Langsung ke konten utama

Postingan

SMA (Social Media Analyze)

Literasi Keuangan: Pentingnya Mengelola Uang Bulanan bagi Mahasiswa Masa perkuliahan sebagai mahasiswa mengajarkan banyak hal, mulai dari memahami materi perkuliahan hingga belajar hidup mandiri. Salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki adalah kemampuan mengelola keuangan pribadi. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang merasa uang bulanan cepat habis sebelum akhir bulan akibat berbagai pengeluaran, termasuk pengeluaran kecil yang sering kali tidak disadari. Lantas, bagaimana cara mengatur uang bulanan agar tetap cukup hingga akhir bulan? Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan literasi keuangan dan membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak. Mengapa Literasi Keuangan Penting bagi Mahasiswa? Literasi keuangan merupakan pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep serta risiko keuangan yang membantu seseorang mengambil keputusan keuangan secara tepat (Irawati dan Kasemetan, 2023). Bagi mahasiswa, literasi keuangan berperan penting dalam membantu menge...

SMA (Social Media Analyze)

Kenapa Kita Sulit Lepas dari HP? Memahami Kebiasaan Digital di Kalangan Mahasiswa Pernahkah Anda baru saja bangun tidur, lalu langsung mengambil ponsel untuk memeriksa notifikasi? Awalnya, Anda mungkin hanya berniat melihat pesan sebentar. Namun, tanpa disadari, waktu berlalu hingga 15 bahkan 30 menit. Kebiasaan tersebut terasa akrab bagi banyak orang, terutama mahasiswa yang menjadikan ponsel sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Lantas, mengapa kita begitu sulit lepas dari HP? Artikel ini akan membahas bagaimana kebutuhan terhadap ponsel dapat berkembang menjadi kebiasaan, dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari, serta pentingnya menggunakan teknologi secara lebih bijak. HP Menjadi Bagian dari Kebutuhan Sehari-hari Di era digital, ponsel memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas. HP digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, mengakses materi perkuliahan, mengerjakan tugas, hingga mengatur jadwal kegiatan. Berbagai kemudahan tersebut membuat ponsel menjadi...

SMA (Social Media Analyze)

Berawal dari Lahan Hingga Ompreng MBG: Rangkaian Panjang di Balik Makanan Bergizi Gratis  Pernahkah Anda memikirkan berapa banyak tangan yang terlibat hanya untuk mengisi satu ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan setiap hari? Sebelum makanan tersebut diolah oleh pegawai di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdapat proses panjang serta kerja keras dari para petani yang merawat tanaman dari siang hingga malam hingga tiba masa panen. Artikel ini akan mengulas bagaimana alur perjalanan bahan baku pertanian dari lahan hingga sampai di piring sajian MBG. Bagaimana Alur Perjalanan Bahan Baku Sebelum Sampai di Dapur MBG? Untuk menghasilkan bahan pangan berkualitas yang kaya akan nutrisi dan protein, bahan baku seperti sayur-sayuran dan umbi-umbian harus melalui serangkaian tahapan yang ketat: 1. Perawatan Intensif di Tingkat Petani Sebelum proses penanaman dimulai, petani harus mengolah tanah terlebih dahulu agar kandungan nutrisi dan mineral tersebar merata di pe...

SMA (Social Media Analyze)

Urban Farming: Solusi Hijau di Tengah Padatnya Kota Perkembangan kota yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan bagi masyarakat. Namun, di balik kemajuan tersebut, keberadaan ruang terbuka hijau dan lahan pertanian terus mengalami penyusutan, sementara kebutuhan akan pangan segar kian meningkat dari hari ke hari. Kondisi ini menimbulkan sebuah pertanyaan penting: apakah kegiatan bercocok tanam masih memungkinkan untuk dilakukan di tengah padatnya kawasan perkotaan? Apa Itu Urban Farming? Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan kegiatan budidaya tanaman maupun ternak yang dilakukan di kawasan perkotaan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia. Ruang-ruang tersebut dapat berupa pekarangan rumah, balkon, atap bangunan (rooftop), hingga lahan kosong di sekitar lingkungan pemukiman (Fauzi et al., 2016). Melalui penerapan konsep ini, keterbatasan lahan tidak lagi menjadi hambatan utama bagi masyarakat perkotaan untuk memproduksi bahan pangan secara mandiri. Mengapa Urban Farming ...

SMA (Social Media Analyze)

 Sibuk vs Produktif: Mengapa Banyak Aktivitas Belum Tentu Menghasilkan Prestasi? Pernahkah Anda merasa jadwal harian sangat padat dari pagi hingga malam, namun saat akhir hari tiba, Anda tetap merasa belum menyelesaikan hal yang signifikan? Menjalani perkuliahan, aktif di organisasi, menghadiri serangkaian rapat, hingga harus begadang untuk mengerjakan tugas sering kali membuat seseorang merasa terus-menerus sibuk. Namun, apakah tingginya tingkat kesibukan tersebut berbanding lurus dengan produktivitas? Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai perbedaan antara sibuk dan produktif, fakta di baliknya, serta cara mengelola waktu secara lebih efektif. Sibuk dan Produktif, Apa Bedanya? Banyak mahasiswa menganggap bahwa semakin banyak kegiatan yang dijalani, maka semakin tinggi pula tingkat produktivitas yang dimiliki. Padahal, sibuk dan produktif merupakan dua konsep yang sangat berlainan. Kesibukan merujuk pada banyaknya aktivitas yang sedang dikerjakan dalam satu waktu, seda...

SMA (Social Media Analyze)

DOLLAR NAIK:KOK NASI GEPREKKU MAKIN DIKIT ??  Pernahkah Anda merasa porsi nasi ayam geprek langganan makin berkurang atau harganya mendadak naik? Sebelum terburu-buru menyalahkan pedagang, ada faktor ekonomi global yang perlu dipahami. Gejolak kenaikan nilai tukar Dolar ternyata berimbas langsung pada isi piring makan kita sehari-hari. Secara awam, hubungan antara hidangan lokal seperti ayam geprek dengan mata uang Dolar mungkin terkesan jauh, mengingat beras dan ayam diproduksi di dalam negeri. Namun pada kenyataannya, pakan ternak ayam masih banyak bergantung pada bahan baku impor yang ditransaksikan menggunakan Dolar. Tidak hanya pakan, pasokan induk ayam hingga bibit dan teknologi pertanian cabai pun masih mendatangkan dari luar negeri. Ketika kurs Dolar melonjak, biaya produksi yang ditanggung petani dan peternak otomatis melambung tinggi. Efek dominonya pun merembet hingga ke tingkat warung makan. Menghadapi kenaikan biaya bahan baku, pemilik warung dihadapkan pada dua piliha...

PPKO KSI FP UNS 2026

Tim PPK Ormawa KSI FP UNS Perkuat Pengembangan Mina Wiradaya melalui Evaluasi Bersama Dekanat UNS – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Studi Ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (KSI FP UNS) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Internal bersama Dekanat Fakultas Pertanian UNS pada Jumat (21/8/2026) di Ruang Sidang Gedung B Fakultas Pertanian UNS. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi pelaksanaan program sekaligus ruang bagi tim untuk memperoleh masukan mengenai pengembangan MINA WIRADAYA. Sebanyak empat anggota Tim Monitoring dan Evaluasi serta 14 anggota Tim Pelaksana PPK Ormawa KSI FP UNS 2026 mengikuti kegiatan tersebut. Turut hadir Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, S.P., M.Si., Pembina Ormawa KSI FP UNS Bara Yudhistira, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dan Dosen Pendamping PPK Ormawa KSI FP UN...

PPKO KSI FP UNS 2026

PLUT Sukoharjo Bekali Mitra PPKO KSI FP UNS dengan Wawasan Kewirausahaan untuk Kembangkan WONAMI Penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong keberlanjutan produk unggulan desa. Hal tersebut dilakukan Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) 2026 melalui kegiatan Sosialisasi Kewirausahaan bersama Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sukoharjo pada Kamis (6/8/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Program Mina Wiradaya yang  dikembangkan bersama masyarakat Desa Wonorejo untuk memperkuat pengelolaan dan pengembangan usaha produk olahan lele WONAMI (Wonorejo Mina Mandiri). Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, program tersebut juga mendorong mitra untuk memiliki kemampuan kewirausahaan sehingga mampu mengelola usaha secara lebih mandiri dan berori...

PPKO KSI FP UNS 2026

  Tim PPK Ormawa KSI FP UNS Bekali MINA WIRADAYA Strategi Branding dan Digital Marketing untuk Perkuat Daya Saing Produk Lokal Sukoharjo – Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pengabdian. Salah satunya diwujudkan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian UNS Tahun 2026 yang menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Branding, Digitalisasi, dan Marketing pada Kamis (30/7/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program PPK Ormawa yang didukung oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Setelah masyarakat memperoleh pendampingan mengenai pengolahan produk, legalitas usaha, serta manajemen keuangan, pelatihan kali ini d...

PPKO KSI FP UNS

Inovasi WONAMI Resmi Meluncur di Polokarto Tumoto Expo 2026, PPKO KSI FP UNS Antar Desa Wonorejo Torehkan Prestasi Ajang Polokarto Tumoto Expo 2026 menjadi momentum penting bagi Desa Wonorejo dalam memperkenalkan WONAMI (Wonorejo Mina Mandiri) sebagai identitas produk unggulan desa. Produk yang dikembangkan melalui kolaborasi Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), Pemerintah Desa Wonorejo, dan masyarakat tersebut resmi diluncurkan sebagai wujud hilirisasi budidaya lele menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi. Expo yang diikuti oleh 17 desa se-Kecamatan Polokarto ini menjadi wadah bagi setiap desa untuk memamerkan potensi, inovasi, dan produk unggulan kepada masyarakat luas. Prosesi peluncuran WONAMI dihadiri oleh Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono, S.STP., M.M., Ketua TP PKK Kecamatan Polokarto Kristin Maryani, Kepala...

PPKO KSI FP UNS 2026

MINA WIRADAYA Terus Bertumbuh! Tim Bina Desa Center UNS Tinjau Langsung Dampak Program PPK Ormawa KSI FP UNS   SUKOHARJO – Perjalanan Program MINA WIRADAYA memasuki tahapan penting melalui Visitasi Internal yang dilaksanakan oleh Tim Bina Desa Center (BDC) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Rabu (15/7/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan oleh Tim PPK Ormawa KSI FP UNS Tahun 2026, sekaligus menjadi ruang evaluasi bersama guna memastikan program mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa mitra. Program yang dipimpin oleh Habib Masruri dengan pendampingan Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D. ini sejak awal mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan MINA WIRADAYA, sebuah kelembagaan yang mempertemukan Kelompok Mina Ampuh sebagai penyedia hasil budidaya lele bioflok dengan Tim Penggerak PKK Des...

PPKO KSI FP UNS 2026

PPKO KSI FP UNS Perkuat Tata Kelola Usaha Masyarakat melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pembukuan Digital di Desa Wonorejo      SUKOHARJO – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Tahun 2026 kembali melanjutkan rangkaian implementasi Program Mina Wiradaya melalui Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Keuangan dan Pembukuan yang diselenggarakan pada Kamis (9/7/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Tim PPKO KSI FP UNS dalam memperkuat kapasitas mitra agar mampu mengelola keuangan usaha secara lebih terstruktur, akuntabel, dan berkelanjutan sebagai fondasi pengembangan usaha berbasis potensi lokal.      Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian implementasi Program Mina Wiradaya yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan produk o...