Sunday, July 4, 2010

Kartini Pembangunan Pertanian Masa Kini

Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, kita selalu merayakan kelahiran RA Kartini. Raden Ajeng Kartini adalah sosok tokoh pejuang perempuan legendaris asal Jepara, Jawa Tengah, yang telah berjuang melawan pembodohan dan penindasan atas kaum perempuan pada umumnya yang hidup di zamannya. Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara, 21 April 1879 dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah. RA Kartini meninggal dunia pada 17 September 1904 dalam usia sangat muda, yakni usia 25 tahun. Meskipun ia sudah meninggal dunia, jasa-jasanya dan pemikirannya akan terkenang sepanjang masa. Nama Kartini kini telah melegenda dan menjadi symbol bagi perjuangan kaum perempuan. Utamanya perjuangan dalam mewujudkan kesetaraan gender yang berkeadilan.

Untuk melanjutkan perjuang kartini, kita sebagai perempun tidak boleh hanya berpangku tangan. Kita harus mewujudkan apa yang menjadi cita-cita kia dan bangsa. Banyak Kartini bangsa yang mampu menunjukan kemampuannya dihalayak luar.  Contohnya saja kartini yang bernama Mia Siscawati. ia mampu menunjukan kemampuannya dalam bidang lingkungan. Mia siscawati kartini yang satu ini lahir di Jakarta, 29 Mei 1969, ia lulus University of Washington, Department of Anthropology pada tahun 2007. Kartini yang satu ini sangat peduli dengan lingkungan khususnya pada kondisi huan yang ada di Indonesia. Karena kepedulian terhadap lingkungan ini membawa Mia Siscawati mendapatkan penghargaan Kartini Awards 2009 sebagai Perempuan Indonesia Terinspiratif dalam Bidang Lingkungan dan penghargaan dari The United States National Science Foundation Disertation Research Scholarship pada tahun 2007.

Mia Siscawati ia sangat memperhatikan lingkungan terutama hutan Indonesia yang kita tau sendiri sekarang keadaannya bagaimana. Mia siscawati menyingkirkan anggapan bahwa tidak laki-laki saja yang dapat berperan dalam pelestarian hutan tetapi wanita juga bisa menjadi aktivis Hutan. Bukan hanya dibidang lingkungan saja wanita juga dapat memajukan pertanian. Kebanyakan pertanian didominasi kaum pria, tetapi anggapan itu sekarang bisa ditepis karena wanita bisa menjadi petani yang sukses layaknya petani kaum pria. Wanita awalnya bisa mengembangkan mulai dari pekarangan yang ada di rumah masing-masing atau membentuk kelompok-kelompok tani wanita disekitar rumah. Untuk melanjutkan perjuangan kartini kita mulai hal kecil dari  diri kita sendiri. Selamat Hari Kartini...21 April 2010 []ty
 
** Buletin Mahasiswa Ilmiah (BUMI) Edisi Mei 2010 page 2

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment