Langsung ke konten utama

Tanaman Ajaib Untuk Lacak Bom

VIVAnews.com | Kamis, 3 Feb 2011 | Bukan cuma bunglon yang bisa berganti warna kulit. Ternyata, tanaman pun kini bisa berubah warna sesuai dengan kondisi yang menaunginya.

Adalah June Medford, seorang pakar biologi dari Colorado State University, yang berhasil melakukan rekayasa genetik terhadap tanaman arabidopsis, sehingga tanaman tersebut bisa berganti warna. 

Seperti dikutip dari situs PCWorld, tanaman hasil rekayasa Medford dan timnya, akan berubah warna dari hijau menjadi putih saat tanaman itu mendeteksi kehadiran unsur berbahaya di dekatnya, seperti obat terlarang, polutan, atau bahkan material eksplosif.

Awalnya, Medford menggunakan komputer untuk mendesain protein tanaman bernama reseptor. Kemudian, Medford memanfaatkan bakteri untuk memodifikasi reseptor tanaman tersebut.

Dengan struktur genetika yang telah dimodifikasi, maka reseptor tumbuhan bisa mendeteksi partikel-partikel bahan kimia berbahaya, polutan, bahan peledak, atau ancaman lain. Saat mendeteksi kehadiran zat-zat tersebut, tanaman akan mengirimkan sinyal, sehingga warna hijaunya berubah menjadi putih.

"Bila Anda membawa sesuatu ke bandara internasional Denver, misalnya sebuah bahan peledak, maka tanaman ini akan berubah warna menjadi putih. Ini akan memberikan keamanan bagi Anda," kata Medford, 52, kepada situs The Denver Post.


Proyek penelitian itu didukung oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sejak 2003, dengan bantuan dana sebesar US$500 ribu atau Rp4,5 miliar. Belakangan, riset ini juga mendapat dukungan dari The Office of Naval Research, Department of Homeland Security, dan Defense Threat Reduction Agency.


"Harapan kami, tanaman ini bisa ditempatkan di lokasi umum, sehingga bisa mendeteksi bahan peledak di lokasi tempat benda berbahaya itu sedang dirakit," kata Doug Bauer, Program Manager riset eksplosif pada Homeland Security di Washington DC. 

Aplikasi lainnya, tanaman ini juga bisa digunakan oleh polisi untuk memberantas peredaran obat terlarang, atau melindungi tentara yang tengah konvoi dari bom dan ranjau. 

Kini, tanaman ini masih memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk merespons keberadaan zat-zat berbahaya tadi dan perubahan warna. Namun, para ilmuwan yakin akan diperoleh kemajuan sehingga respons yang ditunjukkan tanaman bisa segera terlihat dalam hitungan menit. 

sumber : vivanews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1433 H

Haloo teman-teman yang setia mengunjungi blog kami, sebentar lagi bulan ramadhan hampir tiba niiih alangkah baiknya kami pengurus Kelompok Studi Ilmiah (KSI) mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA bagi yang menjalankan ibadah umat islam ini tentu ini adalah hari yang penting bagi kita dan atas dasar kami sebagai penulis ini juga tidak hanya ingin mengucap itu saja kami meminta maaf sebesar besarnya atas kekhilafan dan kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja, semoga dengan kita saling memaafkan puasa kita jadi lebih sempurna dan semua amalan ibadah kita diterima-Nya. Dan Kami tidak lupa untuk menyambut Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian UNS, Semoga kalian suka dan bersenang senang di Fakultas kami ini,, Semangat yaa adik adik,, Kami selaku pengurus KSI menyambut baik untuk adik adik yang ingin menjadi anggota keluarga besar KSI ini. CHAYOOOO~ By : PENGURUS KELOMPOK STUDI ILMIAH FAPERTA UNS

Cara Gampang Cari Jurnal Penelitian dan Paper

Saya pernah mengalami kesulitan seperti teman - teman... Tugas jurnal dari dosen padahal kita tidak tahu apa jurnal itu dan darimana mencarinya. Mahasiswa lama juga sama saja, bingung mencari jurnal dalam jumlah banyak saat akan menyusun proposal skripsi karena 75% dari daftar pustaka diambil dari jurnal. Sebenarnya cukup mudah untuk mencari jurnal. Anda bisa memanfaatkan jurnal online yang ditawarkan beberapa universitas di Indonesia seperti UGM , Airlangga , dan IPB . Jurnal gratis juga ditawarkan oleh LIPI . Jika ingin mencari jurnal berbahasa Inggris, maka website favorit saya untuk mencari jurnal gratis adalah Oxford Journal dan Brazillian Journal Plant Physiology Journal adalah pilihan jika anda mencari jurnal yang berhubungan dengan fisiologi tumbuhan. Bila anda mencari jurnal bioteknologi berbahasa Indonesia, jurnal AgroBiogen mungkin bisa membantu. Namun jika anda mencari jurnal kedokteran, jurnal kedokteran Canada dan New England ditawarkan gratis. Kedoktera...

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium , Vanda , Arachnis , dan Renanthera , maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum . Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$.  Sementara   potensi   perdagangan   dunia  150 juta US$ per   tahun  (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta pena...