Wednesday, July 8, 2015

“Hidroponik” Satu Langkah Aktualisasi Pertanian Berkelanjutan



“Hidroponik” Satu Langkah Aktualisasi Pertanian Berkelanjutan
Sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia juga mempengaruhi peningkatan jumlah konsumsi masyarakat Indonesia. Perlu adanya sikap untuk menghadapi masalah tersebut, salah satunya dengan penerapan sistem pertanian hidroponik. Hidroponik menjadi salah satu alternatif karena sangat sesuai dengan tujuan pertanian berkelanjutan yang menekankan pada pertanian yang mempertimbangkan keadaan ekologi alam, manusia dan ekonomi.
Hidroponik  merupakan  salah  satu  sistem  pertanian  masa  depan  karena  dapat  diusahakan  di berbagai tempat, baik di desa, di kota,  di lahan terbuka, atau di atas apartemen sekalipun. Luas tanah yang  sempit,  kondisi  tanah  kritis,  hama  dan  penyakit  yang  tak  terkendali,  keterbatasan  jumlah  air irigasi, musim yang tidak menentu,  dan mutu yang tidak seragam bisa ditanggulangi dengan sistem hidroponik.  Hidroponik  dapat diusahakan sepanjang  tahun tanpa  mengenal  musim.  Oleh  karena itu, harga jual  panennya  tidak  khawatir  akan jatuh.  Pemeliharaan  tanaman  hidroponik  pun  lebih  mudah karena  tempat   budidayanya  relatif   bersih,  media  tanamnya  steril,  tanaman  terlindung  dari  terpaan hujan,  serangan  hama  dan  penyakit  relatif  kecil,  serta  tanaman  lebih  sehat  dan  produktivitas  lebih tinggi
(Hartus, 2008). Secara ekonomi cukup menguntungkan dan tidak merusak alam karena hidroponik tidak menggunakan tanah melainkan menggunakan media air yang dicampur dengan pupuk organik yang biasa disebut mix AB.
Menurut Lingga (1984), bertanam secara hidroponik mempunyai banyak kelebihan antara lain perawatan lebih praktis serta gangguan hama lebih terkontrol, pemakaian pupuk lebih hemat (efisien). Tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru. Tidak  membutuhkan  banyak  tenaga  kasar  karena  metode  kerja  lebih  hemat dan memiliki standardisasi. Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dan dengan keadaan yang tidak kotor dan rusak. Hasil produksi lebih kontinyu dan lebih tinggi dibanding dengan penanaman di tanah. Harga jual produk hidroponik lebih tinggi dari produk non-hidroponik. Beberapa jenis tanaman bisa dibudidayakan di luar musim. Tidak  ada  risiko  kebanjiran,  erosi,  kekeringan,  atau  ketergantungan  pada kondisi alam. Tanaman  hidroponik  dapat  dilakukan  pada  lahan  atau  ruang  yang  terbatas, misalnya di atap, dapur, atau garasi. Selain kelebihan tentunya hidroponik memiliki kekurangan yaitu pemeliharaan harus dilakukan secara intensif sehingga tenaga manusia akan sangat dibutuhkan dalam pertanian hidroponik.
Merujuk pada kelebihan hidroponik dapat digunakan untuk banyak jenis tanaman, bahkan beberapa tanaman di luar musim dapat ditumbuhkan, namun lebih sering hidroponik dimanfaatkan untuk komoditas sayuran. Salah  satu  jenis  sayur  yang  mudah  dibudidayakan  adalah  tanaman  sawi. Permintaan pasarnya juga cukup stabil, sehingga resiko kerugian sangat kecil
(Wibowo dan Arum, 2013). Komoditas sayuran memang lebih sering diterapkan pada pertanian hidroponik karena lebih mudah dan lebih cepat tumbuh. Selain sayuran, tanaman berbuah seperti tomat dan stroberi juga dapat memanfaatkan pertanian hidroponik.
Kembali lagi pada pengembangan pertanian berkelanjutan harus melihat dari segi keunggulan ekonomi, ekologi alam dan manusia. Berdasarkan uraian di atas, pertanian hidroponik dapat digunakan sebagai alternatif pengembangan pertanian berkelanjutan. Media yang digunakan juga ramah lingkungan, tidak merusak alam, dan tidak memberatkan manusia. Selain itu, secara ekonomi komoditi hasil hidroponik juga tidak kalah unggul dengan usahatani biasa.


Sumber :
Hartus, T. 2008. Berkebun Hidroponik Secara Murah Edisi IX. Jakarta : Penebar Swadaya.
Lingga,  Pinus.1984.  Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Jakarta : Penebar Swadaya.
Wibowo, Sapto dan Arum Asriyanti S. 2013. Aplikasi Hidroponik NFT pada Budidaya Pakcoy (Brassica rapa chinensis). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. Vol. 13 (3): 159-167.

Reactions:

1 comment:

  1. Negara maju sudah sejak lama pakai sistem pertanian seperti ini

    ReplyDelete