Wednesday, May 20, 2015

Hidroponik Sebagai Alternatif Pertanian Berkelanjutan (ESSAI)

"HIDROPONIK SEBAGAI ALTERNATIF PERTANIAN BERKELANJUTAN"

    Pertanian merupakan salah satu sektor terpenting suatu bangsa. Ada tidaknya pertanian, memiliki pengaruh yang besar bagi kelangsungan hidup warga negara. Banyak negara saling berlomba-lomba untuk mampu menyukseskan pertanian mandiri guna mencapai ketahanan pangan. Oleh sebab itu, di Indonesia pertanian berkelanjutan digalakkan untuk mewujudkan pertanian yang optimal dan mampu mewujudkan swasembada pangan.  Hasil panen yang melimpah, siklus pertanian yang cepat, dan perputaran modal yang ringan menjadi tujuan utama pertanian berkelanjutan. Hal ini karena pertanian berkelanjutan tidak hanya agar para petani mampu bertani dengan nyaman, namun juga agar dapat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia dimana hingga saat ini jumlah kebutuhan konsumsi tak sebanding dengan jumlah produksinya.
    Hidroponik dianggap sebagai salah satu jalan keluar dari permasalahan pertanian saat ini. Meski banyak teknologi lain yang berkompetisi memenangkan eksistensi di mata petani, nyatanya hidroponik menjadi pilihan utamanya. Hidroponik mampu menjadi alternatif pertanian berkelanjutan di masa yang akan datang. Hal ini dibuktikan dengan sudah berkembangnya penggunaan budidaya hidroponik di beberapa negara. Bahkan diantaranya sudah berkembang pesat dan mengekspor hasil pertanian hidroponiknya ke negara lain.
    Hidroponik merupakan teknik pembudidayaan tanaman dengan menggunakan media air tanpa menggunakan media tanah. Teknik bercocok tanam ini juga sering disebut sebagai teknik soilless. Tanah yang sering disebut sebagai faktor utama penyokong unsur hara untuk menunjang nutrisi tanaman, nyatanya dapat digantikan dengan peran air. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan air sebagai media tanam tumbuhan di sini bukan sebatas air biasa, namun adalah air yang mengandung nutrien guna mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik. Pada beberapa teknik hidroponik yang sudah berkembang, biasanya pada media tanam (air) diberi aerator sebagai alat sirkulasi air agar nutrien pada air tidak mengendap di bawah dan mampu di serap oleh akar tumbuhan.
    Hidroponik memiliki keunggulan sebagai alternatif pertanian berkelanjutan yang menekankan pada  keefektifan dan keefisienan lahan dan waktu. Walaupun hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan media air, penggunaan air ini ternyata lebih sedikit dari penggunaan air di media tanah. Pada hidroponik, air yang digunakan tidak terbuang percuma  karena selalu berputar (siklus), sedangkan pada media tanah, air akan terbuang percuma karena meresap dalam tanah. Penggunaan air yang lebih sedikit ini ternyata bermanfaat bagi daerah yang memang memiliki pasokan air terbatas, sehingga petani mulai dapat beralih ke teknik hidroponik yang hemat air ini. Selain itu, hidroponik juga tidak mencemari lingkungan. Tidak seperti pada media tanah dimana penggunaan pestisida akan berdampak pada kesuburan tanah, perputaran air pada hidroponik tidak akan mencemari lingkungan seperti kesuburan tanah.
    Hidroponik muncul layaknya penyelamat bagi sebagian orang yang memang mencari jalan alternatif akan permasalahan pertanian yang dihadapi. Pemanasan global, lahan yang semakin sempit, dan penggunaan bahan kimia yang makin meningkat menjadi pemicu ketidaksuburan tanah. Akhirnya petani yang terkena imbasnya, seperti hasil panen tidak memuaskan, kerugian, dan tidak cukup melengkapi permintaan pasar. Semua hal terkecil yang sama sekali tidak terpikirkan oleh manusia terkadang yang menjadi pemicu suatu bencana, hingga pada akhirnya manusia lah yang harus kembali bekerja keras mencari solusi akibat kesalahan mereka.
    Dalam era perkembangan teknologi dan kemajuan saat ini, tidak mengherankan bila manusia akan mampu mengembangkan hidroponik sebagai teknik budidaya utama tanaman. Kampanye pertanian berkelanjutan soilless perlu digalakkan mengingat lahan pertanian kini yang mulai sempit, padahal jumlah penduduk semakin banyak. Tujuan utama pengembangan pertanian untuk tercapainya swasembada pangan dapat disukseskan dengan perubahan metode/ teknik tanam, seperti hidroponik.


Nama        : Lia Fissamawati N.R
Prodi        : D3 THP 2014

Reactions:

0 comments:

Post a Comment