Langsung ke konten utama

Kamdik (KSI Mengabdi)


Kamdik atau KSI Mengabdi adalah suatu program kerja dari KSI yang berkonsentrasi pada pengabdian masyarakat. Pada kesempatan kali ini Kamdik dilaksanakan di SMP N 12 Surakarta dengan sasaran kegiatan adalah siswa-siswi SMP tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 18 September 2015 ini mensosialisasikan kepada siswa-siswi SMP N 12 Surakarta mengenai Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). 
  Dalam upaya memperkenalkan KIR kepada siswa-siswi tersebut, kami Kelompok Studi Ilmiah Fakultas Pertanian UNS mendemonstrasikan pembuatan baterai altenatif dari buah jeruk nipis. Bahan-bahan yang diperlukan berupa 4 buah jeruk nipis, 4 buah koin tembaga, 4 buah paku, satu buah lampu LED serta 4 buah kabel dengan penjepit buaya. Dari bahan-bahan tersebut dibuat rangkaian seri dengan mengubungkan keempat jeruk dengan kabel.
Langkah pertama pembuatan rangkaian tersebut dengan membuat goresan menggunakan pisau atau cutter pada jeruk nipis sehingga koin tembaga dapat dimasukkan dengan mudah. Kemudian pada masing-masing jeruk tersebut juga dipasangkan paku dengan cara menusukkannya langsung. Kupas salah satu ujung kabel sehingga dapat dililitkan ke paku sedangkan ujung lainnya yang berupa penjepit buaya dipasangkan pada koin tembaga. Persiapan tersebut dilakukan pada keempat jeruk nipis yang telah disiapkan. Kemudian, salah satu kabel dipotong menjadi dua dan dikupas ujung-ujungnya sehingga dapat dililitkan pada lampu LED. Setelah seluruh rangkaian tersambung maka lampu LED dapat menyala. 
Percobaan sederhana mengenai pembuatan baterai denga jeruk nipis tersebut cukup menarik perhatian murid-murid SMP N 1 Surakarta. Beberapa murid langsung ingin mencoba membuat sendiri rangakaian baterai tersebut setelah Tim dari KSI selesai melakukan demostrasi. Dengan adanya kegiatan tersebut murid-murid menjadi bersemangat dalam mengikuti kegiatan KIR, bahkan pihak kesiswaan SMP N 1 Surakrta langsung membentuk ekstrakulikuler KIR di sekolah mereka dan menunjuk salah satu siswa menjadi ketua. 
Rangakaian kegiatas sosialisasi tersebut berlangsung dari pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Sebagai bagian dari program kerja KSI FP UNS, Kamdik yang dilaksanakan terseut terbilang cukup sukses. Hal tersebut tidak lepas dari bantuan dan kerjasama dari pihak SMP N 1 Surakarta. Tidak hanya sampai disini, kegiatan Kamdik ini juga akan terus dilaksanakan sebagai bentuk pengamdian dari KSI FP UNS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium , Vanda , Arachnis , dan Renanthera , maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum . Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$.  Sementara   potensi   perdagangan   dunia  150 juta US$ per   tahun  (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta pena...

GEJALA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA

Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani A. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro 1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N ) Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya, warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya s...

Agri Feature : Pohon Fast Growing Layak Dikembangkan di Indonesia

Tanaman Fast Growing Species (FGS) merupakan tanaman cepat tumbuh dan mempunyai masak tebang maksimal 15 tahun. FGS yang dikembangkan di Perum Perhutani diutamakan jenis-jenis valuable hardwoods . Kelebihan dari valuable hardwoods adalah : mempunyai nilai keuangan yang tinggi, harga yang baik, mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu, serta kegunaan yang luas mempunyai nilai produk akhir yang tinggi bisa diolah untuk kayu gergajian, plywood atau veneer