Langsung ke konten utama

PPKO KSI FP UNS 2026

MINA WIRADAYA Terus Bertumbuh! Tim Bina Desa Center UNS Tinjau Langsung Dampak Program PPK Ormawa KSI FP UNS

 

SUKOHARJO – Perjalanan Program MINA WIRADAYA memasuki tahapan penting melalui Visitasi Internal yang dilaksanakan oleh Tim Bina Desa Center (BDC) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Rabu (15/7/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan oleh Tim PPK Ormawa KSI FP UNS Tahun 2026, sekaligus menjadi ruang evaluasi bersama guna memastikan program mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa mitra.

Program yang dipimpin oleh Habib Masruri dengan pendampingan Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D. ini sejak awal mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan MINA WIRADAYA, sebuah kelembagaan yang mempertemukan Kelompok Mina Ampuh sebagai penyedia hasil budidaya lele bioflok dengan Tim Penggerak PKK Desa Wonorejo sebagai kelompok pengolah produk. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam membangun ekosistem usaha yang saling terhubung, mulai dari budidaya, pengolahan hasil, penguatan legalitas, hingga pemasaran produk agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan visitasi yang terdiri atas perangkat desa, anggota MINA WIRADAYA, Tim Monitoring dan Evaluasi PPK Ormawa KSI FP UNS, Tim Pelaksana PPK Ormawa KSI FP UNS, serta volunteer. Hadir pula Tim Bina Desa Center UNS bersama jajaran Fakultas Pertanian UNS, Pemerintah Desa Wonorejo, dan seluruh mitra yang selama ini mendukung pelaksanaan program. Kehadiran seluruh pihak menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

 

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D. selaku Dosen Pendamping PPK Ormawa KSI FP UNS. Beliau menyampaikan bahwa visitasi internal merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan sesuai tujuan serta mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat bersama-sama mengevaluasi perkembangan program, melihat berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperkuat pada tahap pendampingan berikutnya.

Beliau juga menuturkan bahwa sejak awal pelaksanaan, Tim PPK Ormawa KSI FP UNS tidak hanya menyelenggarakan berbagai pelatihan, tetapi juga berupaya membangun kelembagaan masyarakat yang mampu berkembang secara mandiri. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan kelompok, peningkatan keterampilan pengolahan hasil perikanan, pendampingan legalitas usaha, hingga penguatan manajemen kelembagaan sebagai bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Desa Wonorejo, H. Yusuf Aziz Rahma, S.Pd., M.M. yang mengapresiasi berbagai upaya pendampingan yang telah dilakukan oleh Tim PPK Ormawa KSI FP UNS. Menurutnya, program ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan potensi budidaya lele yang selama ini telah berkembang di Desa Wonorejo dan diharapkan dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

 

Memasuki agenda utama, Ketua Pelaksana Habib Masruri mempresentasikan perkembangan Program PPK Ormawa KSI FP UNS yang telah berjalan sejak Juni 2026. Berbagai capaian dipaparkan, mulai dari pembentukan kelembagaan MINA WIRADAYA, pelatihan pengolahan produk olahan lele bioflok, pendampingan legalitas usaha, pelatihan manajemen keuangan berbasis aplikasi SIAPIK, hingga berbagai kegiatan pendampingan yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha bersama.

Selain menjelaskan capaian kegiatan, Ketua Pelaksana juga memaparkan bagaimana kolaborasi antara Kelompok Mina Ampuh dan TP PKK Desa Wonorejo mulai menunjukkan hasil yang positif. Kelompok Mina Ampuh berperan sebagai penyedia bahan baku hasil budidaya, sedangkan TP PKK bertanggung jawab pada proses pengolahan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai usaha yang saling mendukung sehingga keberlanjutan program tetap terjaga setelah masa pendampingan selesai.

Pemaparan tersebut kemudian menjadi dasar bagi Tim Bina Desa Center UNS untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas kegiatan, tingkat partisipasi masyarakat, serta peluang pengembangan program pada tahap berikutnya. Evaluasi tidak hanya melihat keberhasilan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi melalui diskusi bersama masyarakat, pemerintah desa, serta Tim PPK Ormawa KSI FP UNS. Tim evaluator memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pengalaman secara langsung selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PPK Ormawa. Diskusi berlangsung terbuka sehingga peserta dapat berbagi pengalaman, menyampaikan kendala, sekaligus memberikan berbagai masukan sebagai bahan penyempurnaan program.

Ketua MINA WIRADAYA, Abdullah Majid, menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Tim PPK Ormawa KSI FP UNS telah membuka wawasan baru bagi masyarakat dalam mengembangkan hasil budidaya lele menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Berbagai pelatihan yang telah diberikan dinilai tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun usaha yang terintegrasi mulai dari proses produksi, legalitas, hingga pengelolaan kelembagaan.

 

Sementara itu, Hasna Alifa selaku Ketua TP PKK Desa Wonorejo menuturkan bahwa keterlibatan ibu-ibu PKK dalam Program MINA WIRADAYA memberikan pengalaman baru dalam mengolah hasil budidaya lele menjadi berbagai produk bernilai jual. Ia berharap pendampingan yang telah dilakukan dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha bersama dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan hasil monitoring, Tim Bina Desa Center UNS memberikan berbagai rekomendasi sebagai bahan penyempurnaan program. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan kelembagaan MINA WIRADAYA, keberlanjutan produksi setelah program selesai, strategi pemasaran produk, hingga peningkatan koordinasi dengan pemerintah desa dan berbagai mitra pendukung. Tim evaluator juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan.

Bagi Tim PPK Ormawa KSI FP UNS, berbagai masukan tersebut menjadi bekal berharga untuk menyempurnakan pelaksanaan program pada tahap berikutnya. Proses evaluasi ini tidak hanya menjadi sarana penilaian terhadap capaian kegiatan, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam merancang program pemberdayaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Melalui visitasi internal ini, semakin terlihat bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai mitra telah membangun fondasi yang kuat bagi pengembangan MINA WIRADAYA. Pendampingan yang dilakukan secara bertahap diharapkan mampu melahirkan kelembagaan usaha yang mandiri, menghasilkan produk yang bernilai tambah, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonorejo.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas masyarakat, Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pengolahan hasil perikanan dan penguatan kelembagaan, Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan produk yang berkualitas dan berkelanjutan, serta Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pemberdayaan desa yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan pendampingan yang berkelanjutan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Melalui semangat "Mengolah Potensi, Berdaya dengan Inovasi", Tim PPK Ormawa KSI FP UNS berkomitmen untuk terus mendampingi MINA WIRADAYA agar tumbuh sebagai kelembagaan usaha yang profesional, mandiri, dan berdaya saing.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Gampang Cari Jurnal Penelitian dan Paper

Saya pernah mengalami kesulitan seperti teman - teman... Tugas jurnal dari dosen padahal kita tidak tahu apa jurnal itu dan darimana mencarinya. Mahasiswa lama juga sama saja, bingung mencari jurnal dalam jumlah banyak saat akan menyusun proposal skripsi karena 75% dari daftar pustaka diambil dari jurnal. Sebenarnya cukup mudah untuk mencari jurnal. Anda bisa memanfaatkan jurnal online yang ditawarkan beberapa universitas di Indonesia seperti UGM , Airlangga , dan IPB . Jurnal gratis juga ditawarkan oleh LIPI . Jika ingin mencari jurnal berbahasa Inggris, maka website favorit saya untuk mencari jurnal gratis adalah Oxford Journal dan Brazillian Journal Plant Physiology Journal adalah pilihan jika anda mencari jurnal yang berhubungan dengan fisiologi tumbuhan. Bila anda mencari jurnal bioteknologi berbahasa Indonesia, jurnal AgroBiogen mungkin bisa membantu. Namun jika anda mencari jurnal kedokteran, jurnal kedokteran Canada dan New England ditawarkan gratis. Kedoktera...

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium , Vanda , Arachnis , dan Renanthera , maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum . Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$.  Sementara   potensi   perdagangan   dunia  150 juta US$ per   tahun  (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta pena...

JENIS DAN KARAKTERISTIK KAMBING LOKAL INDONESIA

Gambar Pejantan Kambing Peranakan Etawa Di Indonesia memiliki beberapa jenis kambing loka; yang memiliki potensi yang baik yang tersebar hamper di seluruh Indonesia. Banyaknya kambing persilangan menyebabkan kambing lokal di Indonesia menjadi semakin terpuruk. Hal tersebt dikarenakan kualitas genetic kambing likal masih kalah dengan kambing lokal. Namun hal tersebut tidak dapat mengakibatkan kambing lokal sudah tidak diternakan lagi. Justru pada saat ini banyak peternak yang mulai mengembangkan kambing lokal. Berikut adalah beberapa jenis kambing lokal Indonesia: A.    Kambing Marica Kambing Marica yang terdapat di Propinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk kategori langka dan hampir punah (endangered). Daerah populasi kambing Marica dijumpai di sekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopheng dan daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan. Kambing Marica punya potensi genetik yang m...