu?

Saking mendesaknya kebutuhan pupuk, warga melakukan razia terhadap gudang pupuk di distributor maupun ke kabupaten. Bahkan, razia di jalan raya pun dilakukan pada truk-truk yang membawa pupuk. Petani memang sudah sangat bergantung pada yang namanya pupuk buatan (kimia). Inilah gambaran petani kita yang menjerit dengan kelangkaan pupuk. Suram dan menyedihkan. Bagaimana rasa kita terhadap itu semua......................?

Sebenarnya, keberadaan pupuk yang langka mungkin dikarenakan oleh pendistribusian yang tidak merata dimasing-masing daerah. Apakah itu ulah dari distributor sendiri atau ada oknum-oknum tertentu yang bermain dibalik itu semua? Kenyataannya adalah ya. Sebagian menyelewengkan pupuk yang dibutuhkan petani untuk kepentingan segelintir orang. Pemerintah perlu mengevaluasi dalam pendistribuasian pupuk agar merata ke daerah-daerah dan petani bisa membelinya.

Disaat petani bingung dengan bagaimana mencari pupuk, disaat tanamannya dah beranjak dewasa. Mungkin ada juga petani yang biasa saja dengan berita itu. Sebab mereka menggunakan pupuk organik seperti kompos. Penggunaan kompos dapat menggantikan konsumsi pupuk kimia bagi tanaman, meskipun kompos yang digunakan dalam jumlah yang besar. Namun efek kedepannya bagi tanah, tanaman dan mikroorganisme tanah sangat baik. Dengan demiakian pupuk kimia yang digunakan sedikit saja.

Secara bertahap dengan penerapan penggunaan pupuk organik maka ketergantungan akan pupuk kimia berkurang. Apalagi pupuk organik merupakan limbah pertanian itu sendiri seperti jerami, kotoran ternak, pupuk hijau dsb. Bahan-bahan itu pun jarang dimanfaatkan petani sendiri. Oleh sebab itu, penggunaan kompos diharapkan mampu menjadi alternatif mengatasi pupuk yang mahal.

Friday, March 18, 2011

Kiat-kiat Lolos PKM


PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) tentukan bukan hal yang asing bagi seorang mahasiswa yang melakukan perdjoengan di sebuah kampus manapun. Memang susah katanya untuk seorang yang baru belajar nulis,.. bingung cari ide, bingung cari temen, dan lain-lain seribu alasan untu berkata susah buat PKM..

Baiklah tak perlu banyak prolog, kita langsung selami indahnya merangkai kata dalam proposal PKM...
1.     Tidak bisa dipungkiri bahwa penilaian kita terhadap sesuatu tergantung dari bentuk luar ( cantik, jelak, ganteng, rapi, berantakan etc ). Begitu pula dengan PKM bentuk luar PKM adalah judul maka buatlah judul yang menarik perhatian, bikin penasaran.. kalo kesan pertama udah mengoda selanjutnya terserah anda
contoh : Desain Kolektor Surya Untuk Hybrid Solar Light (HSL) Berbasis Fiber  Optik  : Sebuah Usulan Sebagai Solusi Krisis Listrik ( LOLOS PKMP DIKTI tahun 2009) trus contoh lain Desain Pengaman Kendaraan Bermotor Berbasis Ultrasonik Untuk Meminimalisasi Tingat Kecelakaan ( LOLOS PKMP DIKTI tahun 2008). Minimal judul itu membuat kesan bermanfaat, prospek bagus, intelek dll baru kalo sudah kita lanjut ke babak selanjutnya..OK
2.    Hal kedua setelah cover adalah isi, jangan hanya bagus di penampilan tapi juga isinya juga bagus, Bukankah kecantikan itu jiwa bukan raga. Isi disini di titik beratkan pada pendahuluan atau lebih tepatnya latar. Latar belakang menjadi bagian yang penting karena tidaklah mungkin/ harapannya kecil reviuwer membaca seluruh proposal. Latar belakang yang kita buat harus komprehensif mengupas seluruh permasalahan yang akan kita teliti/lakukan pokoknya di SWOT lah bahasanya. Misalkan Peluang pemanfaat, Penelitian sejenis, keungulan dibanding yang lain, dapat menyelesaikan masalah dll.
Dua hal diatas mungkin cukup  bisa membawa kita berkompetisi di ajang PKM, majukan penelitian indonesia, wujudkan pedjoeang- pedjoeang PKM yang tangguh yang bisa membawa kemajuan bangsa ini. Semoga bermanfaat…!!  

(Rudi Susanto, MAWAPRES UNS 2010)

Thursday, March 17, 2011

SUSUNAN KEPENGURUSAN KSI FP UNS PERIODE 2011

KETUA UMUM: Yuan Harnawan Pamungkas               (AGT ’08)
BIDANG KESEKRETARIATAN
Ketua Bidang                        : Puspita Wahyuningsih (AGT ’08)
Kordept. Administrasi          : Rachmad Adi Riyanto (ITP ’10)
Staff                                        : Ady Wulansari (AGB 10)
                                               : Ahmad Projo Saputro (PTR 10)
                                               : Anindita Dwi Yogi SR.(AGT 10)
                                               : Anis Mursyidatus S. (AGT 10)
                                               : Diyah Retna Sari (AGB ’09)
                                               : Rizki Dyah Krisnawati (AGT ’09)
Kordept. PAPO                     : Sri Widya L (PTR ’09)
Staff                                        : Christa Brilian Damar H. (AGT 10)
                                               : Cicik Gamiarsi (AGB 10)
                                               : Dedy Prasetyo (AGT ’10)
                                               : Meike Ulfalia Azzmi (D3 THP ’09)
                                               : Nur Hajriani Fajarwati (ITP ’10)
BIDANG KEBENDAHARAAN
Ketua Bidang   : Irani A Sativa (AGT ’08)
Staff                   : Dwi Hermawan (AGT ’09)
                          : Rini Wulandari (D3 THP ’09)
                          : Betty Wulandari (D3 THP ’09)
                          : Dhygia Pharestyna F. T. (AGB 09)
                          : Halimah As Sa'diyah (AGB 10)
                          : Nonik Desi T.L. (AGB 10)
                          : Rizky Rajabillah Purwoko (AGT ’10)
BIDANG KADERISASI
Ketua Bidang   : Siti Muslikhah (ITP ’08)
Staff                   : Roffiul Umamil M (AGT ’09)
                          : Andhika Wahyu Nugroho (AGT ’10)
                          : Bani Noor Rakhim (AGT ’10)
                          : Fitria Roviqowati (AGT ’10)
                          : Hajar Nurcahyaningtyas (ITP ’10)
                          : Lilis Christina Wulandari (AGT ’10)
                          : Nindhy Nurullita K. (AGB ’10)
                          : Steviana Baity  (AGT ’10)
                          : Tri Purwanti (AGT ’10)
BIDANG KEILMIAHAN
Ketua Bidang                         : Zakaria Husein Ar. (PTR ’08)
Kordept. Ristek                     : Shodiq Saifullah (PTR ’09)
Staff                                         : Ida Indriawati (AGT ’08)
                                                : Rakhmi Habibah (ITP ’09)
                                                : Hasna Fitri H. (D3 Farma’09)
                                                : Andina Putri Saragih (AGT ’10)
                                                : Asiyatu Nurulaini (ITP ’10)
                                                : Ekayana Putra Negara (AGT ’10)                              
                                                : Faryska Nur Ichsanuddin (AGT 09)
                                                : Nisa Khofifatur Rifqoh (AGT ’10)
Kordept. Peng. Info Ilmiah   : Fenny Margitha L (ITP ’09)
Staff:                                        : Afni Noviani (AGB ’10)
                                                : Annisa Larasati Purnama (ITP ’10)
                                                : Aulia Nur Rachmawati (AGB ’10)
                                                : Candrasari Sri Hanifah (ITP ’10)
                                                : Clara Tantri Pertiwi (AGT ’10)
                                                : Nurila Ciptaning (ITP ’10)
                                                : Rina Kartika Safitri (ITP ’10)
BIDANG HUMAS
Ketua Bidang                         : Ricky Budhi K (D3 Farma’09)
Kordept.  Pers                        : Imam Sam P. (D3 Ternak’09)
Staff                                         : Gunawan Arif Wibowo (AGT ’08)
                                                : Khasia Fera (D3 Farma’09)
                                                : Ayu Siswoyo Putri (PTR ’10)
                                                : Denok Setia Pratiwi (AGB 09)
                                                : Rulliana Purbasari (ITP ’10)
                                                : Ubaidillah (AGT ’10)
Kordept.  Public Relation      : Rahmad Budiyanto (PTR ’09)
Staff                                         : Tony Hartanto (PTR ’08)
                                                : Ardianti Nur Oktarina (AGB ’10)
                                                : Deny Meitasari (AGB ’09)
                                                : Ika Wahyu Nur Utami (AGT 09)
                                                : Ratna Sari Dewi (D3 THP ’09)
                                                : Tri Dhika Utami (AGT ’10)
DPP
Beny Setyawan     : (AGR ’06)
Nuryanti                : (PKP ’07)
Nur Lailani            : (PKP ’07)