Wednesday, May 15, 2013

MENGENAL BERBAGAI MANFAAT POHON SIDR

Hai sobat, kenalkah kalian dengan pohon sidr? Untuk saudara-saudaraku semuslim, silahkan cek di Q.S Al Waqi’ah: 28 yang artinya, “Berada di antara pohon bidara yang tak berduri”. Dalam ayat ini bahwasannya pohon bidr atau biasa kita kenal dengan nama bidara, merupakan salah satu pohon yang ada di surga yang kita bisa lihat di dunia. Telah kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari, berdasarkan sabda Nabi kita Muhammad bahwasannya bidara memiliki manfaat dalam hal mensucikan manusia, baik manusia hidup maupun mati. Namun, dengan berbagai perkembangan teknologi, bidara tidak hanya bermanfaat untuk memandikan jenazah. Sebelum kita membahas lebih lanjut, alangkah baiknya kita perlu berkenalan terlebih dahulu dengan tanaman satu ini.
 

Diskripsi menurut BOTANI
Bidara  merupakan pohon berduri, semak atau pohon kecil yang tingginya hingga 15 m, dengan diameter batang 40 cm atau lebih, menyebarkan mahkota; stipular duri dan banyak cabang melorot. Kulit abu-abu gelap atau hitam kusam, teratur pecah-pecah. Dimana kondisi iklim yang parah, umumnya semak hanya tumbuh 3-4 m.
Daunnya tunggal, letaknya berselang-seling, berbentuk bundartelur-jorong sampai bundar-telur-lonjong, berukuran (2-9) cm x (1,5-5) cm, tepinya sedikit beringgit atau rata, berkilap dan tak berbulu pada lembaran sebelah atasnya, berbulu kempa yang rapat, berwarna putih pada lembaran sebelah bawahnya, dengan 3 tulang daun membujur yang nyata; tangkai daunnya 8-15 mm panjangnya.

Perbungaannya muncul dari ketiak daun, berbentuk payung menggarpu, panjangnya 1-2 cm, tersusun atas 7-20 kuntum bunga; gagang perbungaan panjangnya 2-3 mm; bunganya berdiameter 2-3 mm, berwarna kekuningan, sedikit harum, gagang bunganya 3-8 mm panjangnya; daun kelopaknya bercuping 5, berbentuk delta, bagian luarnya berambut, bagian dalamnya gundul; daun mahkota 5 helai, sedikit berbentuk sudip yang cekung, terlentik; benang sarinya 5 utas; bakal buahnya beruang 2, tangkai putiknya bercabang dua, cakramnya bercuping 10 atau beralur-alur. Buahnya bertipe buah batu, berbentuk bulat sampai bulat telur, dapat mencapai ukuran 6 cm x 4 cm untuk yang dibudidayakan, dan umumnya jauh lebih kecil untuk yang liar; kulit buahnya halus atau kasar, berkilap, tipis tetapi liat, berwarna kekuningan sampai kemerahan atau kehitaman; daging buahnya berwarna putih, mengeripik (crisp), banyak mengandung sari buah, rasanya agak asam sampai manis, menjadi menepung pada buah yang matang penuh. Bijinya terletak dalam batok yang berbenjol dan beralur tidak beraturan, yang berisi 1-2 inti biji yang berwarna coklat.
Berdasarkan diskripsi di atas tentu kita ketahui bahwasannya pohon bidara di dunia memiliki duri sedangkan bidara surga tidak berduri. Itulah sebagai bukti kebesaran Sang Pancipta yang menggambarkan kehidupan yang nikmatnya abadi dengan nikmatnya yang hanya sementara. So,,,jangan jadikan dunia ini tujuan utama, tapi jadikan ladang ilmu untuk kehidupan abadi.
EKOLOGI
pohon bidara  merupakan pohon yang berupaya keras untuk hidup dengan suhu ekstrim dan tumbuh subur dalam kondisi agak kering. Kualitas buah yang terbaik di bawah kondisi panas, cerah dan kering, tetapi harus ada musim hujan untuk mendukung pertumbuhan dan perluasan bunga (perkembangbiakan), idealnya terdapat sisa kelembaban tanah yang cukup untuk berbuah hingga jatuh tempo. Budidaya komersial biasanya meluas sampai 1000 m. Selain itu, ketinggian pohon tidak bekerja dengan baik dan budidaya yang kurang ekonomis. Pohon ini berasal dari daerah tropis dan subtropis, dengan demikian, pohon ini lebih luas di daerah dengan curah hujan tahunan 300-500 mm. Hal ini dikenal karena kemampuannya untuk menahan kondisi yang merugikan, seperti salinitas, kekeringan dan genangan air.

PRODUK
Dalam meningkatkan nilai ekonomis bidara, selain daunnya yang dijadikan sebagai pemandian jenazah maka bagian-bagian lain pohon ini dapat dimanfaatkan sebagai berikut:
a.    Jenis pangan
Pada bagian buah dapat dimakan segar atau kering dan dapat dibuat menjadi tepung, mentega, atau pasta keju sintetis, dan juga digunakan sebagai bumbu masak. Selain itu juga digunakan untuk membuat permen dan acar.


Buah bidara merupakan sumber karoten, vitamin A dan C, dan lemak minyak. Contoh produk berbasis buah misalnya minuman penyegar yang dibuat dengan maserasi buah dalam air. Selain buahnya, di Indonesia menggunakan daun mudanya sebagai sayuran di samping untuk pemandian jenazah.
b.    Pakan
Di India dan Afrika Utara, daun bidara digunakan sebagai pakan bagi domba dan
kambing. Analisis kimia konstituen secara berat kering menunjukkan daun mengandung 15,4% protein kasar, 15,8% serat kasar, 6.7% dari total mineral, dan 16,8% pati. Selain itu, di India, daun dikumpulkan  untuk makan ulat sutra tasar.  Sutra tasar merupakan jenis ulat yang sangat berharga, karena merupakan satu-satunya sutra yang dieksploitasi secara komersial di daerah tropis.
c.    Bahan Bakar
Bidara menghasilkan kayu bakar yang sangat baik (gubal memiliki 4900 kkal / kg) dan arang yang baik. Cabang-cabangnya yang melorot mudah diakses untuk panen.
d.   Apiculture:
Ketika dalam kondisi mekar sumber serbuk sari yang terbaik adalah yang berukuran kecil.
e.    Kayu
Bidara  menghasilkan berat kayu dengan berat kepadatan 535-1080 kg / m³. Kayu batang buffcoloured, pucat merah atau coklat sampai coklat tua, terkadang banded atau dengan garis-garis gelap, tidak tajam, tekstur halus sampai kasar, dan kayu cukup berkilau. Kayu digunakan untuk pembuatan konstruksi umum, furniture dan kabinet kerja, gagang perkakas, alat pertanian, pasak tenda, klub golf, saham gun, sandal, belenggu, garu, mainan, pekerjaan tukang bubut, peralatan rumah tangga, pin bowling, tongkat bisbol, pahat dan kemasan. Hal ini juga cocok untuk produksi veneer dan kayu lapis. Pada dasarnya, setiap produk yang perlu tahan lama, kayu close-grained dapat dibuat dari itu.
f.     Zat warna (Tanning)
Bagian kulit, termasuk kulit akarnya berfungsi sebagai tanning, ketika ditumbuk dan dihaluskan dalam air menghasilkan warna coklat dan abu-abu atau kemerahan.
g.    Pembuatan alkohol
Bahan bakunya berupa pulp buah yang difermentasi kemudian didestilasi.
h.    Pengobatan
Dalam bidang farmakologis bagian daun, buah dan kulit kayu digunakan sebagi pengobatan. Untuk jamu ternak, caranya akar ditumbuk dan ditambahkan ke air minum kemudian diberikan kepada unggas yang menderita diare. Sedangkan untuk manusia berfungsi terhadap sistem pencernaan.

Selain bermanfaat dalam peningkatan nilai ekonomis, pohon bidara peduli terhadap kelestarian lingkungan. Contohnya, dalam pengendalian erosi sebuah spesies tertentu, cocok membantu fiksasi gundukan pasir pantai; sebagai naungan atau tempat penampungan, maksudnya sebagai penahan angin;  dan secara reklamasi dapat menahan panas yang parah, embun beku dan kekeringan. Oleh karena itu,  tanaman ini cocok ditanam di daerah kering dan bahkan tidak layak untuk kehidupan tanaman. Secara estetika, bidara dijadikan sebagai tanaman hias pekarangan.

Sumber: Agroforestry Database 4.0 (Orwa et al.2009)
 



Reactions:

1 comment:

  1. baru tau nih ane tentang bentuk, dan khasiat pohon sidr ,, hehe

    ReplyDelete