Tim PPK Ormawa KSI FP UNS Bekali MINA WIRADAYA Strategi Branding dan Digital Marketing untuk Perkuat Daya Saing Produk Lokal
Sukoharjo – Fakultas Pertanian Universitas Sebelas
Maret (UNS) terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pengabdian.
Salah satunya diwujudkan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi
Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian UNS
Tahun 2026 yang menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Branding,
Digitalisasi, dan Marketing pada Kamis (30/7/2026) di Balai Desa Wonorejo,
Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian
Program PPK Ormawa yang didukung oleh Direktorat Pembelajaran dan
Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemendiktisaintek). Setelah masyarakat memperoleh pendampingan mengenai pengolahan
produk, legalitas usaha, serta manajemen keuangan, pelatihan kali ini
difokuskan pada penguatan kemampuan branding dan pemasaran digital sebagai
langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk olahan lele bioflok
WONAMI di pasar yang semakin kompetitif. Melalui kegiatan ini, masyarakat
didorong agar tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga
memahami strategi memperkenalkan produk kepada konsumen secara lebih luas
melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program dilaksanakan oleh 15 mahasiswa Tim PPK
Ormawa KSI FP UNS Tahun 2026 bersama 7 volunteer di bawah kepemimpinan Habib Masruri
dengan pendampingan Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D. selaku dosen pendamping.
Kegiatan diikuti oleh anggota MINA WIRADAYA, peserta Novoclub Batch 4, serta
Tim Monitoring dan Evaluasi PPK Ormawa KSI FP UNS. Turut hadir Wakil Dekan
Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian UNS Prof. Dr. Ir. Agung
Wibowo, S.P., M.Si., Kepala Desa Wonorejo H. Yusuf Aziz Rahma, S.Pd., M.M.,
Ketua Mina Ampuh Abdullah Majid, S.Pd., dan Ketua TP PKK Desa Wonorejo Hasna
Alifa sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pemberdayaan
masyarakat yang diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Pertanian UNS.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Ir.
Agung Wibowo, S.P., M.Si. memberikan apresiasi kepada Tim PPK Ormawa KSI FP UNS
yang secara konsisten mendampingi masyarakat melalui berbagai program
pemberdayaan. Menurut beliau, keberhasilan sebuah program pengabdian tidak
hanya diukur dari terlaksananya berbagai kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana
masyarakat mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri setelah
memperoleh pendampingan dari mahasiswa.
Beliau menyampaikan bahwa kemampuan menghasilkan
produk berkualitas perlu diimbangi dengan kemampuan membangun identitas produk
serta strategi pemasaran yang tepat. Di tengah perkembangan teknologi
informasi, pelaku usaha dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai platform
digital agar produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi
juga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu,
pelatihan branding dan digital marketing menjadi salah satu tahapan penting
dalam mendukung keberlanjutan usaha masyarakat Desa Wonorejo.
Materi utama disampaikan oleh Ina Andhi Widyawati,
A.Md., Secretary Area ASBF Sukoharjo, yang membawakan materi mengenai Strategi
Sukses Jualan Online di Media Sosial dan Marketing. Dalam pemaparannya,
narasumber menjelaskan bahwa perubahan perilaku konsumen yang semakin akrab
dengan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk
mengembangkan usahanya melalui berbagai platform media sosial maupun
marketplace. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk
memperluas jangkauan pemasaran tanpa harus bergantung pada penjualan secara
konvensional.
Peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya
membangun identitas merek (branding), menentukan target pasar, memahami
karakteristik konsumen, hingga menyusun strategi promosi yang efektif melalui
platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan Shopee. Narasumber juga
menjelaskan bahwa keberhasilan pemasaran digital tidak hanya bergantung pada
kualitas produk, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam
membangun komunikasi dengan konsumen melalui konten yang menarik, konsisten,
dan relevan.
Selain membahas pemasaran digital, peserta juga
mendapatkan berbagai masukan mengenai penguatan identitas produk WONAMI, mulai
dari penyusunan desain kemasan yang lebih informatif, penggunaan keyword yang
tepat pada marketplace, hingga pemanfaatan hashtag sebagai salah satu strategi
meningkatkan jangkauan promosi di media sosial. Berbagai tips praktis tersebut
diharapkan dapat membantu masyarakat memperkuat citra produk sehingga lebih
mudah dikenal oleh konsumen.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika memasuki
sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai
pemanfaatan marketplace, strategi menentukan harga jual produk, hingga cara
meningkatkan jangkauan promosi melalui media sosial. Tidak sedikit peserta yang
juga berkonsultasi mengenai pengalaman mereka dalam memasarkan produk serta
berbagai kendala yang masih dihadapi ketika mulai memanfaatkan platform digital
sebagai sarana penjualan.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, narasumber
memberikan penjelasan mengenai pentingnya konsistensi dalam membuat konten,
membangun interaksi dengan pelanggan, serta memanfaatkan fitur-fitur yang
tersedia pada media sosial seperti TikTok Shop, Live Streaming, dan promosi
berbasis konten video pendek. Peserta juga diajak memahami bagaimana penggunaan
kata kunci (keyword), deskripsi produk, serta foto produk yang menarik
dapat meningkatkan peluang produk ditemukan oleh calon konsumen di marketplace.
Melalui sesi diskusi ini, peserta tidak hanya
memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga solusi praktis yang dapat langsung
diterapkan dalam mengembangkan pemasaran produk WONAMI. Suasana diskusi yang
aktif menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk terus belajar dan
beradaptasi dengan perkembangan teknologi sebagai bagian dari upaya
mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Melalui pelatihan ini, Tim PPK Ormawa KSI FP UNS
berharap anggota MINA WIRADAYA semakin siap memanfaatkan teknologi digital
sebagai sarana memperluas pemasaran produk unggulan Desa Wonorejo. Penguatan
kapasitas di bidang branding dan digital marketing diharapkan mampu
meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, serta membuka peluang
peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi
lokal.
Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UNS dalam mendukung mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung melalui program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi digital masyarakat, Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas usaha mikro, Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan produk, Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan kualitas dan identitas produk lokal, serta Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan. Melalui semangat "Mengolah Potensi, Berdaya dengan Inovasi", Tim PPK Ormawa KSI FP UNS berkomitmen untuk terus mendampingi MINA WIRADAYA agar tumbuh sebagai kelembagaan usaha yang profesional, mandiri, dan berdaya saing.





Komentar
Posting Komentar