Kelompok Studi Ilmiah

Kelompok Studi Ilmiah adalah unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Pertanian UNS yang bergerak di bidang keilmiahan.

Diskusi Ilmiah KSI 2016

Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang PIKMA ini bertujuan untuk memberikan pandangan, mengarahkan dan memotivasi sehingga mahasiswa dapat merencanakan tujuan kuliah khususnya bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, diskusi ilmiah ini mengusung tema “Rencanakan Tujuan Kuliahmu yang Sebenarnya Mulai dari Sekarang”

Sosialisasi PKM FP UNS 2016

Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh bidang III Fakultas Pertanian UNS berkerjasama dengan KSI (Kelompok Studi Ilmiah) FP UNS bertempat di Aula Gedung B FP UNS. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan PKM khususnya bagi mahasiswa baru dan memberikan tips-tips dalam penulisan program kretivias mahasiswa yang baik dan benar sehingga diharapkan dapat lolos seleksi.

Pelantikan Pengurus KSI FP UNS 2016

KSI (Kelompok Studi Ilmiah) adalah salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki anggota-anggota sebagai pengurus yang siap melanjutkan perjuangan serta berkemauan tinggi dalam berkontribusi bagi almamater, bangsa dan negara. Pelantikan kepengurusan KSI FP UNS 2016 periode tahun 2016-2017 dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2016 dan bertempat di aula FP UNS yang tepatnya di gedung B lantai 2.

FAST 2016 (Festival Of Agri-Science and Technology)

National Essay Competition merupakan salah satu rangkaian acara FAST 2017 (Festival Of Agri-Science and Technology) yang diselenggarakan oleh KSI (Kelompok Studi Ilmiah) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ditujukan untuk semua mahasiswa, baik yang di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia.

Sunday, April 29, 2012

Perkembangan Varietas Unggul Padi Menjawab Tantangan Jaman

Varietas unggul merupakan teknologi yang mudah, murah dan aman dalam penerapan, serta efektif meningkatkan hasil. Teknologi tersebut mudah, kerena petani tinggal menanam, murah karena varietas unggul yang tahan lama misalnya, memerlukan insektisida jauh lebih sedikit dari pada varietas yang peka. Varietas unggulan relatif aman, karena tidak menimbulkan polusi dan perusakan lingkungan.

Varietas unggul baru selalu dikembangkan untuk menghadapi tantangan zaman. Salah satu terobosan adalah perakitan padi tipe baru. Padi tersebut memiliki tekstur yang memungkinkan memiliki potensi hasil maksimal. Tipe tanaman yang dibentuk adalah malai panjang, jumlah anakan sedikit. Sifat lain yang diharapkan akan terbentuk adalah batang kuat, postur tanaman tegak, daun hijau tua dengan masa penuaan yang lambat, serta tahan terhadap hama penyakit utama.

Padi tipe baru mulai dikembangkan di IRRI dengan banyak memenfaatkan varietas lokal indonesia. Indonesia sendiri mulai merakit oadi tipe baru pada tahun 1985 dan terus dikembangkan sampai sekarang. Padi yang lebih banyak menarik perhatian dunia swasta adalah Padi Hibrida. Padi tipe baru dan padi hibrida, diharapkan merupakan terobosan teknologi yang dapat menciptakan lonjakan produksi nasional.

Download Artikel

Sumber referensi:
http://deptan.go.id

Saturday, April 28, 2012

RAPAT KERJA dan UP GREADING KSI 2012

Rapat Kerja dan Up Greading KSI diadakan di tempat kediaman mbak Ina tepatnya di Sapen, Mojolaban Sukoharjo. Kegiatan ini dimulai hari sabtu dan minggu pada  tanggal 21-22 April 2012.

Rapat Kerja KSI adalah membicarakan rencana-rencana kerja pengurus KSI serta kegiatan anggota yang akan dilakukan dengan satu atau lebih target yang akan dicapai. Adapun Rapat Kerja di lakukan semua bidang dan divisi kepengurusan KSI yaitu bidang Kesekretariatan, Bidang Kebendaharaan, Bidang Kaderisasi, Bidang Keilmiahan, dan Bidang Humas.
Up greading KSI adalah kegiatan bagi anggota kepengurusan KSI yang dikhususkan untuk meningkatkan Ukhuwah (persaudaraan) dan juga meningkatkan rasa pertanggungjawaban terhadap kepengurusan KSI.

Rapat Kerja dan Up Greading ini dihadiri oleh 40 orang peserta, hal ini kikarenakan masih banyaknya pengurus yang masih berada Kampung halaman masing-masing dan beberapa pengurus yang tidak dapat hadir dikarnakan adanya agenda lain.

Kegiatan Rapat Kerja dimulai pada hari sabtu 21 April 2012 pukul 09.00-22.00 WIB.
Dengan rangkaian agenda:
Pembukaan, motivasi dari PHT, Presentasi dari masing-masing bidang, pandangan umum ketua umum KSI & DPP PHT, matrikulasi perbidang dan penutupan RAKER.
Acara berjalan dengan baik dan tidak ada halangan sama sekali, tetapi Rapat Kerja di tunda sampai paginya dikarenakan ada beberapa agenda Rapat kerja KSI yang belum sempat di bahas.
Kegiatan Up Greading dimulai pada hari kedua yaitu pada hari minggu tanggl 22 April 2012 pukul
Dengan rangkaian agenda :
Olahraga pagi, outbond, dan sarasehan. Kegiatan ini untuk meningkatkan semangat dan persaudaraan  antar pengurus KSI dalam rangka menjalin kebersamaan dan juga meningkatkan rasa tanggung jawab antar anggota kepengurusan KSI 2012.

Acara berjalan dengan baik dan penuh nuansa kebersamaan, terlihat dari keceriaan dan kebersamaan dalam setiap rangkaian agenda, terkhususnya saat Up Greading. Tepat pada pukul 10.00 kegiatan Up greading diakhiri dengan penutupan.

Foto Foto Rapat Kerja dan Up greading KSI :








 














BERSAMA KSI "Tunjukkan kalau kita punya AKSI"

Friday, April 27, 2012

PERKEMBANGAN EMBRIO DAN IMPLANTASI PADA MAMALIA


A. Fase Embrionik
         Tahap awal perkembangan ternak mamalia diawali dengan peristiwa pertemuan/peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa fertilisasi. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel (cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio.Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :
  1. Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.
  2. Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage)
Tiga fase embrionik yaitu :
1. Morula
Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.Morulasi yaitu proses terbentuknya morula
2. Blastula
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.
3. Gastrula
Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.

Gambar 1. Fase Murola         









     




Gambar 2. Fase Blastula
     
     Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai tiga lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata.Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata.Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.

Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup. Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.

1. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera.
2. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
3. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.



      Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.

       Implantasi adalah suatu proses melekatnya blastosis ke endometrium uterus diawali dengan menempelnya embrio pada permukaan epitel endometrium, menembus lapisan epitelium selanjutnya membuat hubungan dengan sistem sirukulasiinduk. Implantasi pada manusia terjadi 2-3 hari setelah telur yang telah dibuahi memasuki uterus atau 6-7 hari setelah terjadinya fertilasi dimana ditandai dengan menempelnya blastosis pada epitel uterus. Dalam sistem reproduksi manusia, implantasi merupakan proses yang harus dilalui, dan keberhasilan proses ini membutuhkan kesiapan, koodinasi dan interaksi yang terus-menerus antara embrio dan induk. Endometrium banyak mengandung selama darah kaya akan gilikogen. sel-sel stroma terutama disekitar pembuluh darah mengalami hipertrofi keadaan ini sangat baik untuk implantasi dan pertumbuhan dari hasil konsepsi. Fetusakan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :

1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.

B. Implantasi
          Implantasi pada mamalia biasanya uterus membentuk suatu reaksi decidua sebagai respon. Di dalam kejadian ini stroma endometrium, sel fibroblastik ditransformasikan ke dalam bentuk sel decidua khusus. Sel ini ditandai dengan penonjolan epithelloid, kehadiran imti poliploid, akumulasi glikogen dan lipid di dalam sitoplasma, pembentukan banyak lisosom dan terjadi kontak antara sel dengan suatu hubungan yang kompleks. stroma endometrium ini akan menjadi edemtus sebab terjadi vasodilatasi dan penambahan permiabilitas pembuluh kapiler, peningkatan mitosis dan kegiatan metabolisme.

           Menurut Partodihardjo (1980), implantasi berlangsung secara bertahap. Tahap-tahap ini adalah tahap persentuhan embrio dengan endometrium, terlepasnya zona pelusida, pergeseranatau pembagian tempat dan yang terakhir ada1ah pertautan antara trofoblas dengan epitel endometrium. Tahap pelepasan zona pelusida adalah penting karena zona pe1usida merupaluran suatu penghalang untuk imp1antasi. Terlepasnya zona pelusida ada1ah sebagai aktivitas dari enzim proteolitik dari airan uterus. Pelepasan zona pelusida terjadi sebelum trofoblas melekat pada endometrium.
                                                       Gambar 3. Fase awal Implantasi
C. Peran Hormon Progesteron dan Oestradiol
        Pada masa awal kebuntungan progesteron dari korpus luteum inisangat diperlukan. Setelah masa transisi, plasenta mengambil alih peran korpus luteum danmenghasilkanprogesteron. Sintesi progesteron plasenta sangat bergantung pada hubungan antaramaternal dan plasenta. Sumber utama sintesis protein progesteron adalahkolesterol. Kolesterol ini masuk kedalam sitoplasma.Pengaruh-pengaruh khusus progesteron yang penting untuk kemajuan kehamilanyang normal adalah sebagai berikut:
  1. Progesteron menyebabkan sel-sel desidua tumbuh di endometrium uterus,dan sel-sel ini memainkan peranan penting dalam nutrisi embrio awal.
  2. Progesteron menurunkan kontraktilitas uterus gravid ,jadi mencegahkontraksi uterus yang menyebabkan abortus spontan.
  3. Progesteron juga membantu perkembangan hasil konsepsi bahkan sebelumimplantasi,karena progesteron secara khusus meningkatkan sekresi tubafallopii dan uterus menyediakan bahan nutrisi yang sesuai untuk perkembangan morula dan blastokista.
  4. Progesteron yang disekresikan selama kehamilan juga membantu estrogenmempersiapkan untuk laktasi.
         Seperti hal nya hormone oestradiol yang disekresi dari folikel ovarium, korpus luteum (sel sertoli). Sinyal pensekresi berupa FSH. Oestradiol berfungsi pada ternakbetina untuk mengatur sekresi gonadotropin pada siklus ovarian dan pada pria untuk umpan balik negatif pada sintesis testosteron oleh sel Leydig.

       Hasil penelitian yang dilakukan oleh G. E. Mann and G. E. Lamming (2001) menyatakan bahwa hormone progresteron dan oestradiol sangat dibutuhkan selama perkembangan fetus di dalam uterus. Penelitian yang menggunakan 33 ekor indukan sapi Fries Holstein yang tidak mengalami laktasi. Untuk melakukan sinkronisasi estrus maka ternak beberikan hprmon PGF2α. Hormon yang digunakan sebagai bahan percobaan adalah hormon progesterone, oestradiol, danPGFM (PGF2α). Pengaruh hormon progesteron dan oestradiol ini berpengaruh terhadap perkembangan embrio. Selama perkembangan embrio, meski terdapa perkembangan folikel, namun karena kandungan progresteron yang tinggi maka akan menekan produksi hormon estrogen.                                           

                                               Gambar 4 Perkembangan Hormon Progesteron

      Kekurangan hormon progesterone dalam maka akan berdampak pada kegagalan kebuntingan. Pemberian progesterone akan mengurangi kegagalan kebuntingan, hal tersebut dikarenakan perkembangan embrio sangat berkaitan dengan kandungan hormone progresteron. Pemberian hormon progesterone dapat dilakukan pada saat awal fase luteal .Namun dengan kadar hormon progesterone dan oestradiol ini mengakibatkan fertilisasi yang tertunda. Selain hormon progesterone, kebuntingan pada sapi ini juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dari hormon-hormon endocrine. Namun karena penelitian ini hanya berlangsung selama 16 hari, maka tidak dapat menjelaskan secara langsung peran penambahan hormone progesterone dan oertradiol pada masa perkembangan fetus.

     Hormone progesterone juga berperan dalam preparasi endometrium untuk implantasi. Maturasi endometrium yang tidak kuat dapat menyebabkan infertilisasi. Pemberian anti progestin meferistone dan onapristone selama fase luteal dapat menghambat meturasi endometrium dan implantasi embrio. Progesterone juga berperan dalam menjaga viabilitas embrio. Namun dalam reseptivitas maturasi endometrium tidak membutuhkan banyak hormone progesterone. Kinerja progresteron juga dipengaruhi oleh system metabolism hormone, dan dipengaruhi oleh efek dari ko activator dan repressor.

Sumber Referensi :
G. E. Mann and G. E. Lamming. 2001. Relationship between maternal endocrine environment, early embryo               development and inhibition of the luteolytic mechanism in cows. Vol. 121, 175–180
Partodihardjo, S. 1980. Ilmu Reprodksi Hewan. Mutliara. Jakarta.

Monday, April 23, 2012

Olimpiade ETOS Nasional 2012

OLIMPIADE ETOS NASIONAL (OENS) 2012
Tema : “Yang Muda Yang Membangun Negara”

1. KOMPETISI GAGASAN TERTULIS

  • Lomba bersifat kelompok (2—3 orang).
  • Tulisan berisi gagasan kreatif tentang usulan kontribusi mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan bangsa.
  • Tulisan bersifat objektif, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Tulisan memenuhi unsur ilmiah yang meliputi identifikasi masalah, analisis sintesis, kesimpulan dan saran, serta daftar pustaka.
  • Tulisan diketik di MS. Word 2003 atau 2007.


Format pengetikan:

  • Margin atas-kiri-bawah-kanan: 3-4-3-3 cm
  • Font: Times New Roman, 12 pt
  • Line spacing: 1,5
  • Dicetak di kertas HVS putih (tak bergaris dan polos) ukuran A4
  • Judul diketik di bagian paling atas, center, tanpa nama pengarang


Hadiah :

  1. JUARA I : Rp 2.500.000,00
  2. JUARA II : Rp 2.000.000,00
  3. JUARA III : Rp 1.500.000,00


2. KOMPETISI FOTO

  • Lomba bersifat perseorangan.
  • Foto mengandung pesan visual tentang semangat kontribusi bagi negera.
  • Foto diambil pada tahun 2012.
  • Ide foto asli, bukan jiplakan, maupun duplikasi dari hasil karya pihak lain.
  • Foto merupakan karya asli, bukan hasil editan.
  • Foto dikirim dalam ukuran 10 R.
Hadiah :
  1. JUARA I : Rp 2.000.000,00
  2. JUARA II : Rp 1.500.000,00
  3. JUARA III : Rp 1.000.000,00


Batas Waktu Pengiriman Karya : 27 Mei 2012

Sumber informasi: www.etos.or.id

Sunday, April 22, 2012

EARTH DAY 22 April 2012

Earth Day (Selamat Hari Bumi 22 April 2012) | Bumi semakin tua mari bersama jaga dan lestarikan bumi kita ini, dengan hal-hal kecil yang dimulai dari diri sendiri.



Satu tindakan kecil membuat bumi hijau, lebih berarti dibandingkan yang tidak berbuat apapun.

Menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita, dengan tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon atau tanaman, dan melakukan serangkaian aksi-aksi Go Green lainnya.

Uniknya, Google pun merayakan hari bumi dengan logo bertabur bunga dalam setiap huruf GOOGLE.

EARTH DAY 2012…CLEAN IT.. GREEN IT.. MEAN IT

Sejarah Hari Bumi.

Sejarah hari bumi atau Earth Day yang diperingati setiap tanggal 22 April telah banyak yang tahu. Banyak yang telah menuliskan sejarah awal mula Hari Bumi (Earth Day). Namun untuk menyambut peringatan Hari Bumi yang sebentar lagi tiba tidak ada salahnya kembali mengulas sejarah itu.

Sebagai mana diketahui, sejarah peringatan Hari Bumi (Earth Day) diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.

Gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Gaylord Nelson sejak tahun 1969. Saat itu Gaylord Nelson memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.
Gaylord Nelson, pencetus Hari Bumi 

Dukungan ini mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970.

Moment ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Tanggal 22 April juga bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya Hari Bumi (Earth Day) diperingati.

Sejarah mencatat, Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beraggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.

PBB sendiri memilih tanggal 20 Maret saat di mana matahari tepat diatas khatulistiwa sebagai peringatan Hari Bumi. Ini mengacu pada ide “hari bagi orang-orang Bumi” yang dicetuskan aktivis perdamaian John McConnell. Hari yang lebih dikenal sebagai “Hari Bumi Equinoks” ini diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global. PBB secara resmi merayakannya 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.

Berdasarkan sejarah lahirnya Hari Bumi ini, tidak ada salahnya jika kita semua ikut mendukung penyelenggaraan Hari Bumi. Meskipun kita semua sadar bahwa untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup tidak harus menunggu datangnya tanggal 22 April.

Sumber : http://green.kompasiana.com

By :  Humas - MedInfo

Saturday, April 21, 2012

Download Materi Kuliah Agribisnis Semester 3

Berikut ini merupakan kumpulan materi kuliah yang sip dan jos abis. Kumpulan ebook yang bisa anda dapatkan hanya disini. Free Download Materi Kuliah Semester 3 Agribisnis. Semoga postingan ini dapat memperkaya referensi Anda dalam dunia Agribisnis.

Free Download Materi Kuliah Agribisnis Mata Kuliah Akuntansi
  1. Akuntansi & Lingkungannya.
  2. Dasar Dasar Pembukuan akuntansi.
  3. Jurnal dan Posting.
  4. Jurnal Penyesuaian.
  5. Jurnal Penutup.
  6. Direktori Softfile Mata Kuliah Akuntansi


Free Download Softfile Materi Kuliah Mata Kuliah Ekonomi Makro 
  1. Permintaan dan Penawaran Uang.
  2. Pendapatan Nasional.
  3. Pendahuluan Ekonomi Makro.
  4. Keseimbangan Pendapatan Nasional.
  5. Fiskal.
  6. Teori Konsumsi.
  7. Direktori File Ekonomi Makro

Free Download Materi Mata Kuliah Ekonomi Mikro
  1. Teori Produksi.
  2. Isocost, Isoquant, Isocross.
  3. Silabus RPPKBM Ekonomi Mikro.
  4. Handout Modul Pembelajaran Ekonomi Mikro Undip.
  5. Direktori Softfile Materi Kuliah Ekonomi Mikro.

Free Download Materi Kuliah Ilmu Usahatani
  1. Materi Pendahuluan Ilmu Usahatani.
  2. Modal dan Peralatan.
  3. Direktori Softfile Materi Kuliah Ilmu Usahatani.
Free Download Materi Mata Kuliah Kependudukan
  1. Teori Penduduk.
  2. Direktori Softfile Mata Kuliah Kependudukan.

Free Download Materi Mata Kuliah Metode Ilmiah
  1. Pendahuluan.
  2. Ilmu dan Teknologi.
  3. Direktori Softfile Mata Kuliah Metode Ilmiah.

Free Download Materi Mata Kuliah Pengembangan Masyarakat

Semoga Bermanfaat :)

Powered  by : HUMAS KSI

Thursday, April 19, 2012

PERTANIAN BERKELANJUTAN BERBASIS SISTEM PERTANIAN ORGANIK


Setiap musim tanam selalu saja petani kita “berteriak” memelas karena pupuk langka. Sering pula hama yang ada berubah makin ganas dan menjadi kebal terhadap “obat” pertanian yang ada. Kemudian, walaupun ada sebagian petani dengan bercocok tanam secara organik, namun ternyata pupuk organik sulit didapat dan tergantung juga pada produsen pupuk (organik). Ketiga hal ini paling tidak menunjukkan bahwa pola pertanian kita masih jauh dari standar berkelanjutan.

Ada beberapa definisi yang menjelaskan batasan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Secara garis besar Zamor (1995) mengemukakan kriteria sistem pertanian berkelanjutan, yakni: Keberlanjutan Secara Ekonomi, Pola pertanian yang dikembangkan bisa menjamin infestasi dalam bentuk tenaga dan biaya yang telah dikeluarkan petani, dan hasil yang didapat petani mencukupi kebutuhan keluarganya secara layak. Keberlanjutan ekonomi berarti juga meminimalkan atau bahkan meniadakan biaya eksternal dalam proses produksi pertanian.

Dalam poin keberlanjutan ekonomi ini, masih banyak terlihat bahwa petani (dan pertanian) kita belum sustain secara ekonomi dalam pengelolaan pertaniannya. Sebagai contoh, di lapangan penulis banyak menjumpai petani yang harus (terus-menerus) berutang menjelang musim tanam (untuk biaya produksi dan alat). Ketergantungan petani atas input dari luar (terutama pupuk dan pestisida) adalah bukti paling nyata.


Jadi kita harus memulai (saat ini juga) memperkenalkan kepada para petani kita beberapa alternatif model pertanian, semisal LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture). Dimana dengan LEISA ini kemandirian petani lebih terjamin, selain itu juga ramah lingkungan. Di beberapa tempat lain, system pertanian hutan-tani (agroforestry) justru dapat menjadi jalan keluar.



Keberlanjutan Ekologi

Keberlanjutan ekologis adalah upaya mengembangkan agroekosistem agar memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kurun waktu yang lama melalui pengelolaan terpadu untuk memelihara dan mendorong peningkatan fungsi sumber daya alam yang ada. Pengembangan sistem juga berorientasi pada keragaman hayati (biodiversity).

Praktik-praktik budidaya tanaman yang menyebabkan dampak negatif pada lingkungan harus di hindari. Penulis menjumpai di lapangan, bahwa petani sering menyemprot pestisida pabrikan walaupun tidak ada hama. Seolah ada ketakutan yang dalam jika tidak disemprot pastilah akan kena serangan hama. Tanaman melon di Kab Sukoharjo Jateng misalnya, sejak menjelang berbunga hingga menjelang panen, dapat di semprot dengan pestisida hingga tiga kali sehari oleh petani.

Saking akrabnya petani dengan pola asal semprot-semprot ini ditunjukkan dengan kebiasaan mereka menyebut pestisida sebagai obat. Padahal pestisida adalah racun (pest=hama sida=racun) bukan obat. Bahkan banyak pula petugas penyuluh yang menyebut pestisida sebagai obat. Padahal sudah banyak ulasan tentang bahaya residu pestisida terhadap petani, lingkungan dan konsumen.

Hal lain, kebiasaan menyemprot pestisida secara over-dosis ini dapat menyebabkan tumbuhnya kekebalan pada hama yang selamat. Sehingga generasi hama berikutnya tidak lagi mempan disemprot dengan dosis yang sama, atau pestisida yang sama. Di lapangan dijumpai kebiasaan petani meng-oplos berbagai merk pestisida untuk mendapatkan hasil yang lebih ampuh (dalam banyak kasus, justeru penyuluh pertanianlah yang mengajarkan petani akan perihal berbahaya ini).

Selain berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan, syarat mutlak sistem pertanian berkelanjutan adalah keadilan sosial, dan kesesuaian dengan budaya lokal. Yakni penghargaan martabat dan hak asasi individu serta kelompok untuk mendapat perlakuan adil. Misalnya adanya perlindungan yang lebih tegas atas hak petani dalam penguasaan lahan, benih dan teknologi lokal yang sering “dibajak” oleh kaum pemodal.

Sistem yang harus dibangun juga menyediakan fasilitas untuk mengakses informasi, pasar dan sumberdaya yang terkait pertanian. Hal mana harus menjamin “harga keringat petani” untuk mendapat nilai tukar yang layak, untuk kesejahteraan keluarga tani dan keberlanjutan modal usaha tani.


sumber : http://pak-tani-ke-sawah.blogspot.com

By : Humas - MedInfo

Wednesday, April 18, 2012

Grand Opening KSI CLASS - MAWAPRES (Mahasiswa Berprestasi)




Ingin menjadi mahasiswa berprestasi dan bisa dapet beasiswa ke luar negeri?
Ayo gabung bersama kami di acara KSI CLASS - Mahasiswa Berprestasi  (MAWAPRES) dengan tema "Persiapan Menjadi Mahasiswa Berprestasi" Special Speaker Greget Kalla Buana mahasiswa berprestasi tahun 2012.
Acaranya hari Senin, 30 april 2012 jam 15.30 di Ruang 7 Gedung A Fakultas Pertanian UNS
Fasilitas : Sertifikat, Snack dan Souvernir
Murah kok hanya 5000 saja,, buruan gabung di GO KSI CLASS

Daftar : GOKSI_Nama Lengkap_ NIM_Nomor HP
Kirim ke 0822 6537 9997 (LUKMAN)

Saturday, April 14, 2012

PHSL Dukung Peningkatan Produksi Padi

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam upaya peningkatan produksi padi di Kalimantan Barat adalah bagaimana penggunaan pupuk secara efisiensi dan dapat meningkatkan produktivitas padi yang terkait langsung dengan peningkatan pendapatan petani dan kelestarian lingkungan.

Anjuran takaran pemupukan padi sawah secara nasional dinilai belum efisien karena beragamnya kondisi kesuburan tanah antar wilayah/lokasi. Penetapan rekomendasi takaran pemupukan yang bersifat nasional dinilai sudah kurang relevan karena berbagai faktor seperti kaitannya dengan kompetensi metode uji, daya dukung lahan, dan kebutuhan tanaman akan hara yang beragam.

Pada tahun 2011 – 2012 BPTP Kalimantan Barat melakukan kerjasama dengan Lembaga Penelitian Padi International (International Rice Research Institute/IRRI) tentang pemupukan hara spesifik lokasi padi sawah dan kajian petak omisi di Kalimantan Barat. Kegiatan dilakukan di Desa Sepang dan Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Pontianak pada musim penghujan (2011/2012) serta di musim kemarau tahun 2012 dilakukan di Desa Anjungan dan Pakbuluh Kecamatan Anjungan, Kabupaten Pontianak.

Pemupukan Hara Spesifik Lokasi yang juga disebut PHSL merupakan suatu aplikasi dan pengelolaan hara secara dinamis disesuaikan dengan kebutuhan tanaman menurut lokasi dan musim. Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan keuntungan petani melalui peningkatan hasil padi per unit pupuk yang digunakan, hasil padi yang lebih tinggi, dan berkurangnya kerusakan oleh hama dan penyakit.

PHSL ini adalah suatu aplikasi internet melalui website IRRI di http://webapps.irri.org/nm/id dan telepon seluler yang ditujukan bagi para penyuluh pertanian lapangan serta petani sebagai pedoman dalam menentukan takaran/dosis pupuk dan waktu pemberian pupuk untuk padi di lahan sawah.

PHSL dapat dijadikan acuan bagi Pemerintah Propinsi dan Kabupaten serta pemangku kepentingan lainnya guna merekomendasikan teknologi pemupukan spesifik lokasi untuk tanaman padi sawah, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Selain itu, dapat memberikan sumbangan kepada Kementerian Pertanian  terhadap penyediaan pangan nasional.

Hasil kajian menunjukkan bahwa petani padi di Desa Sepang dan Kecurit dapat menghemat pupuk sekitar 25% dan meningkatkan produksi sekitar 20%  melalui rekomendasi pemupukan ini. Hasil yang sudah dipanen di Desa Sepang pada lahan sawah tadah hujan rata – rata produktivitas padi dengan rekomendasi pemupukan PHSL sebesar 4,7 t/ha sedang hasil dari pemupukan yang biasa dilakukan petani sebesar 4,1 t/ha.

Sumber: BPTP Kalimantan Barat
 
                                                                                                                       By : Humas - MedInfo

Tuesday, April 10, 2012

Budidaya Nephenthes (Kantong Semar)


Siapa yang tidak kenal nepenthes, yang merupakan tanaman sangat unik. Diujung-ujung daunnya terdapat kantong yang bentuknya unik. Menyerupai perut tokoh wayang Semar. Karena itu, nepenthes dikalangan penggemar tanaman hias lebih akrap disebut kantong semar. Banyak orang salah kira. Kantong pada nepenthes ini bukanlah bunga, melainkan bagian daun di ujung yang membentuk kantong. Yang berfungsi untuk menangkap makanan.
Asal nepenthes banyak terdapat dihutan-hutan Indonesia, malaysia dan Brunei. Yang merukapakan negara pusat penyebaran nepenthes terbesar didunia. Diantaranya terdapat jenis : nepenthes diata, nepenthes bicalcarata, nepenthes aristolochiodes, nepenthes reinwardtiana dan masih banyak lagi.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan jenis nepenthes. Penyebarannya ada yang hidup pada daerah dataran tinggi dan ada yang di daerah dataran rendah. Keberadaan daerah inilah yang banyak menyebabkan kegagalan yang dialami para pemelihara nepenthes. Nepenthes dari dataran tinggi tidak akan bisa tumbuh pada daerah dataran rendah demikian sebaliknya.
Sekarang ini sudah ditemukan kantong semar atau nepenthes ini yang bisa tumbuh baik pada dataran tinggi maupun rendah. Seperti nepenthes veitchii, nepenthes tobaica, nepenthes stenophylla, nepenthes gracilis, nepenthes mirabilis.



Budidaya NepenthesBudidaya Nepenthes
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar nepenthes dapat tumbuh dengan baik :

Ketinggian Tempat dan Suhu :
1. Nepenthes dataran rendah (0 – 1000 m dpl)
Umumnya hidup pada kisaran suhu 20 – 35 derajat Celcius
2. Nepenthes dataran tinggi (> 1000 m dpl)
Suhu 10 – 30 derajat Celcius. Ada beberapa jenis nepenthes dataran tinggi yang menghendaki suhu rendah hingga 4 derajat celcius untuk dapat tumbuh dengan baik. Bagi mereka yang tinggal di dataran rendah dapat menggunakan ruangan berpendingin ataupun lemari es untuk menaruh tanaman jenis dataran tingginya pada malam hari.
3. Nepenthes intermediate, yg dapat tumbuh baik di dataran rendah dan tinggi.

Kelembaban 
Kelembaban udara yang tinggi, diatas 70%, merupakan syarat penting bagi nepenthes untuk tumbuh baik dan mengeluarkan kantung. Jika kelembaban terlalu rendah, sudah dipastikan jika nepenthes tak akan membetuk kantung dan tumbuh merana. Kelembaban yang tinggi dapat dihasilkan dengan cara menyiram tanaman setiap hari, Di samping itu, memelihara tanaman dekat dengan kolam atau sumber/genangan air lainnya juga membantu kelembaban udara tetap tinggi.

Beberapa jenis nepenthes dari Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Filipina, yang hidup di padang rumput, dapat hidup dengan kelembaban yang rendah pada musim kering, karena memereka memiliki akar yang membesar seperti umbi, sebagai tempat penyimpanan air.

Media tanam 
1. Nepenthes terrestrial.
Nepenthes jenis ini lebih menghendaki media yang padat dan mampu memegang air. namun tidak becek. Contoh : campuran cocopeat, pasir dan arang sekam.
2. Nepenthes epifit.
Nepenthes jenis ini lebih menghendaki media yang ringan dengan ruang udara yang cukup besar (tidak padat), namun tetap dapat menyimpan banyak air.
Contoh : sphagnum moss.

Catatan:
Campuran cocopeat dan arang sekam, atau sphagnum moss biasanya cocok untuk kebanyakan jenis nepenthes baik terrestrial maupun epifit.

Sinar matahari
Tanaman yang kekurangan sinar matahari umumnya tidak membentuk kantung, etiolasi, dan tanaman tampak lemah.
Tanaman yang mendapat terlalu banyak sinar matahari dapat menimbulkan bercak-bercak pada daun, daun terbakar, ataupun gagal berkantung karena kering.

1. Sinar matahari langsung.
Beberpapa nepenthes dataran rendah seperti N. gracilis, N. mirabilis, dan sebagian besar jenis dataran tinggi umumnya menyukai sinar matahari langsung.
2. Sinar matahari tak langsung.
N. ampullaria dan N. longifolia tumbuh dengan baik dengan sinar matahari tak langsung.

Catatan: Nepenthes yang menyukai sinar matahari tak langsung dapat tumbuh dengan baik dengan sinar matahari langsung apabila kelembaban udara selalu tinggi, dan nutrisinya terpenuhi.

Pemupukan. 
Pemupukan dapat membantu pertumbuhan tanaman dan mencegah serangan penyakit.

Cara pemupukan :
1. Memasukan pupuk, serangga, atau sumber makanan lainnya ke kantung.
2. Pemberian pupuk daun.
3. Penyiraman pupuk.
4. Penaburan pupuk slow release.

Yang perlu diperhatikan :
Pilih pupuk yang tidak mengandung urea dan ammonium yang tinggi.
Pupuk dengan kandungan seperti diatas dapat menyebabkan tanaman keracunan = terbakar, ataupun bila tak terbakar, daun akan terlalu besar dengan kantung yang kecil atau tanpa kantung.
Pemupukan dapat dilakukan dengan dosis hingga sesuai anjuran label, satu minggu sekali. Diantara waktu pemupukan, tanaman harus banyak disiram dengan air, hingga tidak ada pupuk yang mengendap di media.


Pengendalian hama dan penyakit. 
Hama :
Ulat, belalang, kutu putih, tungau, dll

Penyakit :
Busuk pangkal batang, busuk pucuk, dll.
Busuk pangkal batang biasanya terjadi bila media tanam yang kita gunakan terlalu basah/mengenang. Maka pemilihan media yang baik airasinya merupakan salah satu cara mencegah penyakit ini.

Pencegahan dan Pengendalian HPT :
- Mekanis dan penyemprotan pestisida.
Jika serangan hama tidak terlalu parah dan tanaman kita tidak terlalu banyak, pengendalian dapat dilakukan secara manual dengan cara menangkap hama yang menggangu. Penggunaan pestisida dapat dilakukan sesuai anjuran di label.

Perbanyakan :
1. Biji
Biji didapat dengan cara menyerbuki bunga betina dengan pollen dari bunga jantan. Tanaman yang diperbanyak dari biji baru akan menjadi dewasa pada umur 3-4 tahun.
2. Stek
- Stek dapat dilakukan dengan cara memotong batang tanaman dewasa yang telah memanjang.
- Bahan stek yang digunakan dapat berupa pucuk ataupun bagian batang lainnya yang masih berwarna hijau.
- Stek dapat berupa stek satu mata hingga lebih dari lima mata tunas.
- Umumnya, nepenthes tidak memerlukan hormon tambahan untuk merangsang perakaran. Namun untuk beberapa spesies, hormon dapat membantu mempercepat perakaran. Kelebihan hormon dapat menyebabkan stek menjadi busuk.
3. Pemisahan anakan
Nepenthes umumnya mengeluarkan anakan setelah tanaman menjadi dewasa. Anakan dipisah dari induknya sebaiknya jika ia telah memiliki akar sendiri
4. Cangkok
Mencangkok nepenthes dapat dilakukan seperti mencangkok tanaman berkayu lainnya.
5. Merunduk
Merunduk nepenthes juga dapat dilakukan seperti merunduk tanaman lainnya.

Tips lainnya : 
1. Ketika anda ingin membeli nepenthes, tanyakan kepada penjual apa jenis nepenthes tersebut, dan dari mana asalnya. Pastikan bahwa tanaman yang anda beli benar-benar sehat. segar serta kokoh. Banyaknya kantung merupakan salah satu indikasi bahwa tanaman tesebut sehat dan telah dibudidayakan dengan baik.

2. Jika anda belum berpengalaman, pilihlah jenis-jenis yang mudah untuk dipelihara. Contoh-contoh nepenthes yang baik untuk pemula diantaranya N. gracilis, N. ampullaria, N. rafflesiana, N. x hookeriana, N. reindwartiana, N. truncata, N. bellii, untuk jenis dataran rendah dan N. khasiana, N ventricosa, dan N. x ventrata untuk jenis intermediet.







                                                                                                           By : Humas - MedInfo

Monday, April 9, 2012

Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa 2012


Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi kali ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Perguruan Tinggi untuk terlibat dalam Program Fasilitas Perguruan Tinggi Provinsi Jawa Tengah "Lomba Karya Tulis Inovativ Mahasiswa 2012". Lingkup bidang kajian LKTIM Provinsi Jawa Tengah yang mencakup 5 (lima) kategori:

1. Sosial
2. Ilmu Terapan
3. Pendidikan
4. Ekonomi
5. Ilmu alam
Kategori Ilmu Sosial mencakup disiplin-disiplin, Sosial Politik, Psikologi, Hukum, Agama, dan sejenisnya. Kategori Ilmu Terapan diantaranya meliputi, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kesehatan, Farmasi, Teknik, Lingkungan, Sipil, Arsitektur, Desain, Elektronika, dan Komputer. Kategori Ilmu Pendidikan meliputi disiplin-disiplin keguruan dan kependidikan. Kategori Ilmu Ekonomi meliputi disiplin ilmu-ilmu Ekonomi, Akuntansi, dan studi Pembangunan. Sedang Kategori Ilmu Alam antara lain meliputi disiplin-disiplin ilmu murni Kimia, Fisika, Matematika dan Biologi.

untuk informasi mengenai informasi lengkap dan sistematika penulisannya dapat lihat langsung buku pedomannya yang dapat diperoleh di Kesekretariatan KSI FP UNS atau dapat di download di sini.

untuk mendukung keikutsertaan mahasiswa untuk mengikuti Program di atas, dari KSI melalui Divisi Pengembangan Inovasi dan Kreatifitas Mahasiswa (PIKMA) insyaAllah siap untuk melakukan pendampingan secara langsung. 

Kunjungan Kastrat de Geneeskunde ke Kelompok Studi Ilmiah Faperta UNS

Tepat pada tanggal 09 April 2012 jam 15.30 WIB, kami keluarga KSI FP UNS menerima kunjungan dari Kastrat de Geneeskunde untuk bersilaturahmi dan membahas beberapa pokok pembahasan. Kastrat de Geneeskunde adalah organisasi yang bergerak di bidang keilmiahan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS.

JENIS DAN KARAKTERISTIK KAMBING LOKAL INDONESIA

Gambar Pejantan Kambing Peranakan Etawa
Di Indonesia memiliki beberapa jenis kambing loka; yang memiliki potensi yang baik yang tersebar hamper di seluruh Indonesia. Banyaknya kambing persilangan menyebabkan kambing lokal di Indonesia menjadi semakin terpuruk. Hal tersebt dikarenakan kualitas genetic kambing likal masih kalah dengan kambing lokal. Namun hal tersebut tidak dapat mengakibatkan kambing lokal sudah tidak diternakan lagi. Justru pada saat ini banyak peternak yang mulai mengembangkan kambing lokal. Berikut adalah beberapa jenis kambing lokal Indonesia:
A.    Kambing Marica
Kambing Marica yang terdapat di Propinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk kategori langka dan hampir punah (endangered). Daerah populasi kambing Marica dijumpai di sekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopheng dan daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan. Kambing Marica punya potensi genetik yang mampu beradaptasi baik di daerah agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah. Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu.
Table 1. Karakteristik morfologik tubuh kambing Marica
No
Uraian
Betina
Jantan
1
Bobot/kg
20,26
22,8
2
Panjang badan/cm
56,4
58,6
3
Tinggi pundak/cm
55,7
57,6
4
Tinggi pinggul/cm
50,6
59,7
5
Lingkar dada/cm
54,4
51,7
6
Lebar dada/cm
15,9
15,6
7
Dalam dada/cm
27,6
23,2
8
Panjang Tanduk/cm
7,4
12,1
9
Panjang telinga/cm
10,3
11,6
10
Lebar telinga/cm
6,1
5,9
11
Type telinga
Tegak
Tegak
12
Panjang ekor/cm
11,6
11,3
13
Lebar ekor/cm
3,9
3,6


Di duga jumlah populasi kambing ini secara perlahan-lahan mengalami pengurangan dan sudah mulai susah dijumpai. Namun pada daerah topografi tanah perbukitan dan berbatu-batu sekitar pantai, ternak ini nampaknya dapat beradaptasi sangat baik dengan kondisi rumput yang minim dan kering pada musim kemarau. Ciri yang paling khas pada kambing ini adalah telinganya tegak dan relatif kecil pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduk pendek dan kecil serta kelihatan lincah dan agresif. Kambing ini memiliki karakteristik yang hamper sama dengan kambing kacang, namun terdapatperbedaan pada penampilan tubuh lebih kecil dibanding kacang, telinga berdiri menghadap samping arah ke depan, tanduk relatif kecil dan pendek.
 B.     Kambing Samosir

Berdasarkan sejarahnya kambing ini dipelihara penduduk setempat secara turun temurun di Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Kondisi Kabupaten Samosir adalah iklim kering dataran tinggi berbukit. Dengan selang waktu yang lama dan beradaptasi dengan kondisi alam yang cenderung kering berbatu-batu serta topografi berbukit ternak kambing di duga mengalami proses seleksi dan beradaptasi dengan lingkungan di Pulau Samosir sehingga membentuk kambing yang spesifik lokasi yang disebut kambing Samosir atau kambing Batak oleh orang penduduk setempat.
Asal usul kambing tersebut tidak dapat diketahui secara pasti, namun secara historis kambing ini mempunyai peranan yang sangat penting untuk keperluan upacara adat setempat seperti perencanaan pembangunan rumah, pernikahan, pembangunan tugu /makam dan acara ritual tolak bala. Kambing yang dipersembahkan untuk acara tersebut adalah kambing jantan putih mulai dari tubuh, kepala, kaki, tanduk dan kuku.
Bobot badan kambing Samosir ini lebih besar jika dibandingkan dengan kambing Marica, atau hampir sama besarnya dengan kambing Kacang, tetapi ciri khas yang paling menonjol adalah warna bulu putihnya sangat dominan. Warna tanduk dan kukunya juga agak keputihan. Kambing Samosir ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ekosistim lahan kering dan berbatu-batu, walaupun pada musim kemarau biasanya rumput sangat sulit dan kering. Kondisi pulau samosir yang topografinya berbukit, ternyata kambing ini dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik.


Table 2. Penyebaran warna tubuh kambing spesifik lokal Samosir
Bagian tubuh
Warna
Hitam
Putih
Belang putih hitam
n
%
n
%
n
%
Leher
83
84,57
0
0
14
14,43
Kepala
56
60,82
0
0
41
38,18
Kaki
58
59,79
0
0
39
40,21
Ekor
86
88,66
0
0
11
11,34
Tanduk
48
49,48
22
22,68
27
27,84
Kuku
42
43,30
24
24,74
31
31,96

Table 3. Karakteristik morfologik tubuh kambing Samosir
Parameter
± 1 tahun (gigi susu)
Betina Dewasa
Jantan Dewasa
N (ekor)
20
64
13
Pj.badan/cm
46,61±4,16
57,61±5,33
52,41±5,61
Tg.pundak/cm
43,27±4,45
50,65±5,28
48,30±6,37
Tg.pinggul/cm
45,42±5,66
53,22±5,43
50,62±5,21
Lkr.dada/cm
42,52±4,26
57,23±4,92
51,65±4,37
Dlm dada/cm
18,87±3,73
28,67±4,21
21,41±4,12
Lbr dada/cm
12,68±2,87
17,72±2,13
14,87±2,16
Pj. Tanduk/cm
4,53±2,38
7,61±4,23
11,37±2,11
Pj.telinga/cm
8,78±1,22
9,48±1,46
10,26±1,68
Lbr telinga/cm
6,16±1,10
7,53±0,37
6,43±0,83
Type telinga
Tegak
Tegak
Tegak
Pj ekor/cm
7,26±0,93
10,21±1,07
10,33±1,26
Lbr ekor/cm
2,18±0,33
3,72±0,27
3,49±0,48
Garis muka
Lurus
Lurus
Lurus
Bobot badan,Kg
14,33±3,08
26,23±5,27
20,13±4,47









C.     Kambing Muara
Kambing Muara dijumpai di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara di Propinsi Sumatera Utara. Penampilannya kambing ini nampak gagah, tubuhnya kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam. Bobot kambing Muara lebih besar dibandingkan dengan kambing Kacang dan diduga kambing prolifik. Dari hasil wawancara dengan petani setempat kambing ini dulunya di datangkan oleh pemerintah setempat, tetapi pada saat pertama didatangkan banyak kambing yang mati akibat manajemen pemeliharaan kambing yang masih sangat tradisional dan dilepaskan sepanjang hari dilingkungan pedesaan. 
Kambing Muara ini juga sering juga beranak dua sampai empat sekelahiran (prolifik). Walaupun anaknya empat ternyata dapat hidup sampai besar walaupun tanpa pakai susu tambahan dan pakan tambahan tetapi penampilan anak cukup sehat, tidak terlalu jauh berbeda dengan penampilan anak tunggal saat dilahirkan. Hal ini di duga disebabkan oleh produksi susu kambing relatif baik untuk kebutuhan anak kambing 4 ekor.
Table 4. Karakteristik morfologik tubuh kambing Muara
No.
Uraian
Betina
Jantan
1
Bobot/kg
49,4
68,3

2
Panjang badan/cm
75,8
96,3

3
Tinggi pundak/cm
69,7
87,6

4
Tinggi pinggul/cm
72,2
89,2

5
Lingkar dada/cm
84,5
98,7

6
Lebar dada/cm
18,6
38,5

7
Dalam dada/cm
38,7
50,7

8
Panjang Tanduk/cm
13,4
27,2

9
Panjang telinga/cm
18,3
19,4

10
Lebar telinga/cm
8,3
8,8

11
Type telinga
Jatuh
Jatuh

12
Panjang ekor/cm
10,5
9,7

13
Lebar ekor/cm
4,6
5,2

Rata-rata bobot badan dewasa atau induk adalah sekitar 49,4 Kg dan pejantan dewasa sekitar 68,3 Kg. Dari penampilannya kambing ini termasuk tipe pedaging tetapi kemungkinan di duga bisa juga di kembangkan sebagai kambing tipe perah. Hal ini didasarkan penampilan ambing susu juga relatif lebih besar sehingga dapat meproduksi susu lebih banyak. Dibandingkan dengan kambing Kacang dan Peranakan Ettawah (PE), kambing Muara ini nampaknya lebih baik dari segi produksi dagingnya. Lebar dan dalam dada kambing Muara lebih panjang jika dibandingkan dengan kambing PE, bentuk badannya bulat, cenderung mengarah kemiripan dengan tubuh kambing Boer. Bentuk telinga kambing Muara agak panjang dan jatuh tetapi telinga PE lebih panjang dan hidung tidak melengkung seperti kambing Boer atau PE. Tanduk sedang serta panjang badan lebih panjang dibandingkan dengan kambing Kacang.

D.    Kambing Kosta
Lokasi penyebaran kambing Kosta dilaporkan ISA (1953) dalam Setiadi et al., (1997) ada di sekitar Jakarta dan Propinsi Banten. Kambing ini dilaporkan mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadang-kadang ada yang melengkung, tanduk pendek dan berbulu pendek. Kambing ini diduga terbentuk dari persilangan kambing Kacang dengan salah satu rumpun kambing impor (Khasmir/Angora/Etawah). 
Table 5. Karakteristik morfologik tubuh kambing Kosta
No.
Uraian
Betina
Jantan
1
Bobot/kg
24,4
46,5
2
Panjang badan/cm
60,9
74
3
Tinggi pundak/cm
56,9
73,5
4
Tinggi pinggul/cm
60,5
75
5
Lingkar dada/cm
68,2
83
6
Lebar dada/cm
13,9
21
7
Dalam dada/cm
-
-
8
Panjang Tanduk/cm
9,4
19,5
9
Panjang telinga/cm
13,8
19
10
Lebar telinga/cm
-
-
11
Type telinga
Tegak
Tegak
12
Panjang ekor/cm
10,3
15,5
13
Lebar ekor/cm
3,7
5
Dari hasil pengamatan, ternyata sebaran warna dari kambing Kosta ini adalah coklat tua sampai hitam. Dengan presentase terbanyak hitam (61%), coklat tua (20%), coklat muda (10,2%), coklat merah (5,8%), dan abu-abu (3,4%). Pola warna tubuh umumnya terdiri dari 2 warna, dan bagian yang belang didominasi oleh warna putih. Persentase sebaran warna; satu warna 38%, dua warna 56%, dan 3 warna 6%. Hasil pengamatan Setiadi et al., (2000) pada kondisi eksitu menunjukkan bahwa rataan lama bunting kambing Gembrong adalah 146,33 hari dengan kisaran 142-148 hari. Rataan jumlah anak sekelahiran sebesar 1,71. Ini menunjukkan kambing Kosta cukup prolifik dengan rataan bobot lahir untuk kelahiran tunggal 1,9 Kg dan kelahiran kembar 1,49 Kg. Permasalahan pengembangan kambing Gembrong adalah masih tingginya laju mortalitas anak periode pra-sapih umumnya pada minggu pertama setelah kelahiran yakni sebesar 42,16 %.

E.     Kambing Gembrong
Asal kambing Gembrong terdapat di daerah kawasan Timur Pulau Bali terutama di Kabupaten Karangasem. Ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang. Panjang bulu sekitar berkisar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm. Dari berbagai ukuran yang didapat (panjang tubuh, tinggi pundak, lingkar dada dan tinggi pinggul) ternyata kambing Gembrong ini lebih kecil dari kambing PE namun lebih besar dari kambing Kacang. Semakin besar ukuran permukaan tubuh, semakin berat bobot badannya. Dari pengamatan ini didapatkan berat badan betina dewasa adalah 27,6 kg. Bobot badan kambing Gembrong lebih rendah dari kambing PE betina dewasa (40,2 kg) dan kambing Jawa randu betina dewasa (28,7 kg), Namun sedikit lebih tinggi dari kambing Kacang (23,8 kg) (SETIADI et al.,1997).
Table 6. Karakteristik morfologik tubuh kambing Gembrong
No.
Uraian
Betina
Jantan
1
Bobot/kg
27,6
42
2
Panjang badan/cm
62,6
71,5
3
Tinggi pundak/cm
64,2
66
4
Tinggi pinggul/cm
66,6
69
5
Lingkar dada/cm
70,9
76,5
6
Lebar dada/cm
14,1
17
7
Dalam dada/cm
-
-
8
Panjang Tanduk/cm
10,1
18,5
9
Panjang telinga/cm
17,1
18,5
10
Lebar telinga/cm
-
-
11
Type telinga
Tegak
Tegak
12
Panjang ekor/cm
12,1
14,5
13
Lebar ekor/cm
4,1
5












Warna tubuh dominan kambing Gembrong pada umumnya putih (61,5%) sebahagian berwarna coklat muda (23,08%) dan coklat (15,38%). Pola warna tubuh umumnya adalah satu warna sekitar 69,23% dan sisanya terdiri dari dua warna 15,38% dan tiga warna 15,38%. Rataan litter size kambing Gembrong adalah 1,25. Rataan bobot lahir tunggal 2 kg dan kembar dua 1,5 kg. Tingkat kematian pra-sapih sebesar 20%.

F.     Kambing Peranakan Ettawah (PE)
Kambing Peranakan Ettawah (PE) merupakan hasil persilangan antara kambing Ettawah (asal India) dengan kambing Kacang, yang penampilannya mirip Ettawah tetapi lebih kecil. Kambing PE tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah). Peranakan yang penampilannya mirip Kacang disebut Bligon atau Jawa randu yang merupakan tipe pedaging.
Ciri khas kambing PE antara lain bentuk muka cembung melengkung dan dagu berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh berawal dari sudut janggut, telinga panjang, lembek menggantung dan ujungnya agak berlipat, ujung tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke belakang, bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung dan paha, bulu paha panjang dan tebal. Warna bulu ada yang tunggal; putih, hitam dan coklat, tetapi jarang ditemukan. Kebanyakan terdiri dari dua atau tiga pola warna, yaitu belang hitam, belang coklat, dan putih bertotol hitam.
Gambar 6. Kambing peranakan Ettawah (PE) hampir menyebar diseluruh Indonesia
Tabel 7. Karakteristik morfologik tubuh kambing Peranakan Ettawah (PE)
No.
Uraian
Betina
Jantan
1
Bobot/kg
40,2
60
2
Panjang badan/cm
81
81
3
Tinggi pundak/cm
76
84
4
Tinggi pinggul/cm
80,1
96,8
5
Lingkar dada/cm
80,1
99,5
6
Lebar dada/cm
12,4
15,7
7
Dalam dada/cm
-
-
8
Panjang Tanduk/cm
6,5
15
9
Panjang telinga/cm
12
15
10
Lebar telinga/cm
-
-
11
Type telinga
Jatuh
Jatuh
12
Panjang ekor/cm
19
25
13
Lebar ekor/cm
2,5
3,6

G.    Kambing Kacang
Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia juga didapati di Malaysia dan Philipina. Kambing Kacang sangat cepat berkembang biak, pada umur 15-18 bulan sudah bisa menghasilkan keturunan. Kambing ini cocok sebagai penghasil daging dan kulit, bersifat prolifik, tahan terhadap berbagai kondisi dan mampu beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan yang berbeda termasuk dalam kondisi pemeliharaan yang sangat sederhana.
Ciri-ciri kambing Kacang adalah antara lain bulu pendek dan berwarna tunggal (putih, hitam dan coklat). Adapula yang warna bulunya berasal dari campuran ketiga warna tersebut. Kambing jantan maupun betina memiliki tanduk yang berbentuk pedang, melengkung ke atas sampai ke belakang. Telinga pendek dan menggantung. Janggut selalu terdapat pada jantan, sementara pada betina jarang ditemukan. Leher pendek dan punggung melengkung. Kambing jantan berbulu surai panjang dan kasar sepanjang garis leher, pundak, punggung sampai ekor.
Table 8. Karakteristik morfologik tubuh kambing Kacang
No
Uraian
Betina
Jantan
1
Bobot/kg
22
25
2
Panjang badan/cm
47
55
3
Tinggi pundak/cm
55,3
55,7
4
Tinggi pinggul/cm
54,7
58,4
5
Lingkar dada/cm
62,1
67,6
6
Lebar dada/cm
-
-
7
Dalam dada/cm
-
-
8
Panjang Tanduk/cm
7
7,8
9
Panjang telinga/cm
4
4,5
10
Lebar telinga/cm
-
-
11
Type telinga
Tegak
Tegak
12
Panjang ekor/cm
12
12
13
Lebar ekor/cm
2
2,5
Tingkat kesuburan kambing Kacang tinggi dengan kemampuan hidup dari lahir sampai sapih 79,4%, sifat prolifik anak kembar dua 52,2%, kembar tiga 2,6% dan anak tunggal 44,9%. Kambing Kacang dewasa kelamin rata-rata umur 307,72 hari, persentase karkas 44-51%. Rata-rata bobot anak lahir 3,28 kg dan bobot sapih (umur 90 hari) sekitar 10,12 kg.

H.    Kambing Benggala
Kambing Benggala di duga merupakan hasil persilangan kambing Black Benggal dengan kambing Kacang yang diduga dibawa pedagang bangsa Arab yang datang ke daerah sekitar Pulau Timor dan Pulau Flores di Propinsi Nusa Tenggara Timur sebelum Jaman Penjajahan Hinda Belanda. Dengan selang waktu yang sudah ratusan tahun melalui persilangan kambing tersebut mengalami penghanyutan genetik dan beradaptasi dengan lingkungan setempat.
Kambing Benggala secara umum lebih besar dari kambing Kacang, umumnya di dominasi warna hitan dan yang sedikit berwarna kecoklatan. Ciri khas dari kambing ini antara lain: Bentuk telinga sedang, lurus kesamping dan kira-kira sepertiga bagian ujung telinga jatuh seperti patah di ujung, garis muka lurus tidak cembung seperti Peranakan Ettawah (PE), garis punggung lurus, bulu rambut sedang menutup semua permukaan kulit tetapi tidak pajang atau tebal, penampilan ambil sedang, tanduk tegak ke belakang.
Berat rata-rata kambing Benggala umur 6 bulan sekitar 13.8 kg, umur 9 bulan sekitar 18.9 kg, umur 1 tahun (1 pasang gigi permanent) sekitar 22 kg, umur diatas 2 tahun (2 pasang gigi permanent) sekitar 25.8 kg, umur 3-4 tahun rata-rata bobot badan 31 kg. Induk kambing Benggala rata-rata bobot badannya 37.9 kg (35-41 kg) dan Pejantan kambing Benggala rata-rata 40 kg (40-52.5kg). Berat badan kambing Benggala termasuk tipe sedang lebih besar dar kambing Kacang dan lebih kecil dari kambing Peranakan Ettawah (PE). Kambing ini termasuk tipe pedaging (kambing potong) dan biasanya cukup prolific (jumlah anak sekelahiran lebih dari satuk/kembar). Kambing Benggala mempunai ambing susu cukup bagus sehingga produksi susu relatip cukup untuk kebutuhan anak walaupun kembar 2 atau tiga pada saat pra sapih.
Rata-rata panjang tengkorak kambing Benggala dewasa antara 17,8-19 cm, tinggi tengkorak antara 13,5-14 cm, lebar tengkorak antara 11,5-14,5cm. Sedangkan tinggi canon antara 17,8-19,3 cm dan lingkar canon antara 14-18,3 cm.
Table 9. Karakteristik morfologik tubuh kambing Benggala
Uraian

            
Umur (bulan)/ berdasarkan gigi seri tetap (cm)
±6
±9
1 psg
2 psg
>3 psg
Induk
Pejantan
12
18
9
8
8
3
4
Bobot (kg)
13,8
18,9
22
25,8
31
37,9
40
Pj.badan (cm)
50
57,2
60,1
60,9
65,1
72,8
77,3
Tg pundak
46,9
46,3
49,0
58
58,3
59
69,7
Tg pinggul
42,4
49,8
47,8
60,4
60,5
62,7
74
Ling. dada
56,6
63,5
65,4
69,7
70,6
78,3
85,7
Lbr dada
42,6
52,4
56,3
58,3
60,3
62
66,6
DlM dada
21
26,2
28,6
29,6
30,3
31
33,5
Pj.Tanduk
1,8
6,4
8
8,8
7
15,2
14,3
Pj.Telinga
14
13,5
14,8
14,9
14,9
18
27
Lbr telinga
4,8
5,9
6
6,2
6,7
6,3
6,8
Type telinga
KM
KM
KM
KM
KM
KM
KM
Pj Ekor
16,0
9,7
11,1
11,1
11,1
13,2
15,5
Lbr Ekor
5
5,6
15,0
17,4
17,4
4,8
6
Pj.Tengkorak
13
13,7
15,1
15,4
15,4
17,8
19
Lb.Tengkorak
8,9
9,8
10,5
10,8
10,8
11,5
14,5
Tg.Tengkorak
9,9
11,8
11,4
11,8
11,9
13,5
14
Tg Canon
14,1
14,2
16,1
16,6
16,6
17,8
19,3
Lk. Canon
13,7
14
14,3
14,4
14,4
14
18,3