Thursday, April 14, 2011

Pengendalian Ulat Bulu Tidak Sulit dan Sudah Dilakukan


Menteri Pertanian Dr. Suswono dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian Jum'at 8 April 2011 menyampaikan bahwa ledakan hama ulat bulu khususnya di Probolinggo, Jawa Timur tidak mengganggu tanaman padi dan jagung dan hanya menyerang 1,2% dari populasi pohon mangga di wilayah tersebut. Penyebab ledakan hama ulat bulu tersebut karena perubahan faktor pembatas seperti perubahan kondisi lingkungan dan penurunan jumlah predator antara lain semut rangrang dan burung yang banyak ditangkap.

Pengendalian hama ulat bulu ini sebenarnya tidak sulit dan sudah dilakukan.. Upaya pengendalian yang disarankan adalah : 1) Pengamatan populasi ulat bulu pada permukaan daun bagian bawah diperlukan agar populasinya dapat dipantau sesegera mungkin; 2) Pengasapan, pengumpulan dan pemusnahan ulat dan pupa sangat dianjurkan; 3) Penggunaan agen hayati Metarhizum sp, Beauveria sp. atau Verticillium sp; 4) Penyemprotan insektisida yang efektif dilakukan secara massal dan serentak; 5) Langkah pengendalian jangka panjang dilakukan identifikasi lebih lanjut tentang biologi ulat, agroekologi ulat.

Berdasarkan pengamatan peneliti BPTP, BPTPH Jawa Timur dan IPB di lapangan, menyebutkan bahwa ulat bulu yang menyerang di Kabupaten Probolinggo terdiri dari 2 spesies dari famili Lymantriidae yakni Lymantria marginata dan Arctornis submargarita.

** litbang.deptan

Reaksi:

2 comments:

  1. ada yang menarik, dalam teori pagebluk pranata mangsa... ada perubahan yang sama tiap 64 tahun... teori pranata mangsa jawa telah menjadi penelitian khusus di luar negeri menghadapi fenomrna perubahan iklim global yang cenderung membuat rawan pangan

    ReplyDelete
  2. ada yang menarik, dalam teori pagebluk pranata mangsa... ada perubahan yang sama tiap 64 tahun... teori pranata mangsa jawa telah menjadi penelitian khusus di luar negeri menghadapi fenomrna perubahan iklim global yang cenderung membuat rawan pangan

    ReplyDelete