Langsung ke konten utama

AJANG MENINGKATKAN SEMANGAT BERBAGI MELALUI BERKURBAN


Penulis : Rofi Nur Hanifah

Editor : Shima Priyanka Anti Tirani

Ilustrator : Hanan Nafi'ah


Hari Raya Idul Adha: Ajang Meningkatkan Semangat Berbagi Melalui Berkurban


Idul Adha adalah salah satu hari raya yang diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari besar ini diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Hari Raya Idul Adha selalu berkaitan erat dengan kata "kurban". Hal ini bukan tanpa alasan di mana adanya hari raya ini bermula dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang menyembelih putranya untuk menjalankan perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim AS mengalami mimpi yang berulang-ulang di mana di dalam mimpi tersebut Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail AS. Mimpi tersebut adalah mimpi yang tidak pernah diduga oleh Nabi Ibrahim AS mengingat Nabi Ismail AS merupakan anak yang patuh terhadap orang tua dan juga kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS tidak serta merta melakukan perintah tersebut tanpa memberi tahu sang putra sehingga datanglah Nabi Ibrahim AS kepada Nabi Ismail AS dengan maksud menyampaikan mimpi tersebut. 

Allah SWT berfirman dalam QS. As-Shaffat ayat 102 yang artinya: 

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Jawaban tersebut membuat hati Nabi Ibrahim terenyuh sekaligus bersyukur karena telah dikaruniai putra dengan keteguhan dan keikhlasan hati yang luar biasa. Prosesi penyembelihan diawali dengan mengikat tangan dan kaki Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS kemudian memegang pisau dan mengarahkannya ke leher putranya dan penyembelihan pun dimulai. Sesaat sebelum pisau tersebut melukai Nabi Ismail AS, Allah SWT segera mengganti posisi Nabi Ismail AS dengan seekor domba yang besar. Nah, peristiwa inilah yang sampai sekarang menjadi kebiasaan umat islam ketika merayakan Hari Raya Idul Adha, yaitu menyembelih hewan qurban sebagai bentuk taqwa kepada Allah. Hewan qurban yang biasa dipilih oleh masyarakat Indonesia adalah sapi, kambing, domba, dan kerbau. Rangkaian Hari Raya Idul Adha diakhiri dengan pembagian daging qurban kepada masyarakat.

Hari raya ini bisa menjadi momentum untuk kita dapat menyalurkan harta berlebih yang kita miliki sebagai bentuk ketakwaan kita kepada Allah melalui berkurban. Amalan berkurban ini dapat kita manfaatkan sebagai ajang untuk berbagi terutama dengan orang-orang di sekitar kita yang kurang beruntung supaya mereka dapat menikmati lezatnya daging kurban. So, yuk kita manfaatkan momentum indah ini untuk semakin meningkatkan taqwa kita kepada Allah sekaligus mengasah kepekaan dan rasa kemanusiaan kita untuk berbagi terhadap sesama. Berkurban adalah amalan yang paling dicintai Allah, yang mana kelak pada saat hari kiamat hewan yang dikurbankan akan mendatangi orang yang berkurban dan menjadi kendaraan baginya. Banyaknya keutamaan berkurban ini diharapkan dapat mendorong seseorang yang mampu dan memiliki harta lebih untuk melakukan ibadah qurban di Hari Raya Idul Adha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium , Vanda , Arachnis , dan Renanthera , maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum . Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$.  Sementara   potensi   perdagangan   dunia  150 juta US$ per   tahun  (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta pena...

GEJALA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA

Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani A. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro 1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N ) Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya, warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya s...

Agri Feature : Pohon Fast Growing Layak Dikembangkan di Indonesia

Tanaman Fast Growing Species (FGS) merupakan tanaman cepat tumbuh dan mempunyai masak tebang maksimal 15 tahun. FGS yang dikembangkan di Perum Perhutani diutamakan jenis-jenis valuable hardwoods . Kelebihan dari valuable hardwoods adalah : mempunyai nilai keuangan yang tinggi, harga yang baik, mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu, serta kegunaan yang luas mempunyai nilai produk akhir yang tinggi bisa diolah untuk kayu gergajian, plywood atau veneer