Ancaman Panas Ekstrem di Depan Mata
Kondisi Saat Ini di Indonesia
Bulan April merupakan masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada periode ini, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mulai merasakan peningkatan suhu udara yang cukup signifikan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap musim kemarau tahun ini karena adanya dua fenomena iklim yang terjadi secara bersamaan, yaitu El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD).Pengertian El Niño dan Indian Ocean Dipole
El Niño merupakan fenomena alam berupa peningkatan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik tropis bagian timur yang dapat memengaruhi kondisi iklim global, termasuk di Indonesia. Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) adalah fenomena perubahan suhu permukaan laut di Samudra Hindia yang memengaruhi distribusi curah hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. Kombinasi El Niño dan IOD positif dapat menyebabkan penurunan curah hujan serta ketidakteraturan pola musim di Indonesia.Tanda-Tanda Fenomena El Niño dan IOD Positif
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai akibat fenomena El Niño dan IOD positif antara lain:
Awal musim kemarau terjadi lebih cepat di beberapa daerah.
Curah hujan menurun secara signifikan.
Suhu udara meningkat sehingga memicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan.
Dampak yang Ditimbulkan
Fenomena El Niño dan IOD positif dapat memberikan dampak besar terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat. Berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara berpotensi menyebabkan:
Kekeringan berkepanjangan
Krisis air bersih
Kebakaran hutan dan lahan
Munculnya kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat
Upaya Menghadapi Panas Ekstrem
Menghadapi kombinasi fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole tidak hanya memerlukan kesiapan, tetapi juga tindakan nyata. Masyarakat dapat mulai melakukan langkah sederhana seperti menghemat dan menampung persediaan air, mencegah pembakaran hutan dan lahan, menjaga kesehatan dari paparan panas dan asap, serta rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi agar lebih siap menghadapi perubahan iklim ekstrem.
Referensi:
Fadila, H., Sudiar, N. Y., Razi, P., & Zulhendra. (2025). Pengaruh ENSO dan IOD terhadap curah hujan di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9, 2507–2516.
Narulita, I., Rahayu, R., Kusratmoko, E., Supriatna, & Djuwansa, M. R. (2019). Ancaman kekeringan meteorologis di pulau kecil tropis akibat pengaruh El-Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif: Studi kasus Pulau Bintan. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, 10, 127–138.
_______________________________________
KSI FP UNS
Bersama KSI, Tunjukkan Kita Punya Aksi!
#KABINETAGNIVARSA
#KSI2026
_______________________________________
Temukan KSI FP UNS di
📥 WhatsApp : https://uns.id/SaluranKSIFPsINSIGHT
📸 Instagram : @ksifpuns
🎼 Tiktok : @ksifpuns
🌐 Website : http://tulisan-kami.blogspot.com
🎥 Youtube : KSI FP UNS
📧 Email : ksi.faperta.uns@gmail.com
Komentar
Posting Komentar