Wednesday, July 7, 2010

Save Our Earth…. Memperingati Hari Bumi 22 April

Oleh : Nuryanti (PKP 07, Ketua Umum KSI 2010)

Save Our Earth,,
Jaga Bumi Kita!!, lantunan kata-kata itu yang sering kita dengar menjelang tangal 22 April, harapan meningkatkannya kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang kita tinggali ini menjadi inti dari setiap moment peringatan Hari Bumi. Bukan hanya sebagai kata-kata yang disorakkan tetapi tentunya sudah harus benar-benar mampu diresapi dan menjadi sebuah pemikiran besar umat manusia saat ini. Seperti yang telah kita ketahui, semakin hari jumlah penduduk semakin meningkat diiringi dengan berbagai macam bentuk kerusakan yang telah ditimbulkan manusia sendiri.

Kalau senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson memprakarsai 22 April sebagai Hari Bumi yang menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an, dengan sejarah perjuagan panjangnya melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan, yang mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional. Hingga tahun itu menjadi Hari Bumi pertama dan awal terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk hidup.
Jika tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global,  sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk mengangkat isu lingkungan dalam skala global, hingga Hari Bumi 1990 pun menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro. Dan Tahun 2000, tepatnya tanggal 22 April sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk mengkampanyekan Hari Bumi.
Lantas bagaimana dengan moment 22 April 2010 ini bagi diri kita sendiri… apakah hanya menjadi event peringatan sejarah, ataukah mampu menjadi tonggak penyemangat lagi bagi kita untuk lebih peduli pada lingkungan, dengan memulai dari hal yang kecil dari diri kita??????....  
Dalam rangka memperinganti Hari Bumi, meski kita belum mampu berperan serta mengambil tindakan besar menjaga bumi kita, meski kita belum mampu menorehkan sejarah besar seperti para pelopor dan pencetus sejarah hari bumi, namun paling tidak ada semangat dari diri kita untuk mencoba peduli terhadap lingkungan yang kita tinggali, sebagai wujud dari peran aktif menjaga bumi kita. Ya…. Beberapa dari banyak hal yang mungkin bisa kita perhatikan dan kita sikapi diantaranya:
Pemanasan global yang terjadi karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Upaya yang dapat kita lakukan adalah mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer, Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita, tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia serta mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Sebagai upaya pelestarian udara.
 Penggunaan tisu, hair spray, parfum yang merusak CFC, dan listrik yang tidak berlebihan, sebagai wujud sadar energi. Serta Kesadaran terhadap penanganan sampah sebagai tindakan pelestarian tanah yang bisa disikapi dengan  3 tips dari teori GROPESH yang populer dengan nama 3R +R (Reduce, Reuse, Recycle dan Replant). Tindakan mengurangi, mengumpulkan lalu memilah dan menggunakan lagi jenis sampah tertentu.
Paling tidak dengan tindakan pengurangan  volume sampah tidak akan menimbulkan masalah baru seperti banjir, penyakit tertentu dsb. Tindakan untuk me-recycle sampah memiliki dampak positif, lingkungan menjadi bersih dan sehat, misalnya. Dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, yang dapat menyuburkan tanah dan untuk me-Replant tanaman tertentu yang dikendaki. sampah an-norganik dapat pula ditukarkan dengan barang lain yang memiliki  nilai ekonomis. Beberapa hal tadi adalah keuntungan dari adanya kesadaran penanganan sampah. Dan masih banyak hal lain lagi yang bisa kita upayakan sebagai wujud peduli terhadap lingkungan kita serta bentuk kecintaan pada bumi yang kita tinggali ini……!!!!!Save Our Earth, hal kecil yang kita lakukan sekarang akan sangat berarti bagi masa depan dan generasi yang akan datang!!.. 

** Buletin Mahasiswa Ilmiah (BUMI) Edisi Mei 2010 page 3

Reactions:

0 comments:

Post a Comment