Tim PPK Ormawa KSI FP UNS Perkuat Pengembangan Mina Wiradaya melalui Evaluasi Bersama Dekanat
UNS – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Studi Ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (KSI FP UNS) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Internal bersama Dekanat Fakultas Pertanian UNS pada Jumat (21/8/2026) di Ruang Sidang Gedung B Fakultas Pertanian UNS. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi pelaksanaan program sekaligus ruang bagi tim untuk memperoleh masukan mengenai pengembangan MINA WIRADAYA. Sebanyak empat anggota Tim Monitoring dan Evaluasi serta 14 anggota Tim Pelaksana PPK Ormawa KSI FP UNS 2026 mengikuti kegiatan tersebut. Turut hadir Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, S.P., M.Si., Pembina Ormawa KSI FP UNS Bara Yudhistira, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dan Dosen Pendamping PPK Ormawa KSI FP UNS 2026 Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan program oleh Ketua Pelaksana Habib Masruri serta diskusi bersama pihak Dekanat.
Dalam pembahasan produk, Prof. Samanhudi memberikan sejumlah masukan untuk meningkatkan kualitas MINA WIRADAYA. Pencantuman berat produk pada kemasan perlu menggunakan satuan gram (g), sedangkan expired date perlu ditentukan berdasarkan pengujian yang tepat. Tim juga diarahkan untuk mempertimbangkan pengembangan produk kering yang memiliki potensi daya simpan lebih panjang. Pada produk sambal, jumlah minyak perlu disesuaikan dengan isi produk, sementara penggunaan kemasan transparan dinilai sudah baik karena memungkinkan konsumen melihat produk secara langsung. Selain itu, diversifikasi dengan memanfaatkan jenis ikan lain seperti belut dan patin dapat menjadi peluang pengembangan produk berikutnya.
Penguatan pemasaran juga menjadi salah satu bagian yang dibahas dalam evaluasi. Kehadiran produk MINA WIRADAYA di marketplace dinilai menjadi langkah positif dalam memperluas jangkauan konsumen. Tim memperoleh masukan untuk menambah variasi rasa serta memperluas jaringan pemasaran melalui kantin Fakultas Pertanian, KPRI, dan peluang penitipan produk di kantin fakultas lain di lingkungan UNS. Pada aspek publikasi, tim diarahkan untuk menjaga konsistensi publikasi, memastikan tautan dapat diakses, serta memperhatikan kredibilitas kanal yang digunakan agar informasi mengenai program dapat menjangkau masyarakat melalui media yang tepat.
Tidak hanya dari sisi produk dan pemasaran, pengembangan MINA WIRADAYA juga didorong untuk memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat. Prof. Agung Wibowo dan Bara Yudhistira memberikan masukan agar tim mempertimbangkan analisis nilai gizi dan kandungan produk yang dapat menjadi informasi tambahan bagi konsumen sekaligus peluang pengembangan artikel ilmiah. Penentuan masa simpan juga perlu didukung pengujian yang sesuai, salah satunya melalui pertimbangan uji proksimat di ITP. Beberapa aspek kemasan turut menjadi perhatian, seperti penggunaan shrink wrap atau sleeve pada tutup sambal, sterilisasi kemasan sebelum digunakan, serta penyesuaian gambar produk pada kemasan dengan produk sebenarnya.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini turut mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Proses pembelajaran dan peningkatan kapasitas mahasiswa melalui pelaksanaan program sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Pengembangan produk dan perluasan pemasaran MINA WIRADAYA berkaitan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sedangkan inovasi serta diversifikasi produk mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Perhatian terhadap kualitas, keamanan, masa simpan, dan kemasan produk juga berkaitan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Sementara itu, kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, pembina Ormawa, dan Dekanat Fakultas Pertanian UNS mencerminkan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui monitoring dan evaluasi bersama Dekanat, Tim PPK Ormawa KSI FP UNS memperoleh berbagai arahan yang dapat menjadi bahan penyempurnaan program pada tahap berikutnya. Masukan yang diberikan menjadi dasar bagi tim untuk terus memperbaiki kualitas produk, memperkuat strategi pemasaran dan publikasi, serta mengembangkan MINA WIRADAYA dengan pendekatan yang lebih terarah. Evaluasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengelola program pemberdayaan masyarakat dan membangun keberlanjutan produk yang dikembangkan.



Komentar
Posting Komentar